Banjir dan Longsor Akibat Hujan Lebat Tewaskan 30 Orang

Luhung SaptoLuhung Sapto - Minggu, 13 Agustus 2017
Banjir dan Longsor Akibat Hujan Lebat Tewaskan 30 Orang

ilustrasi banjir. (ANTARA FOTO/REUTERS/Rupak De Chowdhuri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Hujan lebat mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di Nepal. Sedikitnya, 30 orang lebih tewas dalam 24 jam belakangan.

Sepuluh orang lagi hilang dan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah, mengingat sebagian besar wilayah negara itu telah terendam air.

Regu penyelamat, yang terdiri dari tentara, polisi dan masyarakat setempat dikerahkan untuk membantu mereka yang terjebak di atap atau di tempat yang lebih tinggi, tambah para pejabat itu.

Pakar cuaca mengatakan bahwa diperkirakan masih akan ada lebih banyak hujan yang turun pada malam hari dan pemerintah telah mengimbau warga untuk tetap waspada. Sungai Koshi di bagian selatan negara, yang merupakan jalur utama aliran air, berada di atas tingkat bahaya, kata pihak berwenang memperingatkan.

"Bencana ini telah mengakibatkan kerusakan parah," kata Dipak Kafle, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal. Dia mengatakan bahwa belum ada perkiraan jumlah kerugian yang dihitung terkait hancurnya sejumlah bangunan.

"Kami memastikan lebih dari 30 orang tewas, tapi kami lebih memusatkan perhatian pada proses penyelamatan kepada mereka yang masih hidup daripada mengumpulkan rincian tentang korban tewas," katanya.

Di kota Biratnagar, sebuah landasan pacu bandar udara terendam air dengan kedalaman di bawah dua kaki, berdasarkan cuplikan dari tayangan televisi. Hal tersebut mengakibatkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Sejumlah jalan raya rusak atau terendam banjir, mengganggu kegiatan pengangkutan.

Pejabat setempat telah membuka tempat penampungan sementara untuk para pengungsi di beberapa bangunan sekolah atau sarana umum. (*)

Sumber: REUTERS/ANTARA

#Nepal #Banjir #Longsor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal bertambah menjadi 558 orang
Alwan Ridha Ramdani - 31 menit lalu
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Dunia
Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Bagikan