Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan

Frengky AruanFrengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan

Presiden Prabowo Subianto bersama warga Papua. (Dok. Partai Gerindra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merah putih.com - Fiilm dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” menjadi sorotan publik belakangan ini. Khsusunya soal pembangunan di wilayah Papua.

Aktivis masyarakat sipil sekaligus Ketua Umum Perkumpulan ZARKA (Zirah Amanat Rakyat untuk Keadilan), Teuku Z. Arifin menilai, pembangunan di Papua harus dibaca secara lebih objektif, yaitu sebagai bagian dari upaya negara memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, pemerataan pembangunan, penguatan infrastruktur, serta perlindungan kedaulatan nasional di wilayah timur Indonesia.

Menurut Arifin, sangat tidak tepat apabila proyek pangan dan energi di Papua langsung diberi label sebagai bentuk “kolonialisme” tanpa membedah secara proporsional tujuan, dasar kebijakan, kebutuhan nasional, serta tantangan faktual yang dihadapi pemerintah di lapangan.

Ia mengingatkan bahwa Papua bukan hanya ruang ekologis dan kultural, tetapi juga bagian sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata, baik melalui pembangunan jalan, pelabuhan, listrik, sistem pertanian, fasilitas publik, pengamanan wilayah, maupun pendampingan masyarakat.

“Logikanya harus adil. Ketika negara tidak hadir di Papua, negara dituduh abai. Tetapi ketika negara hadir membangun infrastruktur, pangan, energi, dan pengamanan, negara dituduh menjajah. Ini cara pandang yang tidak seimbang. Yang perlu dikritisi adalah tata kelola dan pelaksanaannya, bukan serta-merta menolak kehadiran negara,” ujar Arifin di Jakarta, Minggu (31/5).

Baca juga:

Rapat Paripurna DPD RI Setujui Pembentukan Pansus Papua

Ia menilai, narasi yang terlalu menyudutkan negara dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, terutama apabila TNI AD digambarkan hanya sebagai alat intimidasi.

Padahal, kata Arifin, TNI AD memiliki mandat konstitusional untuk menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta mendukung stabilitas nasional.

Dalam konteks Papua, kehadiran TNI AD juga harus dilihat dari fungsi pembinaan teritorial, pengamanan wilayah perbatasan, pendampingan masyarakat, dukungan logistik, pengamanan objek strategis, serta kontribusi dalam program ketahanan pangan.

Arifin memberikan apresiasi kepada prajurit TNI AD yang bertugas di Papua. Menurutnya, para prajurit bekerja dalam kondisi geografis dan sosial yang tidak mudah, menghadapi medan yang berat, keterbatasan akses, tantangan keamanan, serta kompleksitas hubungan antara pembangunan, masyarakat adat, dan kepentingan nasional.

Karena itu, ia menilai tidak adil apabila pengabdian TNI AD hanya dipotret melalui narasi tunggal yang menempatkan mereka sebagai pihak yang berhadapan dengan rakyat.

Kritik boleh, tetapi jangan sampai berubah menjadi delegitimasi terhadap institusi negara,

tegasnya.

Arifin juga menyoroti bahwa program ketahanan pangan di Papua, khususnya di kawasan Merauke dan Papua Selatan, lahir dari kebutuhan strategis Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dan energi.

Baca juga:

Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga

Menurutnya, di tengah ketidakpastian global, konflik geopolitik, perubahan iklim, dan ancaman krisis pangan dunia, negara wajib memiliki keberanian membangun basis produksi pangan nasional.

Oleh sebab itu, setiap langkah pemerintah untuk memperkuat cadangan pangan harus dikawal secara kritis, tetapi tidak boleh langsung ditolak dengan stigma politik yang berlebihan.

Ia menyatakan, Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk ratusan juta jiwa tidak mungkin terus bergantung pada impor pangan.

Negara membutuhkan lahan produksi, sistem irigasi, teknologi pertanian, tenaga kerja, infrastruktur pendukung, serta keamanan wilayah agar program ketahanan pangan dapat berjalan.

Dalam konteks tersebut, Papua memiliki posisi strategis karena luas wilayah dan potensi sumber dayanya. Namun, potensi tersebut harus dikelola dengan pendekatan yang adil, partisipatif, dan menghormati hak masyarakat adat.

Meski demikian, Arifin menegaskan bahwa dukungan terhadap negara dan TNI AD bukan berarti mengabaikan hak masyarakat adat Papua.

Ia menilai, pemerintah tetap wajib memastikan bahwa setiap pembangunan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, konsultasi yang bermakna, perlindungan lingkungan hidup, pemetaan hak ulayat, kompensasi yang adil, serta pelibatan masyarakat lokal sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.

Papua harus dibangun dengan hati, hukum, dan keadilan. Hak masyarakat adat wajib dihormati, lingkungan wajib dijaga, tetapi kedaulatan negara juga wajib dipertahankan.TNI AD adalah alat negara yang bertugas menjaga keutuhan bangsa,

jelas dia. (Knu)
#Pembangunan #Pangan #Energi #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun, Jadi Kunci Ketahanan Pangan hingga Energi Hijau
Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan di lima provinsi dengan total anggaran Rp9,79 triliun. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung irigasi puluhan ribu hektare lahan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun, Jadi Kunci Ketahanan Pangan hingga Energi Hijau
Indonesia
BRIN Temukan Cadangan Emas Baru Raksasa di Papua, Prabowo Sumringah
residen Prabowo Subianto umumkan temuan cadangan emas dan mineral baru di Papua serta ladang gas besar di Masela, Natuna, dan Blok Andaman. Indonesia diyakini punya kekuatan energi di tengah krisis global.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
BRIN Temukan Cadangan Emas Baru Raksasa di Papua, Prabowo Sumringah
Indonesia
Luncurkan B50, Prabowo: Berdosalah Pemimpin Yang Berbohong Kepada Rakyat
Presiden juga mengatakan sejak sebelum dilantik dirinya telah menekankan kepada tim inti dan para penasihatnya pentingnya mewujudkan swasembada pangan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Luncurkan B50, Prabowo: Berdosalah Pemimpin Yang Berbohong Kepada Rakyat
Indonesia
Laka Lantas di Papua Tewaskan 59 Jiwa, Ribuan Orang Kena Tilang
Ditlantas Polda Papua mencatat 1.106 kasus kecelakaan lalu lintas semester I 2026 dengan 59 korban tewas. Ribuan pelanggar lalu lintas juga ditindak tilang.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Laka Lantas di Papua Tewaskan 59 Jiwa, Ribuan Orang Kena Tilang
Indonesia
DPR Soroti Kondisi Keamanan di Papua, Percaya TNI/ Polri Bisa Pulihkan Situasi
Peristiwa ini menunjukkan ancaman terhadap keamanan masyarakat masih nyata dan membutuhkan perhatian serius dari negara.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
DPR Soroti Kondisi Keamanan di Papua, Percaya TNI/ Polri Bisa Pulihkan Situasi
Indonesia
Jenazah Pilot Amerika Tewas di Papua Sudah Diserahkan ke Keluarga dan Maskapai
TNI menyerahkan jenazah pilot AMA Air, Nicholas F. Goseli, ke keluarga setelah dievakuasi dari lokasi penembakan di Yahukimo. Pelaku penyerangan OPM masih diburu.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Jenazah Pilot Amerika Tewas di Papua Sudah Diserahkan ke Keluarga dan Maskapai
Indonesia
Gerombolan Pembunuhan Pilot AS di Papua Masih Diburu, Diduga Kelompok Elkius Kobak
TPNPB-OPM menyerang pesawat AMA Air di Yahukimo, menewaskan pilot AS Nicholas Goselin. TNI evakuasi jenazah dan buru kelompok pimpinan Elkius Kobak. AS pantau situasi.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Gerombolan Pembunuhan Pilot AS di Papua Masih Diburu, Diduga Kelompok Elkius Kobak
Indonesia
450 Prajurit Satuan Tempur Asal Aceh Dikirim ke Boven Digoel Papua
Prajurit juga bakal menerapkan keterampilan di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
450 Prajurit Satuan Tempur Asal Aceh Dikirim ke Boven Digoel Papua
Indonesia
Polisi Kejar Pelaku Pembakaran Pesawat yang Dipiloti WNA Amerika Serikat di Papua
Satgas Ops Damai Cartenz segera melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Polisi Kejar Pelaku Pembakaran Pesawat yang Dipiloti WNA Amerika Serikat di Papua
Indonesia
Koops TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA Warga AS Ditembak KKB Papua
Pesawat nahas tersebut sebelumnya terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa penumpang, kata Wirya yang dihubungi dari Jayapura.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Koops TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA Warga AS Ditembak KKB Papua
Bagikan