Hari Diabetes Nasional: Indonesia Peringkat 5 Dunia, Dokter Soroti Pentingnya Ubah Pola Penanganan

Soffi AmiraSoffi Amira - Sabtu, 18 April 2026
Hari Diabetes Nasional: Indonesia Peringkat 5 Dunia, Dokter Soroti Pentingnya Ubah Pola Penanganan

Indonesia duduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak. Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bertepatan dengan momentum Hari Diabetes Nasional yang jatuh pada 18 April, Indonesia masih menduduki peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes di Tanah Air mencapai puluhan juta jiwa. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan nasional.

Menyikapi hal tersebut, dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM., menyoroti perlunya evaluasi dalam tata laksana diabetes tipe 2 yang selama ini masih bertumpu pada pendekatan medicine-centric.

Baca juga:

Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Pendekatan Konvensional Dinilai Belum Cukup

Berdasarkan pengalaman pribadi mendampingi ayahnya yang mengidap diabetes dengan komplikasi jantung serta praktik klinis menangani ribuan pasien, dr. Kelvin menilai pengendalian gula darah saja tidak cukup.

Menurutnya, tanpa perbaikan sistem tubuh dan gaya hidup, maka risiko komplikasi tetap tinggi.

"Pendekatan medicine-centric sangat penting untuk stabilisasi kondisi awal, namun secara desain belum ditujukan untuk perbaikan pola hidup jangka panjang. Dalam penanganan diabetes yang berkelanjutan, medikasi seharusnya diposisikan sebagai jembatan, bukan tujuan akhir," ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan diabetes membutuhkan kombinasi terstruktur antara medikasi, nutrisi, dan monitoring.

Baca juga:

62 Persen ASN Pemprov DKI Obesitas, Dinkes Juga Buka Data Hipertensi, Diabetes hingga Kejiwaan

Protokol 3R: Rescue, Reverse, Remission untuk Diabetes Tipe 2

Sebagai solusi, dr. Kelvin memperkenalkan kerangka metodologis Protokol 3R dalam pengelolaan diabetes tipe 2, yang terdiri dari:

  • Road to Rescue (Penyelamatan): Intervensi awal untuk menstabilkan fluktuasi gula darah ekstrem sekaligus menjadi fondasi pemulihan.
  • Road to Reverse (Pembalikan): Perbaikan kondisi metabolik dengan target menurunkan HbA1c ke batas normal melalui perubahan gaya hidup dan intervensi klinis terukur.
  • Road to Remission (Remisi): Kondisi ketika pasien mampu mempertahankan HbA1c ≤6,5% secara berkelanjutan, dengan atau tanpa obat.

Protokol tersebut telah diimplementasikan melalui ekosistem layanan terintegrasi mGanik. Berdasarkan data internal sejak 2023, sekitar 500 pasien telah mencapai tahap Reverse.

Lalu, sekitar 7 hingga 10 persen di antaranya berhasil memenuhi kriteria klinis untuk masuk fase remisi diabetes.

Baca juga:

Komplikasi Diabetes, Ray Sahetapy Pernah Sebulan Masuk RSPAD Sebelum Tutup Usia

dr. Kelvin menambahkan, momentum Hari Diabetes Nasional menjadi pengingat bahwa remisi diabetes bukan hasil instan, melainkan proses yang terukur.

"Remisi bukanlah hasil instan yang bisa dipaksakan. Ini adalah peluang nyata dan terukur yang dapat dicapai apabila sistem dijalankan dengan tepat dan konsisten oleh pasien. Fokus kami di mGanik adalah memberikan harapan yang realistis dan kesempatan kedua bagi penyandang diabetes untuk mendapatkan kembali kualitas hidupnya," tutupnya. (*)

#Diabetes Tipe 2 #Penyakit Diabetes #Penyakit
Bagikan
Ditulis Oleh

Soffi Amira

Berita Terkait

Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Lifestyle
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Dokter Tirta buka suara soal Hantavirus. Ia menyebutkan, bahwa penularannya sangat sulit.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Indonesia
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Dua jemaah calon haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Kini, total calon haji yang meninggal dunia mencapai 12 orang.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Indonesia
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus
Kenali cara menangani paparan hantavirus sejak dini, mulai dari membersihkan area terkontaminasi hingga mengenali gejala awal yang mirip flu biasa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cara Menangani Paparan Hantavirus Sejak Dini, Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus
Dunia
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
WHO melaporkan kasus hantavirus di kapal MV Hondius. 3 penumpang tewas, satu pasien dirawat intensif. Simak penjelasan pakar soal penularan dan bahayanya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya
Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Bagikan