Parenting

Memompa dan Menyusui Langsung Mempengaruhi Produksi ASI

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 30 April 2021
Memompa dan Menyusui Langsung Mempengaruhi Produksi ASI

Pemberian ASI secara langsung sangat penting. (Foto: Pixabay/Ben_Kerckx)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AIR Susu Ibu (ASI) memang sangat dibutuhkan oleh buah hati. Sayangnya terkadang ada beberapa ibu yang tak bisa memberikan ASI secara langsung dan terpaksa harus memompanya. Padahal cara ini ternyata mampu mempengaruhi banyak sedikitnya produksi ASI.

"Alat pompa tidak bisa merangsang produksi ASI. Tetapi kalau ibu mengosongkan ASI dengan mulut bayi maka ini akan merangsang hormon prolaktik yang akan mengalirkan ASI," ucap okter spesialis anak sekaligus konselor laktasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Wiyarni Pambudi, seperti dilansir Antara, Jumat (30/4).

Baca juga:

Jangan Paksa Anak Makan

Wiyarni juga mengatakan pengosongan payudara melalui proses menyusui langsung mampu merangsang asupan ASI baru, namun hal itu tak berlaku ketika memompa ASI. Oleh karena itu disarankan untuk sang ibu menyusui bayi sesering mungkin.

Ada perbedaan antara menyusui langsung dengan mempompa ASI. (Foto: Pixabay/Ben_Kerckx)
Ada perbedaan antara menyusui langsung dengan mempompa ASI. (Foto: Pixabay/Ben_Kerckx)

Disarankan pula ibu dan bayi tinggal dalam satu ruang, sehingga jika bayi memberikan tanda ingin menyusu, ibu bisa langsung sigap memberikan ASI-nya. "24 jam berinteraksi dengan bayi, dia mendapatkan hormon oksitosin. Kalau oksitosin baik karena ibu happy tetapi tidak menyusui (menyusui terjadwal tidak disarankan) membuat produksi hormon prolaktin terhambat," ucap Wiyarni.

Mengenai kelancaran produksi ASI, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan oleh sang ibu. Pertama, melakukan kontak kulit ke kulit tanpa gangguan sesering mungkin.

Baca juga:

Membangun Kekebalan Tubuh Anak dengan MPASI Organik

Meskipun ada mitos sering memegang bayi bisa membuatnya bau tangan. Padahal kontak langsung kulit ke kulit antar ibu dan bayi merupakan salah satu rangsangan penting untuk membantu produksi ASI.

Sering kontak langsung membuat ASI cepat memproksi. (Foto: Pixabay/jarmoluk)
Sering kontak langsung membuat ASI cepat memproksi. (Foto: Pixabay/jarmoluk)

Kedua, ibu harus senyaman mungkin secara fisik dan psikis untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Sebaiknya ibu dibekali pengetahuan sehingga dapat mengerjakan perlekatan selama proses menyusui.

"(Ketiga) sebelum bayi lahir atau selama kehamilan, ibu atau ayah sudah berkomitmen memberikan ASI eksklusif, karena terkait menyusui optimal dimulai di hari-hari awal. Kalau di pekan pertama kita bisa berikan kesempatan baik berinteraksi dengan bayi, menyusui, merespon tanda bayi tanpa komen di pekan pertama maka Insha Allah menyusuinya optimal," paparnya. (Yni)

Baca juga:

Bunda Wajib Tahu, Berikut Ini Bahan Pantang Dibikin MPASI

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan