Parenting

Anak Butuh Susu Mengandung Arginin dan Vitamin K2 agar Tumbuh Optimal

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 15 Oktober 2021
Anak Butuh Susu Mengandung Arginin dan Vitamin K2 agar Tumbuh Optimal

Pertumbuhan anak harus optimal. (Foto: Unsplash/Alvin Mahmudov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA masa kanak-kanak pertumbuhan terjadi secara sangat cepat. Asupan nutrisi yang tepat menjadi begitu penting pada masa ini. Oleh karena itu, anak butuh asupan susu yang mengandung Arginin dan Vitamin K2. Kedua kandungan ini dapat mengoptimalkan potensi pertumbuhan anak-anak.

Arginin adalah asam amino penting yang memainkan peran dalam pertumbuhan tinggi badan. Zat ini memicu multiplikasi sel pada lempeng pertumbuhan tulang untuk membantu tulang tumbuh lebih panjang. "Asupan Arginin yang rendah diasosiasikan dengan pertumbuhan tinggi badan yang lebih lambat," ungkap Medical Director Abbott Nutrition Business in Pacific Asia, Dr. Jose Dimaano Jr dalam temu pers daring, Kamis (14/10).

Baca Juga:

Cegah Stunting dengan Growthpedia

Sedangkan Vitamin K2 ialah nutrisi penting yang membantu menyalurkan dan mengikat kalsium ke tulang. Dengan begitu, Vitamin K2 pada akhirnya akan memicu pertumbuhan tulang yang kuat.

Beri anak asupan susu sejak dini. (Foto: Unsplash/Ron Lach)

Undernutrition atau kekurangan nutrisi adalah masalah umum secara global yang dapat memberi dampak kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Termasuk di Indonesia, lebih dari 1 dari setiap 4 anak mengalami stunting akibat kekurangan nutrisi.

Kekurangan nutrisi meliputi berbagai permasalahan dalam pertumbuhan anak seperti: berat badan kurang atau underweight; tengkes atau stunting; wasting atau berat badan rendah jika dibandingkan dengan tinggi badan; serta defisiensi mikronutrisi.

Baca Juga:

Membangun Generasi Platinum Lewat Nutrisi dan Stimulasi

Jika tidak segera ditangani pada usia dini, kondisi ini dapat membawa konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki. Intervensi pada rentang usia dini harus segera dilakukan untuk mencegah pertumbuhan yang terhambat, daya tahan tubuh yang rendah, dan perkembangan kognitif tidak optimal di masa depan.

Cegah stunting pada anak. (Foto: Unsplash/Bess Hamiti)

Pada kesempatan sama, Dokter Anak Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolis RSUP Fatmawati, Dr. dr. Lanny C. Gultom, Sp.A(K) mengatakan bahwa kekurangan nutrisi dapat terjadi di semua anak. Ia menyarankan agar orang tua mulai memerhatikan status pertumbuhan dan nutrisi anak mereka. "Situasi pandemi saat ini juga telah membuat pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala di fasilitas kesehatan lebih terbatas bagi para orang tua," ujarnya.

Lanny menyatakan anak butuh dukungan secara konsisten dalam hal pemenuhan nutrisi. Tidak seperti anggapan pada umumnya, pengaruh genetika terhadap tinggi badan mulai dari bayi hingga usia balita sangat kecil. "Nutrisi dan faktor lingkungan seperti kebersihan dan olahraga berperan jauh lebih besar," tambahnya.

Susu Pediasure dengan formula baru memiliki kandungan Arginin dan Vitamin K2. (ikh)

Baca Juga:

Sering Dianggap Sama, Stunting dan Pendek Ternyata Berbeda

#Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Bagikan