Merahputih.com - Tragedi kecelakaan Tol Wiyoto Wiyono kembali terjadi pada Rabu (9/9) malam, di mana insiden nahas truk tabrak pekerja tol ini berujung pada tewasnya tiga orang petugas pemeliharaan jalan.
Kasus kecelakaan maut Jakarta Utara ini disinyalir terjadi lantaran sopir truk mengalami microsleep sehingga kehilangan kendali di Kilometer 20.200 A dari arah Tanjung Priok menuju Pluit.
Baca juga:
Kecelakaan Pesawat Kargo Amazon, Pilot Sempat Berikan Peringatan Kecepatan
Kejadian di Tol Wiyoto Wiyono menjadi pengingat keras buat kita semua tentang bahaya microsleep saat menyetir kendaraan berbobot raksasa.
Malam itu, para pekerja yang menjadi korban tewas maupun luka sebenarnya tengah fokus melakukan perbaikan di pinggir jalan tol. Namun tanpa diduga, dari arah belakang muncul truk tronton wing box yang oleng dan langsung menghantam area kerja mereka.
Momen kecelakaan maut tersebut berlangsung sangat cepat, padahal mobil operasional pikap milik pekerja sudah dilindungi oleh barisan kerucut lalu lintas (traffic cone) sesuai standar keamanan proyek jalan tol.
Kronologi Tragedi Maut Truk Tronton
Kabar duka ini langsung dikonfirmasi oleh AKBP Rieki Indra Brata Manggala selaku Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya. Petaka terjadi sekitar pukul 23.40 WIB ini bermula saat truk tronton bernopol B 9334 DU yang disopiri Ferdy Yulianto Ardi melaju di lajur satu. Sayangnya, konsentrasi sang sopir buyar di tengah jalan.
Truk tersebut gagal bermanuver dan langsung menabrak mobil operasional Citra Marga (B 9468 UAO) yang sedang terparkir untuk menunjang perbaikan jalan.
Diduga pengemudi kendaraan truk wing box tronton tersebut mengalami tidur sesaat atau microsleep, sehingga menabrak traffic cone (kerucut lalu lintas), lalu dilanjutkan menabrak kendaraan pikap operasional beserta para pekerja yang sedang mengerjakan proyek jalan tol,
ungkap AKBP Rieki Indra Brata Manggala.
Daftar Korban Jiwa dan Luka-luka
Benturan keras dari truk bodi besar itu tak ayal memakan korban. Berdasarkan data evakuasi lapangan, insiden tragis ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka yang langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat:
-
Suroto (Petugas Pengawas Beton): Meninggal dunia di lokasi kejadian.
-
Yunus (Tenaga Harian Lepas): Meninggal dunia di lokasi kejadian.
-
Baharudin (Pekerja): Meninggal dunia saat dalam masa perawatan intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara.
-
Sugito (Pekerja): Mengalami luka berat di bagian kepala, punggung, serta tangan dan kaki kanan.
-
Akbar (Pekerja): Mengalami keseleo dan luka lecet yang cukup dramatis karena saking kerasnya tabrakan, ia sampai terpelanting jatuh ke Kali Ancol di bawah kolong tol.
Proses Evakuasi dan Penanganan Hukum
Pasca-kejadian, pihak kepolisian bersama petugas pengelola tol langsung gerak cepat mengevakuasi korban dan mengamankan bangkai kendaraan.
Baca juga:
Kecelakaan Kapal Laut Beruntun, DPR Dorong Modernisasi Keselamatan Kapal
Kalau melihat kondisinya, truk tronton ringsek di bagian depan, sementara mobil pikap pekerja hancur lebur di area belakang. Tindakan cepat ini sukses mencegah kemacetan panjang di lajur vital ibu kota tersebut.
Untuk mengusut tuntas kelalaian sopir truk ini, pihak kepolisian sudah memindahkan wewenang kasusnya ke unit khusus.
Saat ini penanganan perkara dan barang bukti telah diserahkan kepada Piket Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polres Metro Jakarta Utara untuk proses penyelidikan lebih lanjut,
tutup Rieki.