Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bagaimana Lika-Liku Orang Indonesia Pergi Haji Sebelum Menggunakan Pesawat?

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 05 Juni 2022
Bagaimana Lika-Liku Orang Indonesia Pergi Haji Sebelum Menggunakan Pesawat?

Para jemaah haji asal Jawa berangkat menuju Tanah Suci menggunakan kapal laut. (Foto: Tropenmusem)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ROMBONGAN jemaah haji asal Indonesia hari ini (5/6) tiba di Madinah untuk melakukan perjalan suci ke Mekkah sebagai kelompok jemaah pertama setelah dua tahun urung berangkat haji karena pandemi.

“Hari ini kami menerima kelompok pertama jemaah haji tahun ini dari Indonesia, dan penerbangan akan dilanjutkan dari Malaysia dan India,” kata Ministry of Hajj and Umrah for Visit Affairs Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Abdul Rahman Al Bijawi pada saluran televisi Al-Ekhbariya, dilansir Al Jazeera.

Baca juga:

Tradisi "Besaran", Ziarah Makam Wali Dianggap Setara Naik Haji

Sebanyak 1.506 calon jemaah haji diterbangkan melalui tiga rute penerbangan, Jakarta-Madinah, Solo-Madinah, dan Padang-Madinah. Masing-masing penerbangan menggunakan pesawat A330-900 Neo (GA6101 & GA6102) dengan kapasitas 365 penumpang.

Perjalanan jemaah haji di masa kini jauh lebih cepat ketimbang sebelum menggunakan pesawat terbang. Butuh tempo berbulan-bulan bagi para jemaah haji masa lalu terombang-ambing gelombang di laut lepas, sembari menaruh harap tetap sehat dan selamat agar bisa tiba di Tanah Suci.

KH Abdussamad, jemaah haji asal Kalimantan Selatan, memberikan gambaran betapa perjalanan haji di masa lalu butuh perjuangan. Perjalanan haji Abdussamad kala itu terjadi di tengah masa revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan, bahkan beriringan juga dengan lahirnya fatwa tegas Ketua Umum Partai Masjumi KH Hasjim Asjari pada 1947, tentang tidak mewajibkan perjalanan haji bahkan dianggap haram selama perang berlangsung.

haji
Rombongan haji asal Aceh berfoto dengan dua konsul mereka di Jeddah. (Foto: Tropenmuseum)

Meski begitu, para jemaah tetap melaut menuju Mekkah. Abdussamad menceritakan gambaran keseharian para jemaah di atas kapal nan memuat 1.000 jemaah selama 6 bulan. Banyak jemaah hanya mendapat tempat berukuran 60 x 100 sentimeter. Sementara sekira 150 jemaah malah tak mendapat pembaringan. Masing-masing berusaha mencari tempat istirahat di bawah tangga, bahkan di balik mesin pengangkat.

Mereka bukan tinggal di bangsal kapal, melainkan palka tempat menaruh barang-barang. Sebagian jemaah bahkan mabuk laut karena diterjang ombak besar, ditambah hujan lebat sering turun berhari-hari.

Para jemaah menjadi lumrah melihat saban hari jenazah dilempar ke laut. “Sejak tinggal di Jeddah 3-4 hari dan sejak beberapa hari di lautan, hampir tiap-tiap hari ada saja saudara-saudara haji sampai ajalnya pergi, pulang menghadap Tuhannya,” tulis KH Abdussamad, pada Melawat ke Mekkah (Menunaikan Hadjdji), 1367 H, 1948.

Baca juga:

Hari Kedua Lebaran, Diponegoro Dijadikan Tahanan Negara (3)

Di lain pelayaran, di masa lebih awal dari perjalanan Abdussamad, Bupati Bandung RAA Wiranatakusumah, dalam Perdjalanan Saja ke Mekkah, turut pula menerakan kisah pilu para jemaah haji pada 1925.

Lagi-lagi, kisah ruang istirahat nan sempit kembali muncul. Di kapal, kapten membagi penumpang dalam kelompok sesuai kloter, masing-masing berisi 200 orang, dan sang bupati menjadi ketua rombongan jemaah Bandung.

Para jemaah, menurut kesaksian sang bupati, mendapat kamar sempit hingga berisi 15 orang, sampai sumpek-sumpekan pada satu kamar. Di salah satu kamar, terdapat sebuah keluarga, ibu dan bapak dengan empat anak. Mereka tinggal di ruang gelap, sempit, dan kotor. Terkadang derita mereka masih ditambah suara tangis sang anak.

Selain ruang istirahat, para jemaah pun tak cukup mendapat persediaan makanan. Mereka kemudian masak sendiri. Terkadang para tukang masak mencuri sebagian daging para jemaah kemudian dijual, dan air panas semestinya gratis pun dijual.

haji
Seorang haji asal Lampung berfoto bersama keluarganya. (Foto: Tropenmuseum)

“Kasihan anak-anak semuda itu telah terpaksa merasai kesempitan hidup di dunia lapang ini,” tulis Wiranatakusumah.

