Headline

Angka Pernikahan Anak Tinggi, Bangladesh Luncurkan Aplikasi Ini

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 08 Mei 2018
Angka Pernikahan Anak Tinggi, Bangladesh Luncurkan Aplikasi Ini

Data dan fakta pernikahan anak di Bangladesh (Foto: Unicef)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pernikahan anak bukan hanya masalah Indonesia saja. Bangladesh termasuk salah satu negara dengan pernikahan anak paling tinggi di dunia. Jika di Indonesia tercatat 340 ribu kasus pernikahan dini, maka Bangladesh berdasarkan catatan UNICEF hampir 56 persen dari 30 juta anak perempuan dipaksa menikah dibawah umur 15-18 tahun.

Angka pernikahan anak di Bangladesh terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2017 kasus pernikahan anak mencapai 59 persen. Tentu saja, hal ini benar-benar mengkhawatirkan. UNICEF bekerja sama dengan Plan Internasional meluncurkan aplikasi khusus dari telepon seluler untuk melawan pernikahan anak di negara tersebut.

Aplikasi telepon seluler itu diharapkan menjadi "game changer" dalam usaha melawan pernikahan dini di Bangladesh.

Menurut Plan International pada Senin (7/5) negara Asia Selatan yang serba kekurangan itu memiliki salah satu tingkat perkawinan anak tertinggi di dunia versi UNICEF. Meski ada undang-undang yang melarang perempuan di bawah 18 tahun dan laki-laki di bawah usia 21 tahun untuk menikah, kehidupan anak perempuan di Bangladesh masih dibawah tekanan adat dan tradisi.

Pernikahan Anak di Bangladesh
Pernikahan anak di Bangladesh mengkhawatirkan (Foto: ANTARA via AFP)

Aplikasi seluler yang diluncurkan Plan Internasional dan pemerintah Bangladesh tersebut bertujuan untuk mencegah hal tersebut dengan memungkinkan para perantara jodoh, pemuka agama dan petugas yang mendaftarkan pernikahan untuk memverifikasi usia pengantin melalui pangkalan data digital.

"Jika kita bisa mengajak orang-orang yang terlibat dalam tahap awal pernikahan dengan baik, maka tidak akan ada orang yang melangsungkan upacara, tidak ada yang mendaftar dan tidak ada orang yang mengatur pernikahan untuk seorang anak," kata Soumya Guha, direktur Plan International di Bangladesh.

"Aplikasi ini bisa menjadi pengubah permainan yang kami butuhkan," katanya, menambahkan bahwa aplikasi tersebut menghentikan 3.750 pernikahan di bawah umur selama enam bulan masa uji coba.

Para pegiat mengatakan, gadis-gadis yang menikah muda sering putus sekolah dan menghadapi risiko lebih besar dari perkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, dan kehamilan paksa, yang dapat membahayakan jiwa mereka.

Aplikasi tersebut, yang memiliki versi pesan teks luar jaringan untuk daerah pedesaan, memberikan akses pengguna ke pangkalan data yang menyimpan nomor identifikasi unik, yang terkait dengan ketiga dokumen.

Anak-Anak Bangladesh dilatih lawan pernikahan dini
Banyak anak perempuan Bangladesh dibawah tekanan pernikahan dini (Foto: Unicef)

Ketika salah satu nomor dimasukkan, aplikasi tersebut menunjukkan "lanjutkan" jika orang tersebut berada pada usia hukum dan "peringatan!" merah jika tidak.

Semua pernikahan di Bangladesh harus terdaftar secara hukum dalam 30 hari upacara, tetapi banyak yang tidak.

Salinan akta kelahiran, dokumen meninggalkan sekolah atau kartu identitas nasional berfungsi sebagai bukti usia, tetapi orang tua yang ingin menikahkan anak-anak mereka sering kali memalsukan data mereka.

Badan amal tersebut melatih 100 ribu petugas tentang efek buruk pernikahan anak dan cara menggunakan aplikasi, yang diharapkan dapat diluncurkan secara nasional pada Agustus.

"Saya yakin aplikasi ini akan membantu kami mencapai komitmen perdana menteri kami yang terhormat untuk menghapus pernikahan anak sebelum 2041," kata Muhammad Abdul Halim, direktur jenderal di kantor perdana menteri sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.

Mirisnya pernikahan dini di Bangladesh
Mirisnya pernikahan dini di Bangladesh (Foto: Aljazeeratv)

Namun, pengacara Mahkamah Agung Sara Hossain mengatakan, ada lebih banyak yang harus dilakukan untuk mendidik anak perempuan tentang hak mereka untuk menyetujui dan menyumbat celah hukum.

"Orang-orang mungkin hanya menghindari pendaftaran karena itu tidak diperlukan untuk keabsahan pernikahan, dan hanya ada hukuman kecil karena tidak mendaftarkan. Ini bukan hal yang besar," kata Hossain.

"Kami bisa jadi keliru untuk berpikir bahwa sesuatu seperti ini akan menjadi solusi mudah untuk permasalahan sulit," ujarnya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: PM Li Keqiang Perintahkan Perusahaan Negaranya Pakai Tenaga Kerja Indonesia

#Kekerasan Anak #Perlindungan Anak #Bangladesh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Modal Skuad Mewah Jutaan Dolar! John Herdman Janjikan Garuda Pesta Gol ke Gawang Bangladesh
Pelatih John Herdman percaya diri Skuad Garuda bermodal pemain jutaan dolar mampu pesta gol lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup demi tiket ke final.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Modal Skuad Mewah Jutaan Dolar! John Herdman Janjikan Garuda Pesta Gol ke Gawang Bangladesh
Olahraga
Digulung Singapura, Bangladesh Jadi Tim Pertama yang Tersingkir dari FIFA ASEAN Cup 2026
Bangladesh menjadi tim pertama yang tersingkir dari FIFA ASEAN Cup 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Digulung Singapura, Bangladesh Jadi Tim Pertama yang Tersingkir dari FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Kisah Kelam Jamal Bhuyan Sang Kapten Timnas Bangladesh, Ditembak 4 Kali Hingga Tampil di FIFA ASEAN Cup
Penasaran dengan kisah Jamal Bhuyan kapten Timnas Bangladesh yang pernah ditembak 4 kali hingga koma? Simak profil sang legenda jelang laga FIFA ASEAN Cup di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Kisah Kelam Jamal Bhuyan Sang Kapten Timnas Bangladesh, Ditembak 4 Kali Hingga Tampil di FIFA ASEAN Cup
Olahraga
Timnas Indonesia Wajib Waspadai Farhaan Ali Wahid, Winger Didikan Chelsea yang Bela Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Timnas Indonesia wajib waspada! Kenalan dengan Farhaan Ali Wahid, winger lincah didikan Chelsea dan Fulham yang jadi andalan baru Timnas Bangladesh di ASEAN Cup 2026.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 23 September 2026
Timnas Indonesia Wajib Waspadai Farhaan Ali Wahid, Winger Didikan Chelsea yang Bela Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Profil Hamza Choudhury: Senjata Mematikan Bangladesh di ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Wajib Waspada
Timnas Indonesia wajib waspada! Skuad Bangladesh bawa Hamza Choudhury, eks bintang Leicester City bernilai fantastis ke ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Cek profil dan jadwal lengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 23 September 2026
Profil Hamza Choudhury: Senjata Mematikan Bangladesh di ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Wajib Waspada
Olahraga
Timnas Bangladesh Dihantam Badai Jelang Berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026, Klub-Klub Lokal Munculkan Gelombang Protes
Meta Deskripsi: Kisruh jadwal Liga Bangladesh berlanjut! 10 klub resmi layangkan protes ke BFF menuntut kompetisi tanpa jeda dan kompensasi finansial. Cek poin lengkap tuntutannya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Timnas Bangladesh Dihantam Badai Jelang Berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026, Klub-Klub Lokal Munculkan Gelombang Protes
Olahraga
Bangladesh Rilis Jersey untuk FIFA ASEAN Cup, Menpora Nostalgia Saat Jadi Kapten Timnas
Bangladesh meluncurkan jersey baru timnas produksi DOUR. Menpora Aminul Haque mengenang masa lalu sebagai kapten timnas.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
 Bangladesh Rilis Jersey untuk FIFA ASEAN Cup, Menpora Nostalgia Saat Jadi Kapten Timnas
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Pelaku pembacokan itu, diketahui menggunakan jaket serta masker. Salah satu terduga pelaku juga nampak mengenakan celana sekolah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Bagikan