AS Tegaskan Siap Bekerja Sama dengan Penjabat Presiden Korsel, Aliansi akan Makin Kuat

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 28 Desember 2024
AS Tegaskan Siap Bekerja Sama dengan Penjabat Presiden Korsel, Aliansi akan Makin Kuat

Bendera AS. (Foto: Unsplash/Amanda Wolbert)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amerika Serikat siap bekerja sama dengan penjabat Presiden Korea Choi Sang-mok dan "sangat" mendukung aliansi "kuat" dengan Seoul. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat, setelah Majelis Nasional memberikan suara untuk memakzulkan penjabat Presiden Han Duck-soo.

Juru bicara tersebut menyampaikan pernyataan tersebut setelah Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Choi mengambil alih jabatan menyusul pemakzulan Han, kurang dari dua minggu setelah Han mengambil alih jabatan Presiden Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan karena penerapan darurat militer yang gagal.

"Seperti yang disampaikan Sekretaris, hal terpenting adalah Republik Korea telah menunjukkan ketahanan demokrasinya, dan kami sangat mendukung rakyat Korea dalam proses ini," kata juru bicara tersebut melalui email menanggapi pertanyaan dari Kantor Berita Yonhap, dikutip dari The Korea Times, Sabtu (28/12).

"Kami telah melihatnya mengikuti proses yang ditetapkan dalam Konstitusinya secara damai, dan kami siap bekerja sama dengan Penjabat Presiden Choi dan pemerintah Korea Selatan," pejabat itu menambahkan.

Baca juga:

Plt Presiden Korea Selatan Han Duck-soo Dimakzulkan Parlemen

Selain itu, juru bicara itu menegaskan kembali komitmen Amerika terhadap aliansi bilateral. Ia mengatakan AS sangat mendukung aliansi kuat yang menyatukan kedua negara dan hal itu telah menghasilkan banyak hal selama beberapa tahun terakhir.

"Aliansi tersebut telah membuat langkah besar, dan Amerika Serikat berharap dapat bermitra dengan ROK untuk mencapai kemajuan lebih lanjut," ujarnya.

Mayor Pete Nguyen, juru bicara Pentagon, mengeluarkan pernyataan serupa.

"Kami tegaskan kembali dukungan kami terhadap Republik Korea, warga negaranya, proses demokrasinya, dan supremasi hukum. Komitmen kami terhadap Aliansi AS-ROK sangat kuat," kata Nguyen kepada Kantor Berita Yonhap melalui email.

Baca juga:

Krisis Politik Korea Selatan, Oposisi Siap Gulingkan Presiden Sementara Han Duck-soo

Yoon dimakzulkan pada 14 Desember atas penerapan darurat militer yang berlaku dalam waktu singkat. Ia akan diskors hingga Mahkamah Konstitusi memutuskan apakah akan mengembalikan atau memberhentikannya dari jabatannya. (ikh)

#Amerika Serikat #Korea Selatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Tak sembarang main drum, aksi tersebut menjadi bagian dari pendekatan diplomatik Jae-myung kepada kekuatan regional, termasuk Jepang.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Dunia
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Para jaksa khusus menggambarkan deklarasi darurat militer tersebut sebagai tindakan perusakan konstitusi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
 Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Dunia
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Para jaksa khusus menyebut deklarasi darurat militer tersebut sebagai tindakan perusakan konstitusi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Bagikan