Parenting

Peran Ayah Saat Ibu ‘MengASIhi’ Bayi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 10 Oktober 2022
Peran Ayah Saat Ibu ‘MengASIhi’ Bayi

Peran ayah sangat penting saat proses ibu menyusui. (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA ini aktivitas menyusui atau yang kini populer dengan sebutan “meng-ASI-hi” hanya diperankan oleh sang ibu saja. Seperti yang kita tahu, memang secara ilmiah hanya perempuan baru melahirkan saja yang bisa mengeluarkan air susu ibu atau ASI.

Seorang perempuan harus menjaga kesehatan dan pola makan mulai dari awal masa kehamilan hingga proses menyusui yang berlangsung kurang lebih selama dua tahun demi menghasilkan ASI berkualitas. Tetapi ternyata proses menyusui tidak hanya membutuhkan andil dari ibu melainkan dari sang ayah juga.

Baca Juga:

Busui, Ketahui Kecukupan ASI untuk Kebutuhan Bayi

Menurut babysparks.com, peran ayah sangat besar agar ibu bisa menghasilkan ASI berkualitas dan menyusui bayi secara optimal. Apalagi ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kualitas ASI seperti pola makan, kebersihan lingkungan, dan kondisi kesehatan mental ibu.

Kondisi kesehatan mental ibu perlu dijaga selama proses menyusui. (Foto: Pixabay/blankita_ua)

Perlu diketahui ibu yang baru saja melahirkan rentan mengalami postpartum depression atau baby blues. Karena kehadiran bayi akan mengubah hidup ibu secara drastis, sehingga seringkali ibu merasa depresi karena tidak sempat memikirkan diri sendiri. Di sini lah peran ayah sangat dibutuhkan demi menjaga kesehatan mental ibu termasuk membantu proses menyusui.

1. Memerhatikan asupan gizi

Kalau selama ini hanya ibu saja yang pusing memikirkan harus masak apa setiap hari, coba deh para ayah mulai megambil peran di dapur selama ibu menyusui sang buah hati. Proses menyusui sangat menguras tenaga dan pikiran, sehingga seringkali ibu tidak sempat memikirkan makanan yang akan dikonsumsi sehari-hari.

Padahal selama menyusui, ibu wajib mengonsumsi makanan bergizi. Sebaiknya ayah mulai memerhatikan kebutuhan gizi ibu menyusui untuk menunjang kualitas ASI. Kalau perlu ajak ibu untuk konsultasi ke ahli gizi agar kebutuhan kalori gizi ibu dan bayi memenuhi target.

2. Memastikan istri bahagia

Ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda di dalam rumah. Kehadiran bayi tentunya akan mengubah banyak kegiatan di dalam rumah, sehingga baik ayah maupun ibu cenderung merasa paling kewalahan. Para ayah perlu memahami bahwa proses kehamilan, kelahiran, sampai menyusui bukan lah hal yang mudah untuk dilalui oleh ibu.

Baca Juga:

Memompa dan Menyusui Langsung Mempengaruhi Produksi ASI

ASI berkualitas dapat meningkatkan sistem saraf otak si kecil. (Foto: Pixabay/jump1987)

Sebaiknya ayah sedikit menurunkan ego dan lebih banyak mengalah ketika ibu mulai marah-marah karena merasa tidak dihargai. Sekadar membelikan makanan kesukaan sang istri sudah bisa meningkatkan mood. Apalagi kalau para ayah lebih peka lagi dengan booking salon untuk ibu spa seharian. Dijamin ASI akan semakin lancar.

3. Berganti shift

Sekarang sudah enggak zaman membiarkan ibu begadang semalaman untuk menyusui bayi. Ayah bisa ganti shift dengan menyusui bayi melalui botol susu. ASI bisa disimpan di dalam kulkas sebagai persediaan ketika ibu sedang beristirahat.

Tentu saja ayah perlu banyak belajar mengenai cara menyimpan dan menyiapkan ASI yang sebelumnya berada di dalam kulkas sebelum diberikan kepada bayi. Pssttt… membiarkan ibu tidur nyenyak juga dapat meningkatkan kualitas ASI. (mar)

Baca Juga:

Masalah dengan Ibu Menyusui, Ketahui Sumbernya

#Parenting #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan