MerahPutih.com - Arab Saudi mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan blokade Selat Hormuz dan kembali berunding dengan Iran, menurut laporan Wall Street Journal pada Selasa (14/4).
Presiden AS, Donald Trump mengumumkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz, yang berlaku mulai Senin (13/4) pukul 14.00 waktu setempat atau 21.00 WIB.
Blokade tersebut terjadi setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu.
Pembicaraan di Islamabad itu dilakukan setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan dan menjadi bagian dari upaya mengakhiri serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026 lalu, yang telah menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Baca juga:
Ancaman Teranyar Trump ke Iran, Jadikan Kapal Iran Target Seperti ke Bandar Narkoba
Laporan tersebut juga mengklaim, bahwa Arab Saudi khawatir blokade yang dilakukan Trump membuat Iran meningkatkan eskalasi ketegangan dan mengganggu jalur pelayaran penting lain.
Menurut laporan, Iran dapat membalasnya dengan menutup Bab al-Mandab, yakni sebuah titik rawan di Laut Merah yang sangat penting bagi ekspor minyak Arab Saudi yang tersisa.
"Negara-negara Teluk tidak ingin perang berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz, jalur kehidupan ekonomi mereka. Namun, banyak pihak, termasuk Arab Saudi, mendesak AS untuk menyelesaikan masalah ini di meja perundingan dan berupaya keras untuk memulai kembali pembicaraan," demikian laporan itu.
Meskipun menunjukkan "sikap keras" dari kedua belah pihak, AS dan Iran dinilai telah secara aktif terlibat dengan mediator dan terbuka untuk pembicaraan jika masing-masing menunjukkan fleksibilitas yang cukup. (*)
Baca juga:
Blokade Selat Hormuz Bakal Naikkan Harga Minyak ke Puncak Tertinggi