Kesehatan

4 Tanda Kamu Kurang Memanfaatkan Waktu Istirahat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 03 Juni 2021
4 Tanda Kamu Kurang Memanfaatkan Waktu Istirahat

Pentingnya menjaga kualitas tidur. (Foto: Pixabay/cuncon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orang membutuhkan waktu tidur untuk mengisi kembali energi yang hilang setelah seharian beraktivitas selama kurang lebih tujuh sampai delapan jam per hari. Tetapi biasanya nih, setelah pulang kantor sampai rumah malah kembali buka laptop untuk mengejar deadline atau main media sosial semalam suntuk.

Akibat kebiasaan buruk itu, tubuh merasakan pegal linu dan berbagai penyakit pun mulai bermunculan. Melansir dari sleepfoundation, ternyata tubuh yang kekurangan jatah istirahat tidak hanya ditunjukkan dengan penyakit saja. Kebutuhan tubuh untuk beristirahat pun bukan hanya sekadar tidur melainkan resfreshing dengan pergi liburan atau menyalurkan hobi.

Baca juga:

Daylight Saving Time Sebabkan Defisit Waktu Istirahat

Kamu wajib recharge baik itu energi fisik maupun psikis yang telah habis terkuras. Apa saja ya pertanda tubuh kurang istirahat? Simak nih.

1. Pikun

4 Tanda Kamu Kurang Memanfaatkan Waktu Istirahat
Mudah lupa terhadap sesuatu. (Foto: Pixabay/Peggy_Marco)

Tidur tidak hanya berfungsi untuk mengembalikan energi yang telah hilang, tetapi juga menjaga kekuatan memori di dalam otak.

Kemampuan kognitif dalam berpikir dan menyimpan memori jangka panjang dipengaruhi oleh kualitas tidur. Hal ini tentunya akan memengaruhi proses belajar dan bekerja.

2. Sensian

4 Tanda Kamu Kurang Memanfaatkan Waktu Istirahat
Dikit-dikit marah. (Foto: Pixabay/RobinHiggins)

Tanpa disadari, kekurangan waktu tidur akan memengaruhi kondisi emosional seseorang. Sebenarnya tubuh akan merasa tidak nyaman ketika tidak beristirahat secara maksimal.

Namun, kegiatan sehari-hari tidak bisa ditunda. Akibatnya kamu jadi mudah sensian deh kepada teman atau kolega kantor walaupun hanya diajak becanda.

Baca juga:

Luangkan Waktu untuk Beristirahat Biar Tetap Waras

3. Malas bersosialisasi

4 Tanda Kamu Kurang Memanfaatkan Waktu Istirahat
Enggan berinteraksi dengan orang lain. (Foto: Pixabay/Graehawk)

Selain sensian, tubuh yang terasa tidak nyaman juga akan membuat dirimu malasa bersosialisasi. Kurang waktu istirahat bisa bikin kamu jadi orang yang ansos alias anti sosial. Tentu saja berinteraksi dengan orang lain membutuhkan energy penuh serta suasana hati yang bagus bukan?.

4. Berat badan naik turun secara drastis

4 Tanda Kamu Kurang Memanfaatkan Waktu Istirahat
Berat badan menjadi tak stabil. (Foto: Pixabay/mojzagrebinfo)

Biasanya nih, orang tidak menyadari penyebab susah sekali memiliki berat badan di angka ideal. Setiap hari sudah konsumsi makanan sehat dan bergizi. Berbagai jenis cardio dan workout pun sudah dijajal. Kurang apalagi sih? Itu tandanya kamu membutuhkan waktu istirahat lebih lama. Yuk mulai perhatikan jam tidur yang baik. (mar)

Baca juga:

Istirahat Malam Kurang Total? Coba 5 Kiat ini untuk Mendapatkan Tidur Berkualitas

#Istirahat Berkualitas #Kesehatan #Kualitas Tidur #Tidur #Info Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan