Teknologi

Cegah Stunting dengan Growthpedia

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 29 Agustus 2020
Cegah Stunting dengan Growthpedia

Stunting pada anak memiliki dampak jangka panjang (Foto: Pexels/samer daboul)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

STUNTING, salah satu bentuk malnutrisi merupakan masalah sosial dan ekonomi yang terus berlanjut di Indonesia. Sebanyak 27,67 persen atau sekitar 1 dari 4 anak di bawah usia lima tahun tidak tumbuh ideal.

Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. Jika tidak ditangani, anak beresiko tidak mencapai potensi pertumbuhan optimal. Efek jangka panjangnya akan berdampak pada kesehatan, performa di sekolah, dan di dunia kerja.

Baca juga:

Sering Dianggap Sama, Stunting dan Pendek Ternyata Berbeda

Kini, untuk mengetahui apakah anak mengalami malnutrisi, Abbott meluncurkan Growthpedia. Alat pengukur tinggi badan dan penyedia kiat gizi online ini berfokus untuk mendukung orang tua dalam membantu anak tumbuh optimal.

"Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan yang ketat," kata Dr.dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak bidang Nutrisi dan Metabolik dalam keterangan resminya.

Menurut Dokter yang berpraktek di RS Pantai Indah Kapuk itu, pertumbuhan linear yang terjadi pada lempeng pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Contohnya seperti gen, hormon, dan nutrisi.

Anak membutuhkan nutrisi tepat (Foto: Pexels/Jill Wellington)

Oleh karena itu, penting bagi orang tua dalam mempersiapkan pondasi yang kuat untuk pertumbuhan optimal otak, dan tulang demi masa depan anak. "Orang tua dapat memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan nutrisi yang tepat dan kuat didapatkan sejak dini," tambahnya.

Kunci untuk mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini adalah melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur. Sayangnya, survei terbaru terhadap 1.221 orang tua Indonesia mengungkapkan 56 persen responden tidak mengukur dan memantau tinggi badan anak mereka secara teratur.

Baca juga:

Membangun Generasi Platinum Lewat Nutrisi dan Stimulasi

Angelico Escobar, Head of Abbott Nutrition International (ANI), mengatakan masih ada orang tua yang kurang mengetahui ukuran dan berat badan anak yang tepat. Mereka juga tidak memahami apakah sang buah hati sudah mendapatkan nutrisi cukup.

Teknologi praktis seperti Growthpedia, memungkinkan orang tua memantau pertumbuhan anak dengan nyaman menggunakan perangkat elektronik apa pun di rumah. "Pada saat yang sama orang tua akan mendapatkan tips tentang nutrisi dan makanan bergizi untuk membantu anak-anak mereka tetap aktif dan sehat," ujar Escobar.

Growthpedia menawarkan dua pilihan bagi orang tua untuk mengukur dan melacak pertumbuhan anak mereka.(Foto: Pexels/Helena Lopes)

Alat ukur digital Growthpedia menawarkan dua pilihan bagi orang tua untuk mengukur dan melacak pertumbuhan anak mereka.

Pertama dengan fitur Growth Tracker untuk memasukkan data tinggi badan, berat badan, tinggi orang tua, dan tanggal lahir anak. Dengan begitu, orang tua akan mengetahui status pertumbuhan anak dan rekomendasi nutrisi yang sesuai.

Kemudian, fitur Filter Growth Augmented Reality (AR) berfungsi untuk memeriksa status pertumbuhan anak. Dengan memanfaatkan filter Instagram, orang tua dapat berbagi langsung di halaman media sosial. (ikh)

Baca juga:

Manfaat dan Efek Samping Mengonsumsi Susu Nabati

#Kandungan Nutrisi #Pertumbuhan Anak #Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan