Kesehatan

Anak Muda Bandung Rentan Terserang Hipertensi

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 09 Juni 2022
Anak Muda Bandung Rentan Terserang Hipertensi

Selalu periksa tekanan darah. (Foto: Unsplash/Mockup Graphics)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HIPERTENSI (tekanan darah tinggi) tidak lagi diidentikan pada orang usia lanjut dengan gejala sakit kepala dan mudah marah. Sekarang, penyakit ini justru banyak ditemukan pada anak muda.

Hasil Riset Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung tahun 2018 menunjukkan, 1 dari 3 penduduk di Kota Bandung berusia lebih dari 15 tahun mengidap hipertensi.

Baca Juga:

Berminat untuk Threading Alis? Ketahui Terlebih Dulu Faktanya

hipertensi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani. (Foto: Humas Bandung)

Prevalensi angka hipertensi mencapai 36,6 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung di atas usia 15-69 tahun. Dengan kata lain, sekitar 700 ribu orang di Kota Bandung berpotensi terkena hipertensi. Sampai Mei kemarin Dinkes memperoleh aduan hipertensi sekitar 28 ribu kasus.

Bahkan, saking tak terasa di awal, penyakit ini disebut sebagai silent killer. Seringnya baru ketahuan ketika sudah bergejala, seperti stroke, sakit ginjal, dan masalah jantung. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani seusai acara Bandung Menjawab pada Rabu (8/6/2022).

"Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi penderitanya mulai bergeser ke usia yang lebih muda," ungkap Ira.

Faktornya terbagi menjadi dua, faktor yang tidak bisa dikendalikan dan bisa dikendalikan. Untuk faktor yang tidak bisa kendalikan, seperti usia, jenis kelamin, dan keturunan.

"Tapi, ada juga faktor yang bisa kita kendalikan, seperti pola diet, menu makanan yang tidak seimbang, kurang olahraga, konsumsi garam berlebih, dan tingkat stres yang tinggi," akunya.

Ira mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan cek kesehatan di puskesmas terdekat. Jangan sampai menunggu ada gejala dulu kemudian memeriksakan ke dokter.

"Mau ada gejala atau tidak, minimal setahun sekali periksa tekanan darahnya ke puskesmas terdekat. Biayanya gratis, sudah dijamin pemerintah," ujarnya.

Baca Juga:

Brotox, Botox untuk Laki-laki yang makin Populer

hipertensi
Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dalam periode tertentu. (Foto: Unsplash/Hush Naidoo Jade Photography)

Beberapa gejala yang bisa muncul akibat hipertensi antara lain stroke, retinopati, komplikasi jantung, dan gagal ginjal.

Perlu diketahui, retinopati merupakan salah satu penyakit mata yang rentan membuat penglihatan seseorang menjadi kabur. Jantung pun membesar karena harus memompa terus-menerus

"Bisa gagal jantung atau ada penyumbatan di dalamnya. Lalu ginjal juga jadi ancaman jika tekanan darah tinggi tidak terkontrol," imbuhnya.

Untuk menekan angka hipertensi di Kota Bandung, Dinkes Kota Bandung bekerja sama dengan puskesmas mengadakan webinar. Namun, Ira mengaku, untuk mengubah perilaku masyarakat tidak bisa dalam jangka waktu cepat.

"Memang perlu upaya-upaya yang harus kita lakukan. Warisan ke anak cucu bukan cuma hutan, sawah, lautan, kosan, tapi juga kesehatan," tuturnya.

Langkah-langkah yang harus dilakukan agar mengindari hipertensi, dengan CERDIK:

1. Cek kesehatan secara berkala. Jika telah terdeteksi hipertensi harus sebulan sekali cek kesehatan.

2. Enyahkan asap rokok. Sebab ada bahan dalam rokok yang bikin pembuluh darah kita jadi tidak elastis.

3. Rutin melakukan aktivitas fisik yang harus terukur. Sehingga punya dampak ke kesehatan tubuh.

4. Diet atau menu makanan yang seimbang. Harus ada sayur dan buah, serta minum yang cukup.

5. Istirahat yang cukup untuk kesehatan tubuh kita.

6. Kelola stres dengan benar. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Harus Tahu, 3 Fakta Nikotin

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan