Pertahankan Imun, Pilih Takjil yang Sehat

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2020
Pertahankan Imun, Pilih Takjil yang Sehat

Perhatikan menu takjil agar tetap sehat selama Ramadan. (foto: timeoutdubai)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APA yang paling kamu rindukan dari Ramadan? Pasti banyak yang menjawab aneka menu takjil yang menggiurkan. Enggak dimungkiri memang, gorengan dan sejumlah minuman manis jadi menu berbuka puasa paling favorit.

Namun, apa kamu sadar, menu takjil yang enggak memperhitungkan tingginya kadar gula dan lemak bisa dalam minuman manis dan gorengan bisa bikin kesehatan kamu drop. Padahal nih, daya tahan tubuh prima selama puasa di masa pandemi ini amat penting. Nah, biar tetap sehat selama menjalani saum sebulan penuh, kamu wajib sontek menu takjil sehat yang direkomendasikan Go-dok.

BACA JUGA: 6 Bahan Makanan yang Wajib Dipunya saat Ramadan


1. Es kelapa muda

kelapa muda
Air kelapa muda kaya natrium, kalsium, kalium, dan magnesium. (foto: pixabay)

Menahan dahaga selama kurang lebih dari 12 jam pasti membuat tubuh kekurangan cairan. Dalam kondisi dehidrasi, air kelapa muda menjadi minuman tepat bagi tubuh. Kandungan natrium, kalsium, kalium, dan magnesiumnya bisa mengganti cairan tubuh yang hilang ketika kamu berpuasa. Daging buah kelapa muda juga kaya akan serat dan antioksida juga baik untuk metabolisme tubuh.


2. Kurma

kurma
Jangan lupa makan 3-5 buah kurma saat berbuka. (foto: pixabay)

Kurma dan Ramadan memang seperti sejoli yang susah dipisah ya. Memang, buah ini menjadi takjil utama Nabi Muhammad untuk berbuka puasa. Hal itu tidak mengherankan mengingat tingginya kandungan glukosa pada buah kurma. Kandungan itu dapat menggantikan nutrisi yang hilang selama berpuasa. Jangan lupa untuk selalu konsumsi 3-5 butir kurma setiap berbuka puasa, ya.


3. Buah-buahan dan sayur-sayuran

Buah dan sayur wajib ada dalam menu buka puasa. (foto: pixabay)

Sayur dan buah-buahan pasti sehat untuk menu takjil. Kandungan vitamin dan mineral yang terdapat dalam buah dan sayur sangat penting dikonsumsi saat berbuka berpuasa, terutama untuk membantu mencegah sembelit dan menyiapkan lambung agar tidak kaget ketika menerima makanan yang masuk.

Baca Juga: Sumber Karbohidrat Alternatif ala Indonesia


4. Sup Buah

sup buah
Variasikan buah dalam sup buah. (foto: youtube)

Selain dimakan secara utuh, kamu juga bisa memakan buah yang divariasikan bersama sup buah. Kamu bisa mencampurkan stroberi, apel, nanas, kelapa muda, anggur, buah naga, dan blewah. Untuk menambahkan cita rasa, kamu bisa juga menambahkan sedikit sirup dan susu kental manis.


5. Puding

puding agar-agar
Puding agar-agar kaya serat. (foto: youtube)

Sajian ini mudah dibikin, banyak rasa, dan tentunya sehat. Puding yang terbuat dari ekstrak rumput laut dapat membantu membersihkan usus kamu juga melancarkan pencernaan. Puding juga dapat mempercepat metabolisme tubuh sehingga tubuh terhindar dari sembelit. Kandungan klorofil pada ganggang laut juga mengandung antioksidan, sehingga dapat mencegah paparan radikal bebas pada tubuh. Agar lebih nikmat, campurkan buah-buahan ke dalam puding. Namun ingat ya, kurangi penggunaan susu kental manis untuk mencegah lonjakan gula darah yang tinggi.


6. Timun suri

timun suri
Hindari sembelit selama puasa dengan timun suri. (foto: hellosehat)

Selain blewah, timun suri memang terkenal sebagai buah musiman karena banyak dijual ketika bulan Ramadan saja. Timun suri kaya serat dan kandungan airnya dapat menyegarkan tubuh serta mencegah sembelit. Kandungan gula alaminya, yaitu glukosa dan fruktosa, juga tidak menyebabkan lonjakan gula darah walaupun banyak dikonsumsi. Nah, dengan adanya gula alami pada buah itu, kamu tidak perlu lagi menambahkan gula ketika menyantapnya.

Enggak cuma sehat, semua pilihan takjil tadi pastilah amat menyegarkan.(*)

#Ramadan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan