Berawal jadi Korban Bully, Pemuda Asal Cirebon Berhasil Ciptakan Produk Skin Care Pria
Produk perawatan kulit untuk pria semakin mudah ditemukan di pasaran. (Pexels/Nathan Cowley)
KISAH pemuda asal Cirebon yang sukses jadi pengusaha, patut diacungi jempol. Dengan pengalaman pribadinya yang selalu di-bully. Dia mampu menciptakan skin care khusus untuk laki-laki dengan brand Glutamen Skin Care.
Pria bernama Irwan Gunawan (34) ini, sudah mulai menikmati hasil dari jerih payahnya membangun bisnis skin care khusus untuk laki-laki.
"Tak hanya kaum wanita, kesadaran pria untuk selalu menjaga penampilan kian tinggi. Untuk merawat dan menjaga kesehatan wajah," tegasnya.
Baca Juga:
Dahulunya, Irwan selalu menjadi korban bully lantaran mempunyai kulit yang tidak menarik dan kusam. Terdorong oleh itu, kemudian dia mulai memakai produk perawatan kulit khusus laki-laki.
Namun, harga produk ternama yang tinggi, membuat pemuda asal Sumber Kabupaten Cirebon ini berpikir kembali mengunakan produk skin care ternama.
Sekitar delapan bulan lalu, dengan modal seadanya, Irwan memberanikan meracik sendiri bahan-bahan untuk membuat sabun, serum muka dan krim khusus pria yang di pelajari dari berbagai sumber di internet.
"Saya mulai meracik sendiri dari bahan-bahan natural atau perpaduan, dan di pastikan halal, aman, untuk kulit," ungkapnya
Setelah racikannya jadi, mulai lah dipakainya sendiri. Disaat hasilnya ada kekurangan, langsung diperbaiki hingga hasil racikannya sempurna.
Baca Juga:
"Dipakai sendiri dulu, ada yang kurang diracik lagi sampai sempurna," ceritanya.
Dirasa yakin, hasil produk perawatan kulitnya sudah sempurna. Irwan mulai mempromosikan di lingkungan sekitar dengan target kaum Adam.
Hasilnya pun cukup memuaskan produk perawatan kulit khusus laki-laki ternyata diterima oleh teman-teman di lingkungannya.
"Setelah dilakukan beberapa kali penyempurnaan bahan produk. Alhamdulillah ternyata, produk Glutamen Skin Care bisa diterima oleh masyarakat," ungkapnya
Irwan pun mulai mendaftar kan brand produk perawatan kulitnya dengan nama Glutamen serta izin BPOM. Setelah itu, baru lah di produksi massal di salah satu pabrik di Jawa Tengah. Kini produk sudah tersebar diberbagai marketplace. (Mauritz/Cirebon)
Baca Juga:
Bagikan
Yohanes Charles/Mauritz
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya