Bahaya DBD di Musim Pancaroba

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 15 Oktober 2021
Bahaya DBD di Musim Pancaroba

Wapadai nyamuk DBD. (Foto: Pixabay/mikadago)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT ini musim sedang memasuki pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Di musim pancaroba ini, penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) harus ekstra diwaspadai, selain tetap siaga COVID-19 tentunya.

Dinas Kesehatan Kota Cimahi pun mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit DBD saat musim pancaroba sekarang ini. Pasalnya, potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti saat musim peralihan ini biasanya meningkatkan. Di mana sumber virus dangue itu biasanya berkembang pada kubangan air.

Baca juga:
Mengapa Perempuan Rentan Depresi?

"Musim parlaihan kemarau ke hujan atau sebaliknya biasanya lebih banyak nyamuk dan kasus DBD meningkat dibanding musim kemarau panjang," kata staf Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi Eka Febriana, baru-baru ini.Dinas Kesehatan Kota Cimahi merilis hingga Agustus 2021 sudah ada 79 warga Kota Cimahi yang terinfeksi DBD. Dari puluhan kasus tersebut, 6 orang di antaranya harus meregang nyawa.

Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan DBD. (Foto: Dok. Pemkot Cimahi)
Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan DBD. (Foto: Dok. Pemkot Cimahi)



Eka mengatakan, untuk mencegah kasus DBB di tengah pandemi COVID-19 ini, pihaknya bersama petugas di lapangan terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap sebagai penyakit. Di antaranya demam berdarah.

Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya. "Jadi memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada kasus DBD, jadi kita endemis," ujarnya.

Baca juga:

Anak Butuh Susu Mengandung Arginin dan Vitamin K2 agar Tumbuh Optimal

Pihaknya meminta masyarakat menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

Wapadai nyamuk DBD di musim pancaroba. (Foto: Pixabay/nuzree)
Wapadai nyamuk DBD di musim pancaroba. (Foto: Pixabay/nuzree)



"Bukan cuma rumah, tapi juga di halaman sekitar rumah. Soalnya saat ini kalau bukan kita sendiri (melakukan PSN), enggak akan ada yang meriksa. Jadi periksa jentik di rumah sendiri," imbuh Eka.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga sudah membagikan larvasida lewat Puskesmas yang ada di Kota Cimahi. Larvasida adalah zat yang dapat digunakan untuk membunuh larva nyamuk.

"Larvasida yang dibagikan sudah dari pertengahan awal tahun. Tapi belum ada laporan kekurangan dari Puskesmas sampai saat ini," pungkasnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca juga:

Cegah Stunting dengan Growthpedia

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan