MerahPutih.Com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terkait pengerahan ratusan petugas Satpol PP untuk penyegelan Hotel Alexis. Menurut Anies, jumlah satpol PP yang terlalu besar membuat aksi penertiban itu mudah bocor.
Bocornya surat edaran penutupan Hotel Alexis, di daerah Jakarta Utara menimbulkan kegaduhan di tubuh Pemerintah Perovinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Anies Baswedan mempersoalkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI yang menerjunkan 325 personel untuk menutup hotel yang diduga melakukan prostitusi tersebut.
Namun, Kasatpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Puwoko mengaku jumlah tersebut masih cukup wajar. Pasalnya beberapa waktu lalu, ketika penutupan Kalijodo pihaknya menurunkan 5 ribu Satpol PP.
"Ya dulu Kalijodo berapa, 5 ribu. Kalau sesuai dengan SOP kan kita harus menyiapkan, jangan sampai timbul masalah baru lagi," ujar Yani di Jakarta, Sabtu, (24/3).
Yani menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan melakukan penutupan Hotel yang terletak di Utara Jakarta itu. Karena kewenangan berada di tangan Pemimpin Jakarta yakni Anies Baswedan.
"Yang penting saat ini Satpol PP siap, menyiapkan diri sewaktu-waktu ada perintah, Satpol PP siap. Pokoknya Satpol PP saat ini sedang mempersiapkan diri baik itu personelnya dan perlengkapan lainnya kan butuh segelnya, perlu kunci-kunci dan kasih lembar pengumumannya," tandasnya.
Sebelumnya diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa kecewa dengan Satpol PP DKI lantaran telah salah ambil kebijakan dengan mengerahkan 325 personel termasuk dari polisi dan TNI itu adalah tindakan yang berlebihan.(Asp)