Kenalkan Siskohat Nyawa Penyelenggaraan Haji Indonesia, Apa Itu?
Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (15/6/2025). ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU
MerahPutih.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan Siskohat merupakan tulang punggung sekaligus nyawa penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Sistem ini menjadi pusat kendali seluruh lini tugas mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia di tanah suci. Siskohat sendiri merupakan singkatan dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu.
Baca juga:
Haji Indonesia Pakai Skema Murur & Tanazul di Mina, Lebih Ramah Lansia
Fungsi dan Tugas Siskohat
Data adalah kunci utama dalam penyelenggaraan haji. Kecepatan pengolahan data menjadi krusial mengingat mobilitas jamaah yang tinggi di Tanah Suci.
Siskohat bertugas mengolah data yang luas, mulai dari kloter, manifes jamaah, hingga pergerakan jamaah di setiap Daerah Kerja (Daker).
“Tugas Siskohat ini bagian yang strategis perihal data. Data itu adalah bagian utama dari penyelenggaraan. Informasi harus akurat, terlaksana, dan benar-benar bisa digunakan dalam seluruh lini tugas,” kata Fasilitator Layanan Siskohat, Fahmi, saat pembekalan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M, Jakarta, dikutip Jumat (23/1).
Baca juga:
DPR Tegaskan Dana Haji Harus Steril Korupsi dan Dikelola Profesional
Petugas Haji Dituntut Bawel
Fahmi menyoroti tantangan terbesar petugas Siskohat adalah komunikasi dan daya tahan kerja, karena sistem harus berjalan 24 jam non-stop.
“Di setiap sektor harus ada minimal dua orang petugas Siskohat. Karena, mereka bekerja 24 jam, jadi dibagi dua shift masing-masing 12 jam. Sistemnya adalah komunikasi yang tidak boleh putus,” tuturnya, dilansir Antara.
Untuk itu, dia menekankan budaya kerja unik bagi petugas data, yaitu harus agresif mencari informasi namun tetap berkepala dingin. Keterlambatan input data bisa berakibat fatal bagi pengambilan keputusan pimpinan.
“Saya bilang petugas harus bawel. Jangan baper kalau ditagih data atau harus menagih data ke divisi lain. Data itu harus cepat,” tandas Fahmi.
Baca juga:
Diklat Petugas Haji 2026 Pakai Semimiliter, Biar Disiplin dan Tepis Isu Nebeng Haji
Operator Siskohat Pemain Lama
Untuk mengamankan operasional haji 2026, Kemenhaj menurunkan 23 personel inti yang berpengalaman, dengan jumlah yang akan ditambah sesuai kebutuhan pos vital.
Sektor Makkah yang memiliki 10 sektor membutuhkan setidaknya 20 petugas, sementara Madinah dengan lima sektor membutuhkan 10 petugas.
Mayoritas petugas adalah pemain lama dengan rekam jejak panjang dalam pengelolaan Siskohat, beberapa di antaranya telah mengabdi sejak era Kementerian Agama hingga transisi ke Kemenhaj. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
MBG Tetap Jalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bawa Pulang Menu Kering
Masjid Negara IKN Tinggal Kurang 2% Lagi, Sudah Bisa Dipakai Tarawih Ramadan
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
18-20 Februari Siswa Belajar di Luar Sekolah, Libur Lebaran 23-27 Maret
DPR Cecar Dewas BPKH Soal Transparansi Uang Jemaah, Nasib Uang Haji di Ujung Tanduk?
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
DPR Ingatkan Risiko Visa Haji Ilegal, jangan Pertaruhkan Nyawa demi Berangkat Cepat
Mayoritas Jemaah Haji Indonesia Masuk Kategori Risiko Tinggi, DPR Desak PPIH Perketat Layanan
Gugatan UU Haji Memanas di MK, PKB Tegaskan Kuota Tambahan Bukan Milik Pemerintah Sepihak