Pada perjalanan pulang, kisah pilu kembali berulang. Kapal Situbondo nan sudah siap membawa sang bupati dan para jemaah menuju Hindia tampak bersandar begitu lama padahal para jemaah sudah kepanasan berbondong-bondong antre mau masuk.

“Berjam-jam mereka berpanas menantikan pas-nya. Pegawai konsol itu bekerja dengan rajin dan sungguhnya. Akan tetapi karena mereka tidak berapa orang maka tiada dapatlah mereka menolong jemaah-jemaah itu dengan lekasnya,” tulis sang bupati.

Sang bupati mendapat cerita macam-macam dari teman sejawat di atas kapal saat perjalanan pulang. “Bilangan orang mati pun bertambah," tukas temannya. Wiranatakusumah melihat pula perbedaan para jemaah saat pulang lebih tertib ketimbang berangkat, meski hawa sangat panas.

Kapal pun angkat sauh. “Maka sangatlah rindunya saya akan kota tempat tumpah darah saya,” tutup sang bupati. (*)

Baca juga:

Meski Perang Jawa Libur Selama Puasa, Siasat Melumpuhkan Diponegoro Justru Gencar Dilakukan (1)

#Calon Haji #Jemaah Haji
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipersingkat, Arab Saudi Berikan Tambahan Slot Penerbangan
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah haji dengan menyediakan berbagai kemudahan selama berada di Tanah Suci
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipersingkat, Arab Saudi Berikan Tambahan Slot Penerbangan
Indonesia
90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Kemenhaj Pastikan Layanan Berlanjut hingga Kloter Terakhir
Kemenhaj mencatat sekitar 90 persen jemaah haji dan petugas telah kembali ke Indonesia. Sebanyak 184.322 orang sudah tiba, layanan tetap berjalan hingga kloter terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Kemenhaj Pastikan Layanan Berlanjut hingga Kloter Terakhir
Indonesia
Layanan Haji Selama Berada di Kota Suci Makkah Ditutup, Seluruh Jemaah Sudah di Madinah
UPG-43 ini menjadi penutup dari seluruh kloter yang ada di fase ataupun gelombang kedua
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Layanan Haji Selama Berada di Kota Suci Makkah Ditutup, Seluruh Jemaah Sudah di Madinah
Indonesia
135 Ribu Jemaah Haji Sudah Pulang ke Indonesia, Kemenhaj Kembali Imbau Soal Air Zamzam
Sebanyak 135.872 jemaah dan petugas haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air per 21 Juni. Kemenhaj kembali ingatkan soal membawa air zamzam.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
135 Ribu Jemaah Haji Sudah Pulang ke Indonesia, Kemenhaj Kembali Imbau Soal Air Zamzam
Indonesia
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Jadi Contoh
Kementerian Haji dan Umrah mengajak jemaah haji menjadikan kepulangan dari Tanah Suci sebagai awal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Jadi Contoh
Indonesia
Korban Dugaan Penipuan Biro Perjalan Umrah Hanania Makin Bertambah, Kerugian Capai Rp 35 Mliar
Hanania Travel diduga menggunakan taktik pemasaran dengan mengiming-imingi paket gratis umrah pada bulan Syawal bagi masyarakat yang bersedia langsung membayar DP haji. ​
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Korban Dugaan Penipuan Biro Perjalan Umrah Hanania Makin Bertambah, Kerugian Capai Rp 35 Mliar
Indonesia
Teknologi Baru, Jemaah Haji yang Tiba di Indonesia hanya Perlu Scan Biometrik saat Pemeriksaan Imigrasi
Kedatangan kloter SUB-56 ini merupakan yang perdana bagi jemaah haji Debarkasi Surabaya menikmati fasilitas pemeriksaan keimigrasian yang memanfaatkan teknologi verifikasi biometrik.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Teknologi Baru, Jemaah Haji yang Tiba di Indonesia hanya Perlu Scan Biometrik saat Pemeriksaan Imigrasi
Indonesia
Fase Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II, Kemenhaj Ingatkan Lagi Larangan Bawa Air Zamzam di Dalam Koper
Kemenhaj juga mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
Fase Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II, Kemenhaj Ingatkan Lagi Larangan Bawa Air Zamzam di Dalam Koper
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Badal Haji dan DAM Usai Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar
Anggota Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah memperketat pengawasan badal haji dan pembayaran DAM setelah terungkap dugaan penipuan senilai Rp 1,4 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Badal Haji dan DAM Usai Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar
Indonesia
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Lakukan Penipuan Badal Haji dan Dam, Kerugian Rp 1,4 Miliar
Praktik tersebut merugikan anggota jemaah. Kasus ini terungkap setelah adanya pengaduan dari anggota jamaah yang tidak menerima tanda terima resmi atau receipt dari Adahi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Lakukan Penipuan Badal Haji dan Dam, Kerugian Rp 1,4 Miliar
Bagikan