Kesehatan

Awas! 3 Penyakit Berbahaya ini Mengintai Kamu yang Sering 'Mager'

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 12 Maret 2019
Awas! 3 Penyakit Berbahaya ini Mengintai Kamu yang Sering 'Mager'

Penyakit berbahaya mengintai untuk kamu yang sering mager (Foto: pixabay/tookapic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DITENGAH pesatnya perkembangan teknologi seperti halnya gadget yang semakin hari semakin canggih. Membuat banyak orang menjadi malas untuk menggerakan badan.

Hal itu lantaran sejumlah gadget tersebut, kerap membuat orang kecanduan. Karena tak dipungkiri berbagai kegiatan dari mulai bisnis, urusan kantor dan komunikasi dengan keluarga atau teman, semuanya melalui gadget.

Bahkan tak sedikit orang yang malas untuk pergi kemana mana, serta malas beranjak dari kursi atau kasur saat sudah asyik bermain gadget.

Mengenai gaya hidup tersebut, tahukan kamu jika itu sangat berbahaya bagi kesehatan? Berikut ini ialah beberapa penyakit yang mengintaimu jika kamu malas bergerak, seperti yang dilansir dai laman Go-dok.

1. Penyakit Jantung

Malas bergerak berisiko terkena penyakit jantung (Foto: pixabay/pexels)

Malas bergerak alias Mager, biasanya berpadu seraya merokok atau mengonsumsi makanan yang rendah nutrisi. Gaya hidup tak sehat itulah yang otomatis dapat melemahkan kemampuan jantung kamu.

Apalagi hal itu dilakukan dengan jangka waktu yang lama, dan dilakukan terus meneurs. Jika sudah demikian, lemahnya fungsi jantung bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan jantung. Antara lain serangan jantung, gagal jantung dan penyakit jantung yang lainnya.

2. Diabetes

Diabetes mengintai orang-orang yang malas bergerak (Foto: pixabay/tumisu)

Jika sistem metabolisme terganggu, kemampuan tubuh untuk memecah gula menjadi energi pun akan mengalami penurunan. Hal itu akan memengaruhi kadar gula darah didalam tubuh kamu.

Selain itu, jika terlalu banyak gula darah yang disimpah dalam tubuh, tanpa dirubah menjadi energi karena kamu tak memerlukannya saat tidak bergerak, maka akan meningkatkan kadar gula darah. Alhasil, kamu akan lebih rentan

3. Kanker

Malas bergerak bisa menyebabkan penyakit kanker (Foto: pixabay/qimono)

Selain penyakit Jantung dan Diabetes. Salah satu penyakit berbahaya yang dapat mengintai untuk kamu yang malas begerak, yaitu kanker.

Berdasarkan studi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. menunjukan jika mereka yang jarang beraktivitas mempunyai risiko lebih tinggi terkena beberapa jenis kanker. Antara lain yaitu kanker usus, kanker payudara dan kanker rahim.


Itu dia beberapa penyakit berbahaya yang dapat mengintai kamu, jika kamu masih malas bergerak dari depan gadgetmu. Untuk itu, mari rubah gaya hidup menjadi lebih sehat mulai dari sekarang yah guys. (Ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya 3 Langkah Pintar untuk Mencapai 'Body Goals'

#Penyakit Diabetes #Penyakit Jantung Dan Stroke #Kanker #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Ini Kebiasaan Yang Pengaruhi Kesuburan Pria, Telepon Genggam Berpengaruh?
Pecahnya materi genetik, akan menurunkan kemampuan sperma untuk bergerak secara efektif dan terarah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Ini Kebiasaan Yang Pengaruhi Kesuburan Pria, Telepon Genggam Berpengaruh?
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma
Moderna cancer vaccine berbasis mRNA menunjukkan hasil positif dalam uji fase 3 untuk melanoma. Simak cara kerja dan peluangnya untuk kanker lain.
ImanK - Kamis, 20 Agustus 2026
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma
Fun
6 Tips Menjaga Kesehatan Anak saat Liburan Sekolah di Tengah Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem saat liburan sekolah dapat meningkatkan risiko dehidrasi, ISPA, hingga DBD pada anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
6 Tips Menjaga Kesehatan Anak saat Liburan Sekolah di Tengah Cuaca Ekstrem
Lifestyle
Hari Diabetes Nasional: Indonesia Peringkat 5 Dunia, Dokter Soroti Pentingnya Ubah Pola Penanganan
Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Dokter pun menyoroti pentingnya pola penanganan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 April 2026
Hari Diabetes Nasional: Indonesia Peringkat 5 Dunia, Dokter Soroti Pentingnya Ubah Pola Penanganan
Fun
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Berapa kalori makanan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering? Simak tips mengatur pola makan agar tetap sehat saat Lebaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
ShowBiz
Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) sore. Ia meninggal usai berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019.
Soffi Amira - Sabtu, 07 Maret 2026
Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Lifestyle
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru
Penentuan terapi tidak lagi bersifat umum, tapi mempertimbangkan tipe kanker, stadium penyakit, hingga karakteristik genetiknya.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Bagikan