Bahaya DBD di Musim Pancaroba
Wapadai nyamuk DBD. (Foto: Pixabay/mikadago)
SAAT ini musim sedang memasuki pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Di musim pancaroba ini, penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) harus ekstra diwaspadai, selain tetap siaga COVID-19 tentunya.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi pun mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit DBD saat musim pancaroba sekarang ini. Pasalnya, potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti saat musim peralihan ini biasanya meningkatkan. Di mana sumber virus dangue itu biasanya berkembang pada kubangan air.
Baca juga:
Mengapa Perempuan Rentan Depresi?
"Musim parlaihan kemarau ke hujan atau sebaliknya biasanya lebih banyak nyamuk dan kasus DBD meningkat dibanding musim kemarau panjang," kata staf Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi Eka Febriana, baru-baru ini.Dinas Kesehatan Kota Cimahi merilis hingga Agustus 2021 sudah ada 79 warga Kota Cimahi yang terinfeksi DBD. Dari puluhan kasus tersebut, 6 orang di antaranya harus meregang nyawa.
Eka mengatakan, untuk mencegah kasus DBB di tengah pandemi COVID-19 ini, pihaknya bersama petugas di lapangan terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap sebagai penyakit. Di antaranya demam berdarah.
Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya. "Jadi memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada kasus DBD, jadi kita endemis," ujarnya.
Baca juga:
Anak Butuh Susu Mengandung Arginin dan Vitamin K2 agar Tumbuh Optimal
Pihaknya meminta masyarakat menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.
Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.
"Bukan cuma rumah, tapi juga di halaman sekitar rumah. Soalnya saat ini kalau bukan kita sendiri (melakukan PSN), enggak akan ada yang meriksa. Jadi periksa jentik di rumah sendiri," imbuh Eka.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga sudah membagikan larvasida lewat Puskesmas yang ada di Kota Cimahi. Larvasida adalah zat yang dapat digunakan untuk membunuh larva nyamuk.
"Larvasida yang dibagikan sudah dari pertengahan awal tahun. Tapi belum ada laporan kekurangan dari Puskesmas sampai saat ini," pungkasnya. (Imanha/Jawa Barat)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk