Headline

Anies Kecewa dengan Pengerahan Satpol PP untuk Alexis, Yani: Sesuai SOP

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 24 Maret 2018
Anies Kecewa dengan Pengerahan Satpol PP untuk Alexis, Yani: Sesuai SOP

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terkait pengerahan ratusan petugas Satpol PP untuk penyegelan Hotel Alexis. Menurut Anies, jumlah satpol PP yang terlalu besar membuat aksi penertiban itu mudah bocor.

Bocornya surat edaran penutupan Hotel Alexis, di daerah Jakarta Utara menimbulkan kegaduhan di tubuh Pemerintah Perovinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Anies Baswedan mempersoalkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI yang menerjunkan 325 personel untuk menutup hotel yang diduga melakukan prostitusi tersebut.

Namun, Kasatpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Puwoko mengaku jumlah tersebut masih cukup wajar. Pasalnya beberapa waktu lalu, ketika penutupan Kalijodo pihaknya menurunkan 5 ribu Satpol PP.

"Ya dulu Kalijodo berapa, 5 ribu. Kalau sesuai dengan SOP kan kita harus menyiapkan, jangan sampai timbul masalah baru lagi," ujar Yani di Jakarta, Sabtu, (24/3).

Yani menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan melakukan penutupan Hotel yang terletak di Utara Jakarta itu. Karena kewenangan berada di tangan Pemimpin Jakarta yakni Anies Baswedan.

"Yang penting saat ini Satpol PP siap, menyiapkan diri sewaktu-waktu ada perintah, Satpol PP siap. Pokoknya Satpol PP saat ini sedang mempersiapkan diri baik itu personelnya dan perlengkapan lainnya kan butuh segelnya, perlu kunci-kunci dan kasih lembar pengumumannya," tandasnya.

Sebelumnya diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa kecewa dengan Satpol PP DKI lantaran telah salah ambil kebijakan dengan mengerahkan 325 personel termasuk dari polisi dan TNI itu adalah tindakan yang berlebihan.(Asp)

#Satpol PP #Hotel Alexis #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Pramono bakal Tindak Tegas Oknum Satpol PP DKI yang Pungli
Aksi tersebut sungguh merusak institusi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Pramono bakal Tindak Tegas Oknum Satpol PP DKI yang Pungli
Indonesia
500 Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Demo BEM UI di Jakarta
Satpol PP DKI juga terus berkoordinasi dengan kepolisian dan Dishub DKI dalam melakukan pemantauan dan pengamanan kegiatan di lapangan.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
500 Personel Satpol PP Dikerahkan Jaga Demo BEM UI di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Perangi Parkir Liar, 600 Personel Gabungan Turun Tertibkan 15 Titik Prioritas
Pemprov DKI Jakarta menggelar operasi gabungan penertiban parkir liar dan jukir liar. Operasi menyasar 15 titik prioritas di lima wilayah Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Pemprov DKI Perangi Parkir Liar, 600 Personel Gabungan Turun Tertibkan 15 Titik Prioritas
Indonesia
Satpol PP DKI Minta Maaf, Bikin Masyarakat tak Nyaman saat Penertiban Pedagang Es Krim di CFD
Satpol PP DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Satpol PP DKI Minta Maaf, Bikin Masyarakat tak Nyaman saat Penertiban Pedagang Es Krim di CFD
Indonesia
Viral Satpol PP DKI Diduga Kasar saat Tertibkan Pedagang Es Krim di CFD Bundaran HI
Satpol PP DKI meminta maaf atas viralnya video penertiban pedagang es krim di CFD Bundaran HI.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Viral Satpol PP DKI Diduga Kasar saat Tertibkan Pedagang Es Krim di CFD Bundaran HI
Indonesia
Satpol PP DKI Akui Kekurangan Personel untuk Awasi Maraknya Begal dan Jambret
Satpol PP DKI mengakui luasnya wilayah Jakarta dan minimnya personel membuat aksi penjambretan sulit dicegah secara maksimal.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Satpol PP DKI Akui Kekurangan Personel untuk Awasi Maraknya Begal dan Jambret
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
White Rabbit PIK 2 Ditutup Satpol PP, Terbukti Langgar Aturan dan Temuan Narkoba
White Rabbit PIK 2 resmi ditutup oleh Satpol PP DKI Jakarta. Tempat hiburan malam itu terbukti melanggar aturan dan adanya penemuan narkoba.
Soffi Amira - Minggu, 26 April 2026
White Rabbit PIK 2  Ditutup Satpol PP, Terbukti Langgar Aturan dan Temuan Narkoba
Indonesia
35 Petugas Satpol PP DKI Meninggal Dunia di 2025, Disebut Beban Kerjanya Berat
Di tingkat kelurahan, jumlah anggota Satpol PP rata-rata hanya berkisar 7 hingga 10 orang, sedangkan tuntutan pengamanan dan penertiban berlangsung 24 jam.
Dwi Astarini - Kamis, 23 April 2026
35 Petugas Satpol PP DKI Meninggal Dunia di 2025, Disebut Beban Kerjanya Berat
Bagikan