Bagi Beras 5 Kg, Cara Pemkot Solo Bujuk Warga Agar Mau Divaksin

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 13 November 2021
Bagi Beras 5 Kg, Cara Pemkot Solo Bujuk Warga Agar Mau Divaksin

Seorang pelajar mendapatkan beras setelah divaksin. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, membuat terobosan baru untuk menuntaskan vaksinasi. Terobosan tersebut berupa pemberian beras bagi warga yang mau divaksin dengan datang ke fasilitas kesehatan (faskes).

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, berbagai upaya dilakukan DKK Solo untuk menuntaskan capaian vaksinasi di Kota Bengawan. Salah satunya dengan memberikan beras 5 kilogram kepada warga yang mau datang divaksin difasilitas kesehatan.

Baca Juga

Akhir Pekan, Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Capai 6.995 Orang

"Kami perlu membuat terobosan baru untuk mempercepat vaksinasi dengan memberikan beras kepada warga yang mau datang ke faskes untuk divaksin," kata Ning, Sabtu (13/11).

Diakuinya, pada awal program vaksinasi banyak warga datang berbondong-bondong di sentra vaksinasi. Namun, seiring berjalannya waktu tinggal sedikit warga yang belum divaksin justru enggan datang ke sentra vaksinasi ataupun faskes.

"Kita perlu kerja keras menuntaskan program percepatan vaksinasi. Salah satunya memberikan beras pada warga yang mau divaksin," kata dia.

Program lainya dalam mempercepat vaksinasi, kata dia, melakukan vaksinasi pada malam hari dan vaksinasi door to door. Namun saat ini cara tersebut mulai tak efektif.

“Makanya kemarin selama dua minggu ke belakang kita coba beri beras untuk warga yang datang vaksinasi ke puskesmas. Dan ternyata cukup efektif. Jumlah yang datang untuk divaksin meningkat dari sebelumnya,” ujarnya.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih. (MP/Ismail)

Hanya saja, lanjutnya, karena jumlah beras yang diberikan terbatas, maka program tersebut hanya bisa berjalan selama dua minggu saja. Dan bisa ditebak antusiasme warga untuk divaksin kembali berkurang.

“Beras yang kita berikan jumlahnya terbatas hanya 3.400 paket dan itu merupakan sisa beras dari program vaksinasi massal bekerja sama dengan HIPMI," kata dia.

Ning mengatakan pihaknya berencana akan kembali mengadakan vaksinasi berhadiah beras bagi warga yang datang ke puskesmas. Mengingat cara yang sebelumnya dilakukan terbukti efektif.

“Rencananya mau mengajukan ke Pemkot untuk hadiah berasnya. Semoga bisa dapat, karena jika hanya mengandalkan cara yang biasa akan sulit untuk mengejar vaksinasi warga Solo 100 persen,” ucapnya.

Terkait capaian vaksinasi, Ning mengatakan saat ini untuk vaksinasi umum sudah mencapai 127,25 persen dari target sebanyak 417.151 sasaran. Namun dari jumlah tersebut, untuk warga ber-KTP Solo sebanyak 400.979 orang atau baru 96,12 persen.

“Sisa warga KTP Solo yang belum divaksin sebanyak 16.172 orang atau 3,88 persen ini bisa segera tervaksin," pungkasnya.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengakui jika untuk mengejar target 100 persen vaksinasi warga ber-KTP Solo bukan hal yang mudah. Banyak kendala yang terjadi di lapangan yang membuat target 100 persen sulit terealisasi.

"Kalau misal butuh beras ya tidak apa-apa dikasih. Pelan-pelan kita dekati agar warga mau divaksin," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Kader PDIP Solo Beri Kaos Bergambar Banteng Celeng, Ganjar Tutupi dari Wartawan

#Pemkot Solo #Vaksinasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Revitalisasi Taman Sriwedari kini menuai polemik. Ahli waris memperingatkan Pemprov Solo agar tidak mengganggu lahan sengketa.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Indonesia
Showcase MBG Solo Diserbu Warga, Ribuan Porsi Ludes di CFD
Showcase MBG II di Solo ramai diserbu warga. Ribuan porsi pun ludes ketika diserbu warga saat CFD pada Minggu (10/5).
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
Showcase MBG Solo Diserbu Warga, Ribuan Porsi Ludes di CFD
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Indonesia
Sidak Jelang Lebaran 2026, Pemkot Solo Temukan Makanan Kedaluwarsa dan Kemasan Rusak di Pasar
Pemkot Solo menemukan makanan kedaluwarsa dan kemasan rusak saat sidak pangan. Inspeksi ini dilakukan menjelang Lebaran 2026.
Soffi Amira - Jumat, 13 Maret 2026
Sidak Jelang Lebaran 2026, Pemkot Solo Temukan Makanan Kedaluwarsa dan Kemasan Rusak di Pasar
Indonesia
Pemkot Solo Buka Posko Aduan THR, Perusahaan Wajib Bayar H-7 Lebaran 2026
Pemkot Solo membuka posko aduan THR 2026. Perusahaan pun wajib membayar THR maksimal H-7 Lebaran 2026.
Soffi Amira - Jumat, 27 Februari 2026
Pemkot Solo Buka Posko Aduan THR, Perusahaan Wajib Bayar H-7 Lebaran 2026
Indonesia
Rio Haryanto Buka Suara soal ASN Solo Bocorkan Data Pribadinya, Serahkan Kasus ke Pemkot
Rio Haryanto buka suara soal ASN Solo yang membocorkan data pribadinya. Ia pun menyerahkan kasus ini ke Pemkot Solo.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Rio Haryanto Buka Suara soal ASN Solo Bocorkan Data Pribadinya, Serahkan Kasus ke Pemkot
Indonesia
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Pemkot Solo siap merekrut 286 tenaga pendidik pada tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya krisis tenaga pendidik akibat pensiun.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Krisis Guru, Pemkot Solo Siap Rekrut 286 Tenaga Pendidik Kontrak
Indonesia
Pemkot Solo Mulai Uji Coba WFA untuk ASN, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan
Pemerintah Kota Solo mulai uji coba Work From Anywhere (WFA) bagi ASN di 9 OPD. Kebijakan ini terkait efisiensi anggaran dan evaluasi kinerja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Pemkot Solo Mulai Uji Coba WFA untuk ASN, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan
Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Bagikan