Sejumlah Proyek Infrastruktur Molor, Pemkot Solo Ancam Beri Sanksi Tegas Kontraktor yang Nakal

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 25 September 2025
Sejumlah Proyek Infrastruktur Molor, Pemkot Solo Ancam Beri Sanksi Tegas Kontraktor yang Nakal

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono. Foto: MerahPutih.com/Ismail

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemkot Solo mencatat sejumlah temuan keterlambatan proyek infrastruktur bernilai besar dalam beberapa waktu terakhir.

Proyek tersebut tersebar di sejumlah titik. Pemkot Solo pun bakal memberikan sanksi tegas bagi perusahaan yang telat dalam menyelesaikan tanggung jawab.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono mengatakan, potensi keterlambatan proyek fisik sudah masuk ke Pemkot Solo.

Pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut agar keterlambatan proyek fisik tidak semakin parah.

Baca juga:

Monumen Maestro Gesang tak Terawat, Pemkot Solo Siapkan DED Revitalisasi

“Kami terima laporan sejumlah proyek infrastruktur yang terindikasi molor dan jumlahnya lebih dari satu titik. Berapa persen keterlambatan masih dihitung dan dapat merugikan Pemkot Solo,” ujar Budi, Rabu (24/9).

Ia menyebutkan, keterlambatan itu diketahui sejak laporan progres pada Agustus 2025. Atas dasar tersebut, pihaknya akan mengkaji besaran keterlambatan dan evaluasi terhadap kontraktor sebelum mengambil tindakan.

“Keterlambatan yang dicatat itu akan dimintakan kesanggupan dari pihak kontraktor, jika tidak sanggup selesaikan sesuai jadwal penandatanganan kontrak kami akan diputus kontrak dan diserahkan ke kontraktor lainnya,” kata dia

"Kalau sudah sangat terlambat sekali ada opsi untuk memutus kontrak dan disertai sanksi dan denda. Nanti kita cari penyedia jasa lain untuk melanjutkan," tambahnya.

Baca juga:

Atap Gedung Pemkab Brebes Ambruk, Ahmad Luthfi Minta Segera Dilakukan Investigasi

Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, meminta pihak ketiga yang menggarap proyek fisik yang bekerja sama dengan Pemkot harus bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik.

“Kalau tidak selesai ya kita blacklist, harus setiti dan ati-ati dalam memilih rekanan. Ini jadi pelajaran tim lelang beserta POD terkait,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

#Pemkot Solo #Proyek Infrastruktur #Pembangunan #Proyek
Bagikan
Ditulis Oleh

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Lulusan Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari berita nasional, olahraga, teknologi, hiburan, gaya hidup, hingga isu-isu yang sedang menjadi perhatian.

Berita Terkait

Indonesia
KAMAKSI Geruduk Kantor Citata DKI, Desak Penertiban Bangunan Tanpa SLF
KAMAKSI menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) DKI Jakarta atau Citata, Kamis (11/6).
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
KAMAKSI Geruduk Kantor Citata DKI, Desak Penertiban Bangunan Tanpa SLF
Indonesia
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan
Pembangunan di Papua harus dibaca secara lebih objektif, yaitu sebagai bagian dari upaya negara memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, pemerataan pembangunan, penguatan infrastruktur, serta perlindungan kedaulatan nasional di wilayah timur Indonesia.
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan
Indonesia
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Revitalisasi Taman Sriwedari kini menuai polemik. Ahli waris memperingatkan Pemprov Solo agar tidak mengganggu lahan sengketa.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Indonesia
MRT Jakarta Fase 2A Capai 59 Persen, Pramono Sebut Stasiun Harmoni Beroperasi Akhir 2027
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A kini sudah mencapai 59 persen. Stasiun MRT Harmoni ditargetkan beroperasi akhir 2027.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
MRT Jakarta Fase 2A Capai 59 Persen, Pramono Sebut Stasiun Harmoni Beroperasi Akhir 2027
Indonesia
Showcase MBG Solo Diserbu Warga, Ribuan Porsi Ludes di CFD
Showcase MBG II di Solo ramai diserbu warga. Ribuan porsi pun ludes ketika diserbu warga saat CFD pada Minggu (10/5).
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
Showcase MBG Solo Diserbu Warga, Ribuan Porsi Ludes di CFD
Indonesia
DPR Soroti 30 Tahun Otonomi Daerah: Momentum Konsolidasi Bukan Sekadar Evaluasi
Tiga dekade pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia menjadi sorotan DPR RI.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 April 2026
DPR Soroti 30 Tahun Otonomi Daerah: Momentum Konsolidasi Bukan Sekadar Evaluasi
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Indonesia
4 Pekerja Tewas Terjatuh ke Ground Tank Proyek di Jagakarsa, Diduga Minim Alat Keselamatan
Empat pekerja tewas terjatuh ke ground tank proyek di Jagakarsa pada Jumat (3/4). Keempatnya mengalami sesak napas.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
4 Pekerja Tewas Terjatuh ke Ground Tank Proyek di Jagakarsa, Diduga Minim Alat Keselamatan
Indonesia
Sidak Jelang Lebaran 2026, Pemkot Solo Temukan Makanan Kedaluwarsa dan Kemasan Rusak di Pasar
Pemkot Solo menemukan makanan kedaluwarsa dan kemasan rusak saat sidak pangan. Inspeksi ini dilakukan menjelang Lebaran 2026.
Soffi Amira - Jumat, 13 Maret 2026
Sidak Jelang Lebaran 2026, Pemkot Solo Temukan Makanan Kedaluwarsa dan Kemasan Rusak di Pasar
Indonesia
Dirut PAM Jaya Ungkap Masih Ada Kantor Pemerintahan di Jakarta yang Pakai Air Tanah
Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, masih banyak gedung pemerintahan di Jakarta yang menggunakan air tanah.
Soffi Amira - Kamis, 12 Maret 2026
Dirut PAM Jaya Ungkap Masih Ada Kantor Pemerintahan di Jakarta yang Pakai Air Tanah
Bagikan