Bahaya Terlalu Lama Duduk di Depan Komputer
Terlalu lama duduk di depan komputer bisa menyebabkan bahaya bagi kesehatan (Foto: Pixabay/claudio_scott)
DUDUK terlalu lama bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Hal tersebut dipaparkan oleh dr Edo Adimasta, selaku pakar kesehatan dari Combipar.
Menurut dr Edo, duduk secara terus menerus selama lebih dari 40 menit, dapat menyebabkan aliran darah menjadi tak lancar. Bahkan, dalam jangka panjang bisa melemahkan otot pada sekitar sendi.
Baca Juga:
"Otot sekitar sendi mempunyai peran penting dalam mengurangi beban cepatnya keausan pada tulang rawan sendi, hilangnya fleksibilitas, dan nyeri pada sendi," tutur dr Edo, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Karena itu, dr Edo menyebutkan, bahwa nyeri sendi merupakan salah satu gejala paling sering yang dialami kebanyakan orang, dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak.
Di masa pandemi COVID-19, para pekerja khususnya yang terpaksa melakukan pekerjaan dari rumah atau Work From Home (WFH), patut mewaspadai risiko tersebut.
Karena, ketika WFH masyarakat terpaksa duduk sambil bekerja, serta berkegiatan dengan postir atau posisi tubuh yang tidak sesuai. Hal itu bisa menambah risiko ganggguan persendian.
Baca juga:
Work from Home Jadi New Normal, ini Manfaatnya bagi Kesehatan
Dokter Edo menjelaskan, dari mulai nyeri sendi hingga radang sendi, bisa muncul akibat obesitas lantaran gaya hidup yang kurang bergerak.
"Potensi obesitas yang timbul akibat kurang bergerak, juga ikut berperan sebagai salah satu faktor risiko terjadinya keausan atau radang pada sendi. Karenanya, jangan takut untuk tetap berolahraga walaupun sudah mengalami gejala radang sendi," jelas dr Edo.
Bila kamu memasukan olahraga ringan serta mengubah pola makan sehat dalam rutinitas harian, bisa secara alami menurunkan berat badanmu, serta mengurangi tekanan pada persendian.
Untuk menghindari nyeri sendi dan otot, ata lima hal yang bisa kamu lakukan. Pertama yakni tetap aktif secara fisik dengan menggerakan tubuh.
Bangunlah dari duduk serta lakukan peregangan setiap 20 atau 30 menit sekali, selama 5 hingga 10 menit secara berkala.
Baca Juga:
Kemudian, yang kedua lakukan aktivitas low-impact, yang tak membebani persendian. Seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, berkebun, senam serta menari.
Ketiga, latih otot kamu dengan mengangkat beban dan olahraga. Kamu juga bisa menggunakan resistance band, yang bisa membantu memperkuat tulang, dan tentunya otot yang menopang persendian.
Keempat, sebaiknya kamu melatih kreatifitas serta keseimbangan. Sendi yang kaku akan menyulitkan kamu dalam melakukan sejumlah aktivitas sehari-hari.
Caranya yakni dengan melakukan peregangan, yoga, tai chi yang lembut dan mudah bagi pemila, dan bisa melatih rentang gerak pada persendian, sekaligus membantu melenturkan sendi.
Kemudian, siapkan pereda nyeri topikal atua antiinflamasi nonstreroid, demi kenyamanan aktivitas fisik sehari-hari. (Ryn)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo