MerahPutih.Com - Aula SMKN 1 Miri, Sragen, Jawa Tengah, ambruk, Rabu (20/11). Akibatnya 22 siswa di dalam aula luka-luka. Sebanyak 17 di antaranya luka berat dan harus dirawat di rumah sakit setempat.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Sragen pada hari yang sama.
Baca Juga:
Soal Kecelakaan Lion Air, Mendag AS Janjikan Boeing Datang ke Indonesia
Kepala SMKN 1 Miri Sarno mengungkapkan, peristiwa ambruknya aula SMKN 1 Miri ini terjadi pukul 14.30 WIB. Sebelum kejadian itu, siswa sedang berteduh akibat hujan deras. Tak lama kemudian terjadi angin ribut.
"Hujannya sangat deras sekali. Kabut juga turun. Kami sebenarnya sudah memperingatkan siswa agar jangan di aula. Ternyata terjadi musibah ini," kata dia.
Ia mengakui, sebagian siswa berpindah lokasi berteduh yang lebih aman dan sebagian masih bertahan di aula karena takut hujan deras. Dari 22 siswa yang mengalami luka-luka tersebut, katanya dia, tinggal 17 siswa yang dirawat di rumah sakit. Sebagian siswa yang dirawat di rumah sakit mengalami luka kepala dan patah tulang.
Baca Juga:
Menhub Budi Tanggapi Laporan Akhir KNKT soal Kecelakaan Lion Air JT 610
"Kami rawat siswa di lima rumah sakit. Kelima rumah sakit tersebut, yakni RSU Assalam Gemolong, RSU Islam Yakssi, RSUD Gemolong, RSUD Sragen, dan RSK Kamila Utama Kartasura, Sukoharjo," papar dia.
Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Ia meminta kepada sekolah agar meliburkan dulu siswa sampai benar-benar aman.
"Angin kencang tidak hanya merusak aula SMKN 1 Miri, tapi juga menumbangkan pohon dan rumah warga rusak dan waterboom Gemolong," kata dia. (Ism)
Baca Juga:
Keluarga Korban Kecelakaan Maut Skuter Listrik Minta Keadilan ke Jokowi