Kesehatan Mental

Atasi Depresi dengan Terapi Aktivasi Perilaku

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 10 Januari 2022
Atasi Depresi dengan Terapi Aktivasi Perilaku

Meski sederhana, tapi sulit dilakukan jika tidak ada motivasi. (Foto: Unsplash/Anthony Tran)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA merasa tertekan, cemas, atau depresi, kamu mungkin merasa sulit untuk melakukan hal-hal yang disukai atau menghindari kegiatan yang berpotensi menyenangkan lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan aktivasi perilaku sebagai strategi untuk mendorong orang depresi melakukan hal-hal yang mereka sukai atau biasa nikmati.

Studi dari Inggris menemukan bahwa suatu bentuk terapi sederhana yang disebut intervensi aktivasi perilaku (IAP) sama efektifnya untuk mengobati depresi seperti halnya pengobatan psikologis dan obat-obatan. Mengutip Psychology Today, Kamis (6/1), aktivasi perilaku biasanya dimulai dengan pelacakan aktivitas untuk menentukan mana yang membuat seseorang merasa lebih baik dan tidak.

Kegiatan yang menyenangkan dapat meningkatkan emosi positif seperti perasaan gembira atau rileks. Teori di balik aktivasi perilaku adalah ketika orang menjadi depresi, mereka menghentikan aktivitas yang membuat mereka merasa lebih baik. Hal ini menyebabkan lebih sedikit emosi positif dan lebih banyak depresi, yang pada akhirnya mengarah pada tingkat depresi klinis.

Baca juga:

Yang Tak Boleh Diucapkan pada Orang Depresi

Resolusi 2022, Atasi Depresi dengan Terapi Aktivasi Perilaku
Lakukan aktivitas yang kamu sukai. (Foto: Unsplash/Boxed Water Is Better)

Tujuan IAP yakni membalikkan siklus depresi dengan meningkatkan keterlibatan dalam aktivitas berharga, yang menaikkan kesempatan untuk memperoleh rasa tenteram dan rasa pencapaian dalam hidup. IAP telah digunakan selama berpuluh tahun sebagai pengobatan tunggal untuk depresi atau sebagai komponen perilaku dari terapi perilaku kognitif (TPK).

Peneliti kesehatan mental dari Universitas Exeter Professor David Richards menemukan bahwa IAP sama efektif dengan TPK dalam mengobati depresi, yang berarti tidak perlu secara langsung menantang pikiran negatif. Memodifikasi perilaku mungkin sudah cukup untuk memperbaiki pandangan hidup kita.

Baca juga:

Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Resolusi 2022, Atasi Depresi dengan Terapi Aktivasi Perilaku
Cocok dilakukan untuk orang yang sedang depresi. (Foto: Unsplash/Fernando @cferdo)

Meski aktivasi perilaku adalah keterampilan mengatasi yang cukup sederhana, itu bisa sulit dilakukan, terutama jika kamu tidak merasa termotivasi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya identifikasi kegiatan yang sangat penting bagimu.

Ketika kamu memilih aktivitas, cobalah untuk memikirkan apa yang unik dan penting bagimu. Kehidupan seperti apa yang ingin kamu bangun untuk diri sendiri? Ini akan membantumu meningkatkan motivasi ketika suasana hati sedang menurun atau mengalami tingkat kecemasan yang tinggi. (and)

Baca juga:

Dampak Mengerikan dari Depresi yang Jarang Diketahui

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan