Parenting

Jangan Paksa Anak Makan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 29 April 2021
Jangan Paksa Anak Makan

Anak makan dengan lahap adalah impian para ibu. (Sumber: Pexels/Alisha Smith Watkins)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

IBU mana yang tidak galau bercampur gemas melihat anaknya susah makan? Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak mendapatkan gizi yang lengkap. Hal itu agar tumbuh dan kembangnya menjadi optimal.

Guna memenuhi kebutuhan gizinya, para ibu berusaha keras agar makanan yang dikonsumsi anaknya mencakup gizi seimbang. Segala daya dan upaya pun dilakukan. Misalnya mencari varian menu baru di Instagram atau ikut kulwap (kuliah WhatsApp) tentang MPASI.

Baca juga:

Membangun Kekebalan Tubuh Anak dengan MPASI Organik

Namun, dalam praktiknya tidak selalu sempurna. Memberi makan si kecil menjadi tugas yang cukup berat. "Kadang kita suka kesal kalau anak menolak makanan yang sudah kita sediakan. 'Takut aku tuh kalau anak stunting'," jelas konselor Laktasi, Anisya Cahya menyuarakan ibu-ibu yang kerap curhat padanya.

Ketakutan ibu membuat mereka memaksakan anak untuk makan. (Sumber: Pexels/Yan Krukov)

Ketakutan tersebut membuat para ibu memaksa anaknya untuk menghabiskan makanan yang sudah disajikan di atas piring. Hal tersebut tentu saja tidak boleh dilakukan. Memang, niatnya agar makanan cepat dilahap si kecil. Tapi cara itu hanya membuatnya tidak nyaman.

Lebih parahnya, cara sang ibu memaksa anak makan terkadang melebihi batas. Kalau makanan tidak habis, tidak segan omelan akan dilontarkan kepada si kecil.

Baca juga:

Bunda Wajib Tahu, Berikut Ini Bahan Pantang Dibikin MPASI

Menurut Anisya, berbagai pemaksaan makan pada anak misalnya menyuapkan anak sampai mulutnya penuh makanan, membandingkan anak dengan anak lainnya, hingga memaksa makanan di piring harus habis.

Cara anak makan lahap. (Sumber: Pexels/Lisa)

"Kalau anak terus dipaksa mengabaikan alarm tubuhnya, maka bisa-bisa terjadi muntah, trauma sama makanannya, gak nafsu makan, enggak bisa ngontrol kebiasaan makan, hingga anak kesel, marah dan bete," urainya. Lebih jauh hal tersebut juga bisa menimbulkan gangguan makan.

Bagaimana cara supaya kita tidak memaksakan makan pada anak? Semua kembali lagi kepada cara yang tepat dalam mengajari anak makan dan kesabaran. Para ibu bisa mulai dengan makan bersama anak, agar dia mencontohnya.

Selanjutnya, cobalah untuk sabar saat mengenalkan bahan makanan yang baru. "Kalau anak ngelengos alias perhatiannya teralihkan, maka segera kejar dan dapatkan kembali perhatiannya ya," tuturnya. (avia)

Baca juga:

Sarwendah Mengaku Lebay Saat Pertama Kali Beri MPASI

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan