Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Parenting

Atasi Kebosanan Anak di Rumah dengan Kerajinan Tangan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 23 Juli 2021
Atasi Kebosanan Anak di Rumah dengan Kerajinan Tangan

Atasi kebosanan anak di rumah dengan kerajinan tangan (Foto: instagram@ganaartstudio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 di Tanah Air membuat sejumlah kegiatan masyarakat serba terbatas. Bila tidak ada keperluan yang mendesak, masyarakat diimbau oleh Pemerintah untuk tetap dirumah saja, demi memutus mata rantai penyebaran Virus COVID-19.

Sejumlah kegiatan pun 'terpaksa' harus beradaptasi dengan keadaan. Saat ini semuanya serba daring, dari mulai kerja, sekolah, bisnis dan sebagainya.

Baca Juga:

Cegah Anak Kecanduan Game, Tencent Gunakan Pengenal Wajah

Cari kegiatan positif yang mudah dan murah untuk mencegah kebosanan anak saat pandemi (Foto: instagram@ganaartstudio)

Lantaran aktivitas yang terbatas dan lebih sering di rumah saja, para orang tua banyak yang 'mati gaya' untuk menemukan aktivitas yang dapat dilakukan bersama sang buah hati.

Mengenai hal itu, Tia Djumaryo, pendiri dari Ganara Art Studio, memberikan sejumlah tips agar tetap kreatif di rumah, yang dapat dilakukan oleh orangtua dan anak-anak.

"Cari kegiatan yang mudah dan murah, seperti halnya art crafting, yang bisa dilakukan sejak dini, bahkan usia di bawah tiga tahun bisa dimulai dengan doodling," tutur Tita pada sebuah talkshow bertajuk “Kreasi Creative Handcrafting” seperti yang dikutip dari laman Antara.

Lebih lanjut Tita menambahkan, untuk anak yang berusia di atas tiga tahun, sudah bisa memakai gunting dan lem, namun harus selalu didampingi orang dewasa.

Ketika melatih motorik halus, menurut Tita art crafting bisa melatih kepekaan rasa anak-anak, serta dapat mengalihkan perhatian anak akan rasa bosan, lantaran harus berada di rumah saja selama pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Psikolog Ungkap Bahayanya Konten Dewasa Bagi Anak

Gunakanlah bahan maupun cat yang aman bagi anak-anak saat membuat kerajinan tangan (foto: instagram@ganaartstudio)

Menurut Tita, kegiatan kreatif sangat penting, karena akan melatih otak anak. Terlebih disaat pandemi saat ini, yang semua kegiatan serba online.

Selain itu, bila kepekaan si kecil tidak dilatih melalui seni seperti musik, tari atau gambar, maka tidak akan terasah rasa, karsa dan empatinya. Dengan melatih lewat seni, anak-anak dapat melupakan sejenak kondisi yang terjadi saat ini.

Sementara itu, Tita juga mengatakan bahwa, bila para orang tua khawatir dengan bahan kimia cat, bisa memilih menggunakan cat makanan atau cat yang benar-benar berbahan alami.

Disamping itu, di dalam bekreasi juga dibutuhkan nutrisi yang seimbang. Karena itu asupan gizi bagi si kecil juga tidak boleh terlupakan.

"Sebenarnya anak-anak penuh energi tetapi kalau tidak ada asupannya akan lemes juga. Tidak bisa dipungkiri kalau kita harus di rumah saja gizi seimbang sangat penting karena kalau tidak bergerak tetapi makannya tidak dijaga, bisa menuju obesitas," jelas Tita. (Ryn)

Baca Juga:

Tips Menangani Anak Nakal dengan Bijak

#Hari Anak 2021 #Anak #COVID-19 #Kerajinan Tangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Bagikan