Kesehatan Mental

Bukan Hal Mistis, ini Penjelasan Ilmiah tentang Suara Hati

annehsannehs - Senin, 15 Februari 2021
Bukan Hal Mistis, ini Penjelasan Ilmiah tentang Suara Hati

Suara hati bukanlah mitos. (Foto pixabay/cdd20)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEPERTI kata pepatah, 'always trust your guts', banyak orang mengandalkan kata hati untuk mengambil keputusan. Istilah dari suara hati ini bisa bermacam-macam. Ada yang menganggap itu sebagai indera keenam, firasat, insting, intuisi, atau naluri manusia.

Meski demikian, suara hati biasanya benar-benar lahir dari dalam hati dan kerap membantu kita dalam mengambil keputusan yang jujur dan bijaksana.

Perilaku atau pengambilan keputusan yang didasari suara hati biasanya dianggap sebagai pilihan yang tepat dan jujur. Suara hati acap dianggap sebagai jalan terbaik menuju kebenaran. Meski begitu, seberapa besar kita harus benar-benar percaya terhadap suara hati? Bukankah alasan-alasan yang logis lebih bisa menjamin pengambilan keputusan yang terbaik?

Ikuti kata hatimu.  (Foto- Pixabay/Geralt)
Ikuti kata hatimu. (Foto- Pixabay/Geralt)

Intuisi atau suara hati biasanya muncul saat kamu mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi sesuatu. Seperti misalnya ketika pertama kali bertemu orang lain, pernah enggak sih kamu merasa curiga tanpa sebab atau merasa tidak nyaman dalam situasi tertentu.

Baca juga:

'Decision Fatigue', Lelah Mental Akibat Terlalu Banyak Mengambil Keputusan

Biasanya, kamu tidak bisa menjelaskan perasaanmu dengan logis. Namun, jauh di lubuk hatimu, kamu sadar ada sesuatu yang tidak beres. Biasanya kamu akan bisa merasa lega dan senang setelah mengambil keputusan yang benar.

Seperti dilansir Healthline, suara hati bisa ditandai secercah kejelasan ketika sedang kalut, rasa tegang atau sesak pada tubuh, merinding, mual, sensasi tenggelam pada bagian ulu ati, telapak tangan berkeringat, atau bisa juga rasa damai, aman, atau bahagia setelah mengambil keputusan. Rasa itu datang secara tiba-tiba walau terkadang sinyalnya tidak begitu kuat.

Seimbangkan gut feelings dengan logika.  (Foto: Pixabay/Sasint)
Seimbangkan suara hati dengan logika. (Foto: Pixabay/Sasint)

Menurut penelitian yang dilakukan PubMed Central, intuisi merupakan hasil proses otak tertentu yang mengevaluasi dan memecahkan kode-kode isyarat yang diterima oleh otak.

Jadi sesungguhnya intuisi tidak berkaitan denga mitos seperti sebutan indera keenam. Selama kita hidup setiap hari, otak akan mengumpulkan dan memproses data sensorik dari lingkungan kita secara otomatis untuk membantu mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi apa pun yang akan muncul.

Baca juga:

Tidak Bisa Tidur Karena Otak Terasa Penuh? Ikuti 3 Tips Ini

Sering kali, kita tidak menyadari ketika otak telah mengobservasi lingkungan sehingga suara hati ini sering dikaitkan pada hal-hal yang mistis. Kamu boleh mempertimbangkan intuisi karena itu berasal dari observasi dan pengalaman yang ditangkap otak. Meski begitu, selalu seimbangkan dengan faktor-faktor logis lainnya.

Tetap pertimbangkan logika.  (Foto- psychbytes)
Tetap pertimbangkan logika. (Foto- psychbytes)

Kamu bisa menggunakan intuisimu lebih sering ketika kamu perlu membuat keputusan yang cepat atau ketika kamu tidak memiliki informasi lebih dalam seputar pilihan-pilihan yang ada.(SHN)

Baca juga:

Waspada Gaslighting, Taktik manipulatif untuk Memutarbalikkan Fakta

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan