Balas Dendam Perlu Enggak Sih?

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 05 Februari 2021
Balas Dendam Perlu Enggak Sih?

Hindari membalas dendam kepada orang lain. (Foto: Pixabay/Sammy-Williams)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM menjalin relasi dengan orang sekitar, ada kalanya kamu merasa kecewa dan tersakiti terhadap perbuatan orang lain. Umumnya hal ini terjadi atas dasar sebuah peristiwa. Merasa sedih dan marah memang manusiawi. Apalagi ketika kamu baru putus cinta. Rasanya ingin sekali membalas semua perbuatan mantan yang sudah bikin kamu patah hati berat.

Melansir dari ditchthelabel.org, membalaskan dendam kepada orang lain justru akan menjadi boomerang di kemudian hari. Pada akhirnya hanya kamu saja yang merasa sakit sendirian. Menyimpan dendam bahkan bisa memengaruhi kondisi kesehatan lho. Simak ulasan berikut ini.

Baca juga:

5 Tanda Hand Sanitizer Tidak Efektif

1. Rasa bersalah

Dihantui rasa bersalah. (Foto: Pixabay/StockSnap)
Dihantui rasa bersalah. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Rasanya sangat sulit untuk langsung memaafkan orang lain yang telah menyakiti hatimu. Tapi membalaskan dendam hanya akan membuatmu menyesal di kemudian hari. Rasa bersalah karena telah membalas perbuatan orang lain terhadap dirimu akan terus menghantui bahkan hingga kamu menua nanti.

2. Sakit

Lama-lama tubuh menjadi sakit. (Foto: Pixabay/Parentingupstream)
Lama-lama tubuh menjadi sakit. (Foto: Pixabay/Parentingupstream)

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa berbagai penyakit kronis disebabkan oleh pikiran negatif. Dendam yang dibiarkan bersarang di dalam hati akan mempengaruhi pola pikirmu sehari-hari. Disakiti oleh satu orang memang akan membuatmu sulit percaya kepada orang baru. Kamu terus menerus memelihara rasa dendam hingga akhirnya bukan hanya perasaanmu saja yang merasa sakit, tubuhmu pun lambat laun akan digerogoti oleh penyakit yang berasal dari pikiran negatif.

Baca juga:

5 Cara Hindari Kanker Kulit

3. Buang waktu

Gunakan waktumu untuk sesuatu yang bermanfaat. (Foto: Pixabay/Monoar_CGI_Artist)
Gunakan waktumu untuk sesuatu yang bermanfaat. (Foto: Pixabay/Monoar_CGI_Artist)

Untuk apa menyimpan dendam jika kamu bisa melakukan banyak kegiatan positif yang mampu menyembuhkan hati? daripada kamu berlarut-larut di dalam kekecewaan, lebih baik kamu mencoba berbagai pengalaman baru.

4. Kehilangan banyak kesempatan

Kehilangan banyak kesempatan. (Foto: Pixabay/qimono)
Kehilangan banyak kesempatan. (Foto: Pixabay/qimono)

Hanya karena menyimpan dendam, kamu jadi kehilangan banyak kesempatan untuk menemukan orang yang tepat di hidupmu. Kamu sibuk memikirkan masa lalu dan mengabaikan orang-orang tulus yang selama ini ada di sekitarmu. (mar)

Baca juga:

Jangan Menggunakan Lip Balm Terlalu Sering

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan