AS Bakal Kirim Puluhan Tank Abrams M1 ke Ukraina

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 25 Januari 2023
AS Bakal Kirim Puluhan Tank Abrams M1 ke Ukraina

Tank-tank utama M1A1 Abrams dari Resimen Kavaleri Lapis Baja 11 yang bermarkas di Pusat Pelatihan Nasional di Fort Irwin, California. (ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perang antara Ukraina dan Rusia hingga kini terus berlangsung. Negara-negara sekutu Ukraina terus mengirimkan bantuan untuk menambah kekuatan dalam perlawanan terhadap Rusia.

Seorang pejabat AS mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengumumkan rencana pengiriman sejumlah tank ukuran batalyon yang terdiri dari sekitar 30-50 tank.

"Presiden Amerika Serikat Joe Biden kemungkinan akan mengumumkan rencana pengiriman tank tempur Abrams M1 ke Ukraina paling cepat besok”, kata seorang pejabat AS tersebut pada Selasa (24/1), seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Ukraina Desak Sekutu Segera Kirim Alat Tempur

Sebelumnya pada hari itu, sejumlah media AS melaporkan bahwa pemerintahan Biden akan segera mengirimkan sejumlah tank M1 Abrams ke Ukraina setelah para pemimpin negara itu meminta pasokan senjata tambahan dari Barat untuk mempertahankan diri dalam perang melawan Rusia.

Keputusan yang mungkin diambil untuk mengirim bantuan yang disebut sebagai "sejumlah besar" tank ke Kiev muncul saat Washington dan Berlin terus bergumul tentang penyediaan tank untuk Ukraina.

Jerman menghadapi tekanan yang meningkat untuk mengirimkan tank tempur utama miliknya, Leopard 2, kepada tentara Ukraina, terutama setelah Inggris setuju untuk mengirimkan 14 tank Challenger 2 miliknya.

Ukraina menyambut keputusan Inggris untuk mengirimkan satu skuadron tank Challenger 2. Namun, Ukraina juga mengatakan itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan di medan perang.

Baca Juga:

Sekjen PBB Kutuk Serangan Rusia ke Kompleks Apartemen Ukraina

Untuk itu, Ukraina memohon secara khusus kepada negara-negara yang memiliki tank Leopard 2 untuk mengirimkannya.

Jerman sejauh ini menolak keras mengirimkan tank Leopard 2 miliknya ke Ukraina, tetapi juga mengatakan bahwa tidak akan mencegah Polandia jika ingin melakukannya.

Negara-negara yang membeli tank dari Jerman harus mendapatkan persetujuan dari Berlin jika ingin mengekspor kembali tank tersebut.

Kanselir Jerman Olaf Scholz pekan lalu mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa pemerintahannya tidak akan menyetujui pengiriman tank Leopard 2 ke Ukraina kecuali AS mengirimkan tank miliknya terlebih dahulu. (*)

Baca Juga:

KTT Perdamaian Ukraina Bakal Digelar Tanpa Kehadiran Rusia

#Ukraina #Konflik Ukraina #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
ShowBiz
Dolly Parton Resmi Jadi Nama Baru Bandara Internasional Nashville, Penghormatan untuk sang Musisi Ikonis
Sebelum nama bandara resmi berganti, ada beberapa tahapan yang harus dilalui.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Dolly Parton Resmi Jadi Nama Baru Bandara Internasional Nashville, Penghormatan untuk sang Musisi Ikonis
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Dunia
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah sebuah peta yang menggambarkan Islandia dan sejumlah wilayah lain berada di bawah bendera AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Dunia
Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka-Bukaan Warga New York ‘Dibohongi’ soal Udara Beracun setelah Serangan 9/11
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan 170.000 dokumen tersebut menunjukkan asbes ditemukan hampir di setiap lokasi yang diperiksa di sekitar Ground Zero.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
  Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka-Bukaan Warga New York ‘Dibohongi’ soal Udara Beracun setelah Serangan 9/11
Bagikan