Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

PM Li Keqiang Perintahkan Perusahaan Negaranya Pakai Tenaga Kerja Indonesia

Eddy FloEddy Flo - Senin, 07 Mei 2018
PM Li Keqiang Perintahkan Perusahaan Negaranya Pakai Tenaga Kerja Indonesia

Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Cina Li Keqiang (kiri) saat kunjungan kenegaraan di beranda Istana Bogor (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kontroversi tenaga kerja asing belakangan ini santer digulirkan kaum oposisi terhadap Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Menariknya, kritik terhadap tenaga kerja asing justru dialamatkan kepada proyek-proyek pemerintah yang didanai Tiongkok. Tentu saja hal ini mempengaruhi hubungan Indonesia dan Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok bukannya tidak memperhatikan isu domestik Indonesia terkait tenaga kerja. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang langsung memberikan tanggapan atas masalah tersebut.

Perdana Menteri Li Keqiang memberikan instruksi kepada sejumlah perusahaan negeri tirai bambu yang berinvestasi di Indonesia mengutamakan mempekerjakan para pekerja Indonesia.

PM Li bersama Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Perdana Menteri Cina Li Keqiang memeriksa pasukan saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/5). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

"Kami juga menekankan kepada perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia harus menggunakan sebagian besar atau diutamakan untuk lapangan kerja di Indonesia, untuk menggunakan tenaga kerja Indonesia," kata PM Li saat jumpa pers bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada Senin (7/5).

Menurut Li, dengan terciptanya lapangan pekerjaan di Indonesia maka keuntungan untuk kedua pihak dapat diraih.

PM Li Keqiang juga sebagaimana dilansir Antara meminta pemerintah untuk terus memperbaiki kemudahan pengurusan administrasi investasi perusahaan Tiongkok di Indonesia.

Dalam pertemuan bilateral Presiden Jokowi dan PM Li juga dibahas mengenai kerja sama produksi makanan halal dan busana muslim.

Presiden Jokowi dan PM Li Keqiang di Istana Bogor
Presiden Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Perdana Menteri Cina Li Keqiang usai melakukan penanaman pohon di halaman belakang Istana Bogor (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

"Kami juga berkenan untuk bisa investasi di Indonesia untuk bidang makanan halal dan busana muslim. Dengan demikian kami bisa bersama-sama untuk lebih mengembangkan pasar-pasar ketiga," ujar PM Li.

Li menilai kerja sama kedua negara di bidang itu dapat diperdalam mengingat Tiongkok yang juga memiliki populasi umat muslim sebesar 20 juta orang.

PM Li Keqiang melakukan kunjungan resmi atas undangan Presiden Jokowi pada 6-8 Mei 2018. Li juga akan menyambangi Sekretariat ASEAN dan menghadiri KTT Bisnis Indonesia-Tiongkok. Salah satu agendanya di Tanah Air yakni menghadiri Indonesia-China Business Summit.

Pada kesempatan Indonesia-China Business Summit 2018, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Pemerintah dan pengusaha China untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja domestik Indonesia dalam setiap bentuk investasi yang dilakukan di Tanah Air.

Wapres Jusuf Kalla bersama PM LI Keqiang
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) menyampaikan paparan disaksikan Perdana Menteri Cina Li Keqiang pada Indonesia-China Business Summit di Jakarta, Senin (7/5). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan harapan Indonesia atas dukungan Pemerintah China dan kalangan usaha Indonesia dan China untuk peningkatan investasi dengan penekanan memprioritaskan tenaga kerja Indonesia," kata Jusuf Kalla dalam sambutannya di acara Indonesia-China Business Summit 2018 di Jakarta, Senin (7/5) malam.

Dengan lebih mengutamakan tenaga kerja domestik Indonesia di setiap perusahaan milik China, maka Wapres Kalla berharap hal itu dapat memberi nilai tambah bagi industri, menjaga stabilitas lingkungan, serta peningkatan kualitas produk industri.

"Mewujudkan di bidang investasi, peningkatan investasi China di sektor industri manufaktur, industri pengolahan energi, ramah lingkungan dan juga memastikan kualitas produk dan layanan yang prima, serta alih teknologi," kata Wapres Kalla.

Kemudahan berinvestasi bagi modal asing, salah satunya dari China sebagai investor terbesar kedua di Indonesia, telah didukung melalui kebijakan kemudahan izin bagi tenaga kerja asing di Indonesia.

Indonesia-China Busimess Summit 2018
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Perdana Menteri Cina Li Keqiang menghadiri Indonesia-China Business Summit di Jakarta (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Sebelumnya Wapres Jusuf Kalla pernah mengatakan bahwa kemudahan izin bagi tenaga kerja asing ke Indonesia, seperti diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, memberikan dampak pada kelancaran investasi asing di Tanah Air.

"Ini kan alih teknologi, untuk mendidik orang musti orang yang ahli. Tanpa diajar oleh asing itu, (industri) kita tidak bisa jalan," kata Jusuf Kalla.

Selain itu, dengan adanya kemudahan izin bekerja bagi tenaga kerja asing untuk alih teknologi, maka peluang untuk membuka lapangan pekerjaan bagi pekerja domestik Indonesia juga terbuka lebar.

"Jadi hukumnya ialah satu tenaga (kerja) asing bisa membuka setidak-tidaknya 100 lapangan pekerja. Kalau tidak ada tenaga asing itu kurang lapangan kerja. Jadi (tenaga asing) bukan menyaingi tenaga kerja di Indonesia. Justru membantu tenaga kerja di Indonesia untuk `skill'-nya, sehingga industri kita bisa maju," pungkas Wapres Jusuf Kalla.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: BPS: Awal 2018 Jumlah Pengangguran Berkurang 140 Ribu Orang

#Tenaga Kerja Asing #Perdana Menteri #Tiongkok #Wapres Jusuf Kalla #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ketua Partai Buruh Andy Burnham Jabat Perdana Menteri Inggris
Pria berusia 56 tahun itu berjanji akan memperbaiki layanan publik, termasuk sistem perairan, dan mempromosikan desentralisasi kekuasaan, demikian laporan media setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
Ketua Partai Buruh Andy Burnham Jabat Perdana Menteri Inggris
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
164 TKA Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp 2,17 Miliar
Kemnaker menemukan 164 TKA bekerja tanpa pengesahan RPTKA. Kemnaker pun menjatuhkan denda Rp 2,17 miliar kepada PT BAP.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
164 TKA Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp 2,17 Miliar
Indonesia
KPK Duga Bekas Sekjen Kemenaker Terima Rp 12 Miliar dari Pemerasan Tenaga Kerja Asing
Pada 5 Juni 2025, KPK mengungkapkan identitas delapan orang tersangka kasus pemerasan dalam pengurusan RPTKA di Kemenaker, yakni aparatur sipil negara di Kemenaker
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
KPK Duga Bekas Sekjen Kemenaker Terima Rp 12 Miliar dari Pemerasan Tenaga Kerja Asing
Dunia
Ratu Sirikit Wafat, PM Thailand Anutin Charnvirakul Batal Hadiri KTT ASEAN
PM Thailand sebelumnya telah diundang secara resmi oleh Perdana Menteri Malaysia
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 25 Oktober 2025
Ratu Sirikit Wafat, PM Thailand Anutin Charnvirakul Batal Hadiri KTT ASEAN
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Dunia
Belum Sebulan Menjabat, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu Undur Diri
Istana Elysee mengumumkan pengunduran diri itu setelah Lecornu bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron selama satu jam pada Senin pagi.
Dwi Astarini - Senin, 06 Oktober 2025
Belum Sebulan Menjabat, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu Undur Diri
Dunia
Macron Tunjuk Sebastien Lecornu sebagai Perdana Menteri Baru Prancis
Lecornu, 39, termasuk salah satu favorit untuk menggantikan posisi tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
Macron Tunjuk Sebastien Lecornu sebagai Perdana Menteri Baru Prancis
Indonesia
KPK Terus Buru Aset Pelaku Pemerasan TKA, Teranyar Sita Lahan 4,7 Hektar di Jateng
Penyidik masih akan terus melacak dan menelusuri aset-aset lainnya yang diduga terkait atau bersumber dari hasil dugaan tindak pidana korupsi ini
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 September 2025
KPK Terus Buru Aset Pelaku Pemerasan TKA, Teranyar Sita Lahan 4,7 Hektar di Jateng
Indonesia
KPK Mulai Bidik Imigrasi Dikasus Praktik Pemerasan Tenaga Kerja Asing
Para TKA sebelum mengurus RPTKA di Kemenaker akan menjalani sejumlah proses di imigrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 02 Agustus 2025
KPK Mulai Bidik Imigrasi Dikasus Praktik Pemerasan Tenaga Kerja Asing
Bagikan