Tradisi "Besaran", Ziarah Makam Wali Dianggap Setara Naik Haji

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 03 Mei 2020
Tradisi

Orang Jawa naik haji di masa silam. (tropenmuseum)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KERUMUNAN orang berubel putih di Masjid Demak tampak berbeda. Mereka secara bergantian berjalan memutari masjid. Mulut mereka komat-kamit mengambulkan doa, berharap menjadi Haji mabrur.

Kaum muslimin, di abad 19, menurut R Soerdjana Tirtakoesoema “Beantwoording van der vragen gesteld door den Demak” Djawa XVII 1937, menganggap berziarah dan mengelilingi Masjid Demak sebanyak tujuh kali, sama dengan naik Haji ke Mekkah. Orang Jawa biasa menyebut ritual tersebut sebagai Besaran.

Baca juga: Didi Kempot Bikin Lagu 'Ojo Mudik' Kolaborasi dengan Wali Kota Solo

Gerak-gerik orang Jawa muslim untuk melaksanakan ibadah Haji di masa kolonial memang terganjal banyak permasalahan, mulai membutuhkan dana besar, lama perjalanan, masalah keamanan, hingga kebijakan Pemerintah Hindia Belanda.

Dengan segala keterbatasan, mereka mencari alternatif lain untuk pergi haji. Tanpa harus menapakan kaki di Mekkah, orang Jawa sudah merasa haji dengan melakukan prosesi Besaran.

Besaran
Foto masa lalu Kakbah. (pinimig)

Besaran dilakukan selama 10 hari, dari tanggal 1 hingga 10 Zulhijah. Para peziarah akan sembahyang dan mengaji di masjid Demak, serta menziarahi makam para wali, Sunan Kalijaga di desa Kadilangu. Ritual kemudian dimeriahkan dengan pasar malam di alun-alun.

Lantaran telah menjamur, para peziarah memberi anjuran agar “kiblat Mekkah diganti dengan kiblat Demak dan naik haji ke Mekkah deganti dengan haji ke Demak,” tulis surat kabar Soera Oemoem tahun 1903.

Baca juga: Pertahankan Imun, Pilih Takjil yang Sehat

Peralihan pusat spiritual Mekkah-Demak bahkan dianggap sebagai pertentangan ekonomi, kaya-miskin. Para peziarah makam wali, menurut Mufti M Mubarok pada buku Kaji Blangko: Berhaji di Tanah Jawa Tanpa ke Mekkah, merupakan ‘haji orang Jawa miskin’.

Disarankan agar para peziarah apabila beroleh gelar haji tidak menggunaka huruf H di depan nama, maka sepatutnya peziarah wali memakai gelar ‘Kaji Blangkon’ dengan sematan huruf K di depan nama mereka.

Besaran

Haji di masa lalu. (tropenmuseum)

“Menurut tradisi lain, empat puluh kali ziarah ke imogiri sama dengan naik haji,” tulis Michael F Laffan, Islamic Nationhood and Colonial Indonesia: The umma Below the Winds.

Tradisi peralihan ziarah makam lokal pengganti berhaji ke Mekkah tak terbatas pada pantai utara Jawa. Ritual serupa pun terdapat di Sumatera Barat, menurut sementara orang, tujuh kali menziarahi makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, sebelah utara kota Padang, sama dengan satu kali berhaji ke Mekkah.

Tradisi tersebut disebut basapa atau bersafar karena diadakan pada hari rabu setelah tanggal 10 Safar bertepatan dengan haul Syekh Burhanuddin (1699). Ulakan pun dianggap sebagai “Meka Ketek” (Mekkah Kecil).

Di Sulawesi Selatan, menziarahi sebuah situs di Gunung Bawakaraeng, sekira 75 km sebelah utara kota Makassar, pun dianggap ibadah haji. Para peziarah di masa musim haji tersebut kelak disebut “Haji Bawakaraeng”. (*)

Baca juga: 6 Bahan Makanan yang Wajib Dipunya saat Ramadan

#Puasa #Peziarah Makam #Virus Corona
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebaiknya mendahulukan puasa wajib.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Berita Foto
Tradisi Ziarah Kubur di Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Umat Muslim Kenang Handai Taulan
Umat Muslim berziarah ke makam sanak keluarga pada momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 21 Maret 2026
Tradisi Ziarah Kubur di Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Umat Muslim Kenang Handai Taulan
Lifestyle
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Hari ini puasa ke berapa? Minggu 8 Maret 2026 merupakan puasa ke-18 Ramadan 1447 H menurut penetapan Kementerian Agama Republik Indonesia. Simak juga jadwal imsakiyah hingga akhir Ramadan
ImanK - Minggu, 08 Maret 2026
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Lifestyle
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Apa itu fidyah dan bolehkah dibayar secara dicicil? Simak penjelasan lengkap tentang hukum fidyah, dalil Al-Qur’an, dan pendapat ulama terkait kewajiban ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?
Bagaimana hukum puasa bagi orang sakit dalam Islam? Simak penjelasan berdasarkan Al-Qur’an tentang kapan boleh berbuka, qadha puasa, hingga kewajiban fidyah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?
Fun
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Apakah puasa sambil main game seharian bisa membatalkan? Era digital ini menimbulkan pertanyaan baru soal hukum bermain game saat puasa.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Fashion
Cara Mudah Bebas dari Ancaman Dehidrasi Kulit Saat Puasa
Masalah dehidrasi kerap terjadi selama bulan Ramadan karena cairan yang masuk ke dalam tubuh jauh berkurang saat menjalani puasa.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Maret 2026
Cara Mudah Bebas dari Ancaman Dehidrasi Kulit Saat Puasa
Lifestyle
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Apakah obat tetes mata membatalkan puasa? Simak penjelasan ulama fikih dan dalilnya. Mayoritas ulama sebut: tidak membatalkan puasa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Apakah Menggunakan Inhaler Membatalkan Puasa?
Beberapa pengidap gangguan pernapasan membutuhkan obat seperti inhaler untuk melonggarkan pernapasan yang sesak.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Apakah Menggunakan Inhaler Membatalkan Puasa?
Lifestyle
Makna Imsak dalam Tradisi Ramadan, Bukan Cuma Sekadar Tanda Berhenti Makan
Makna Imsak ternyata bukan hanya sekadar tanda berhenti makan dan minum. Imsak menjadi sebuah simbol kesiapan sebelum memasuki waktu puasa.
Soffi Amira - Jumat, 27 Februari 2026
Makna Imsak dalam Tradisi Ramadan, Bukan Cuma Sekadar Tanda Berhenti Makan
Bagikan