Andrew A Susanto: Pendidikan Taplai Perkuat Jati Diri Bangsa

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 18 Juli 2018
Andrew A Susanto: Pendidikan Taplai Perkuat Jati Diri Bangsa

Alumni PPRA 50 Tahun 2013 Lemhannas Andrew A. Susanto (Foto: MP/Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Alumni PPRA 50 Tahun 2013, Andrew A. Susanto mengatakan Program Pendidikan Pemantapan nilai-nilai kebangsaan (Taplai) Lembaga Pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) merupakan upaya aktif negara dalam memperkuat jati diri bangsa.

Hal itu bersumber pada empat konsensus dasar yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Mengikuti program Taplai adalah bentuk partisipasi aktif warga negara dalam upaya pembangunan karakter bangsa," kata Andrew A Susanto.

Andrew berharap Program Pendidikan Taplai yang digelar Lemhannas nantinya mampu mengimbangi pengaruh nilai-nilai global.

"Serta program Taplai nantinya dapat menjaga komitmen kebangsaan demi utuhnya NKRI," ungkapnya.

Alumni Lemhannas dari INTI Andrew A Susanto
Alumni Lemhannas dari INTI Andrew A Susanto (Foto: Ist)

Sementara itu, Juru Bicara INTI, Lexyndo Hakim mengaku, pendaftaran peserta program Taplai diperpanjang sampai dengan hari Kamis 19 Juli 2018.

Perpanjangan waktu ini juga dibatasi 100 peserta saja. Tetapi adanya seleksi maka terbuka pendaftar yang mungkin saja tidak memenuhi syarat, dan juga peserta dari luar daerah Jakarta masih banyak dalam proses persiapan administrasi pendaftaran program pendidikan Taplai ini.

"Tingkat partisipasi peserta ternyata sangat tinggi, namun karena keterbatasan waktu yang ditetapkan, banyak masukan dari calon-calon peserta untuk dapat diberikan kesempatan perpanjangan waktu," tuturnya.

Sementara itu, Lexy menuturkan pada Senin (16/7) masa pendaftaran program Pendidikan Taplai diperpanjang.

"Perpanjangan masa pendaftaran itu guna memberikan kesempatan lebih luas kepada segenap perkumpulan organisasi khususnya diluar Jakarta, untuk mendaftarkan kader dan anggotanya sebagai peserta program pendidikan Taplai Lemhannas INTI," ungkapnya

Berkas pendaftaran peserta Taplai baik disampaikan secara langsung atau rekomendasi melalui pos maupun surat elektronik, akan diterima oleh Sekretariat INTI.

"Paling lambat tanggal 19 Juli 2018 pukul 15.00 WIB," tutupnya.(Asp)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Alumni Lemhannas Sumandi Akui Taplai Beri Energi Positif untuk Para Kader INTI

#TAPLAI INTI #Perhimpunan Indonesia Tionghoa #INTI #Lemhannas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Universitas Republik Indonesia resmi dibentuk sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional. Mengadopsi konsep sekolah elite Prancis, diproyeksikan mencetak calon pemimpin.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Berita Foto
Gubernur Lemhannas Dampingi Peserta P4N Pelajari Pencegahan Korupsi di KPK
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily (tengah) saat kunjungan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 23 April 2026
Gubernur Lemhannas Dampingi Peserta P4N Pelajari Pencegahan Korupsi di KPK
Indonesia
KPK–Lemhannas Gembleng 110 Calon Pemimpin, Ditekankan Integritas di Tengah Risiko Konflik Kepentingan
KPK dan Lemhannas gembleng 110 calon pemimpin nasional, fokus pada integritas dan risiko konflik kepentingan. Ini tujuannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
KPK–Lemhannas Gembleng 110 Calon Pemimpin, Ditekankan Integritas di Tengah Risiko Konflik Kepentingan
Indonesia
Gubernur Lemhannas Ungkap Rencana Pemanfaatan Apartemen Hibah Senilai Rp 3,52 M dari KPK
KPK menghibahkan dua apartemen senilai Rp 3,52 miliar ke Lemhannas. Ace Hasan memastikan proses sesuai aturan dan tercatat sebagai aset negara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Gubernur Lemhannas Ungkap Rencana Pemanfaatan Apartemen Hibah Senilai Rp 3,52 M dari KPK
Indonesia
Lemhannas Gandeng KPK, Calon Pimpinan Nasional Ditempa Integritas Antikorupsi
Lemhannas bersama KPK memperkuat pendidikan antikorupsi bagi peserta P4N. Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya integritas calon pemimpin nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Lemhannas Gandeng KPK, Calon Pimpinan Nasional Ditempa Integritas Antikorupsi
Indonesia
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp 3,52 Miliar ke Lemhannas
KPK serahkan dua apartemen hasil korupsi senilai Rp3,52 miliar ke Lemhannas sebagai bagian strategi asset recovery dan pencegahan korupsi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp 3,52 Miliar ke Lemhannas
Indonesia
Penghormatan Terakhir Bagi Intelektual Militer dan Reformasi TNI Agus Widjojo
Agus Widjojo, mantan Gubernur Lemhannas RI periode 2016-2022, meninggal pada Minggu (8/2) malam pukul 20.15 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Februari 2026
Penghormatan Terakhir Bagi Intelektual Militer dan Reformasi TNI Agus Widjojo
Indonesia
Hadiri Munas INTI 2025, Pramono Anung Tegaskan Jakarta Milik Semua Golongan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Munas INTI ke-VI 2025 dan menegaskan komitmen membangun Jakarta yang inklusif bagi semua golongan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Hadiri Munas INTI 2025, Pramono Anung Tegaskan Jakarta Milik Semua Golongan
Indonesia
Gubernur Pramono: Jangan Hanya Andalkan APBD, ASN DKI Jakarta Harus Lebih Kreatif
Pramono Anung menekankan pentingnya transformasi ekonomi untuk menjadikan birokrasi Jakarta lebih transparan dan fleksibel.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 September 2025
Gubernur Pramono: Jangan Hanya Andalkan APBD, ASN DKI Jakarta Harus Lebih Kreatif
Indonesia
Gibran Sudah Final Dipilih Rakyat, Usulan Pemakzulan Dianggap Tak Layak Dikaji
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa usulan tersebut tidak perlu dikaji.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Mei 2025
Gibran Sudah Final Dipilih Rakyat, Usulan Pemakzulan Dianggap Tak Layak Dikaji
Bagikan