Parenting

Ayah Juga Bisa Maternal

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 18 November 2022
Ayah Juga Bisa Maternal

Naluri keibuan dan kebapakan mungkin merupakan konstruksi sosial. (Foto: freepik/user18526052)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMUS Besar Bahasa Indonesia mengartikan 'maternal' sebagai sifat yang berhubungan dengan ibu. Demikian pula paternal mengacu pada semua sifat yang berhubungan dengan ayah. Terminologi netral gender tentang pengasuhan belum dikenal dalam bahasa kita.

Kita cenderung menganggap naluri keibuan dan kemampuan keibuan sebagai karakteristik bawaan perempuan. Dalam bukunya Do Fathers Matter?, jurnalis Paul Raeburn menganggap hal itu sebagai pandangan sejarah terkait dengan masa ketika perempuan kelas menengah tinggal di rumah untuk membesarkan anak-anak mereka, sedangkan para ayah bekerja di luar rumah.

BACA JUGA:

Pentingnya Kedekatan Ayah dan Anak, Berpengaruh Pada Kecerdasan Si Kecil



Naluri keibuan dan kebapakan mungkin merupakan konstruksi sosial yang didasarkan pada bagaimana orangtua berinteraksi dengan anak-anak mereka di sebagian besar masyarakat. Profesor antropologi Barry S Hewlett dan rekannya mempelajari orang Aka Pygmy di Afrika Tengah. Dalam masyarakat mereka, ayah menghabiskan waktu paling banyak dalam kontak fisik yang dekat dengan bayi mereka. Ibu ialah pendisiplin. Ia menyimpulkan tidak ada pengasuhan bawaan khusus gender, kecuali untuk menyusui.



Neurobiologi Pengasuhan Anak

parenting
Tidak ada pengasuhan bawaan khusus gender, kecuali untuk menyusui. (Foto: freepik/jcomp)

JE Swain et al. mempelajari keterikatan orang tua pada ibu dan ayah dengan menggunakan pencitraan otak dan mengukur kadar hormon oksitosin. Mereka menemukan bahwa jaringan otak kortikal dan limbik mengatur respons orang tua terhadap bayi mereka. Area otak diubah terutama oleh hormon oksitosin.

Tangisan dan kontak visual dengan bayi merangsang jalur otak yang termodulasi oksitosin. Bick dan Dozier menemukan bahwa pelepasan oksitosin pada gilirannya sebagian menyebabkan peningkatan perhatian pada bayi, baik bayinya sendiri atau orang lain. Reaksi itu terjadi dalam kasus ibu dan ayah.

Kadar oksitosin meningkat pada ayah semakin banyak mereka berinteraksi dengan bayinya. Mascaro dan rekannya juga menemukan bahwa ayah telah menurunkan kadar testosteron semakin banyak interaksi yang mereka lakukan dengan bayi mereka.

BACA JUGA:

Peran Ayah Saat Ibu ‘MengASIhi’ Bayi



Psikologi Pengasuhan Anak

parenting
Kepribadian orang tua harus dianggap sebagai pengaruh nomor satu dalam membesarkan anak. (Foto: freepik/senivpetro)


Kualitas keterikatan bayi diatur oleh interaksi orangtua-bayi. Aspek afektif dari hubungan dikomunikasikan, menciptakan gaya keterikatan yang kurang lebih mengikuti orang-orang dari bayi hingga dewasa.

Kepribadian orang tua harus dianggap sebagai pengaruh nomor satu dalam membesarkan anak. Lagipula, kepribadian bertanggung jawab atas cara orang menavigasi dan merespons dunia mereka. Ini termasuk bagaimana mereka membesarkan anak-anak mereka.

Sebuah studi menunjukan pengaruh kepribadian orangtua terhadap perilaku pengasuhan, bahwa bahwa rasa kompetensi orangtua dalam peran pengasuhan mereka berhubungan dengan pengasuhan anak yang lebih baik. Kompetensi dikaitkan dengan dimensi kepribadian keramahan dan keterbukaan orangtua.

Ayah bisa menjadi ibu. Otak mereka berubah untuk lebih mencerminkan cara kerja otak seorang ibu, tetapi hanya jika dia adalah ibu yang baik.

Singkatnya, orangtua dari kedua jenis kelamin dapat mengasuh anak. Pengasuhan tidak terikat pada jenis kelamin orangtua. Pengasuhan dimediasi oleh oksitosin dan testosteron.

Selain itu, lebih baik mengevaluasi orangtua bukan berdasarkan label ibu atau ayah, tetapi berdasarkan susunan kepribadian mereka dan pengaruhnya terhadap kemampuan mengasuh anak mereka.(aru)

BACA JUGA:

6 Film Keluarga untuk Ditonton pada Hari Ayah Nasional

#Parenting #Ilmu Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan