MERAHPUTIH.COM - KATA-kata memiliki kekuatan luar biasa. Dengan kata-kata baik, orangtua bisa memberikan dampak yang kuat terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.
Seperti dilansir Hindustan Times, dikutip ANTARA, psikoterapis Mansi Poddar mengatakan orangtua yang memberi umpan balik dengan menyoroti upaya dan kemajuan akan memvalidasi upaya anak merayakan pertumbuhan mereka.
“Ini membangun kepercayaan diri dan citra diri yang positif. Daripada mengatakan ‘pekerjaan bagus’, lebih baik katakan ‘aku menyukai caramu menggunakan warna berbeda dalam gambar itu’,” katanya.
Poddar mengungkapkan umpan balik dengan komentar positif dapat membawa kegembiraan sejati dalam pembelajaran dan pencapaian anak. Hal itu memupuk kecintaan terhadap pembelajaran dan motivasi diri. Orangtua bisa memberi apresiasi kepada kerja keras yang dilakukan seorang anak.
Baca juga:
Psikolog Sarankan Orangtua Bikin Aturan Penggunaan Ponsel untuk Anak
Menurutnya, anak-anak belajar mengidentifikasi dan mengelola emosi mereka ketika orangtua memberikan umpan balik yang mengakui perasaan mereka. Hal itu memupuk kecerdasan emosional. Orangtua bisa berfokus pada bagaimana perilaku mereka memengaruhimu seperti saat anak bisa berbagi mainan dengan temannya.
“Ketika kita merayakan upaya demi tantangan, hal ini membantu meningkatkan ketahanan pada anak. Tanggapan sederhana seperti, ‘aku tahu ujian itu sulit, tetapi kamu terus berusaha’, dapat membuat perbedaan besar. Di sini anak-anak belajar bahwa kesalahan merupakan batu loncatan, bukan kemunduran. Hal ini membangun ketabahan dan kemampuan untuk bangkit kembali dari kemunduran,” jelasnya.
Sementara itu, psikoterapis Sandy Dias Andrade mengatakan, ketika orang tua berbicara kasar, kritis, dan tidak sabar, anak akan merasa ia tidak baik-baik saja dan tidak merasa dicintai.
Validasi dan memberi semangat tidak hanya bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi juga saat melihat anak dan melalui sentuhan.
“Melalui sentuhan kita dan dalam cara kita berhubungan dengan mereka, dalam beberapa cara, itu memvalidasi siapa mereka pada tingkat keberadaan yang lebih dalam. Mereka merasa dilihat apa adanya. Hal ini membangun kenyamanan alami dan rasa percaya diri dalam diri mereka sendiri dan dalam kebersamaan dengan orang lain dan di dunia, sebagaimana adanya. Orangtua bertindak sebagai cerminan jiwa batin mereka,” katanya.(*)
Baca juga: