parenting

Anak Laki-Laki Membutuhkan Dukungan Emosi Lebih Besar

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Jumat, 28 Februari 2020
Anak Laki-Laki Membutuhkan Dukungan Emosi Lebih Besar

Anak laki-laki butuh dukungan emosional (Sumber: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"ANAK laki-laki jangan menangis!" kalimat tersebut nyaris didengar oleh seluruh anak laki-laki di berbagai belahan Bumi ini. Laki-laki dituntut untuk selalu terlihat kuat di berbagai situasi berapa pun usia mereka. Jika air mata menetes dari mata mereka seolah-olah itu adalah kesalahan dan aib.

Padahal ternyata, anak laki-laki justru perlu dukungan emosional yang lebih mendalam dan menyeluruh dibandingkan anak perempuan. Sebastian Kraemer, Konsultan Anak dan Psikiater Remaja menuturkan bahwa anak laki-laki memiliki bagian otak hipotalamus yang lebih besar dibandingkan perempuan.

"Hipotalamus yang besar membantu mereka memiliki kekuatan fisik tetapi di saat yang sama membuat mereka kurang dalam pengaturan emosi secara mandiri," jelas Kraemer.

Baca juga:

Siswa Disiksa Makan Kotoran Manusia, Tindakan Membahayakan Tubuh!

Anak bayi menangis
Bayi laki-laki menangis (Sumber: Pregnancy, Birth, and Baby)

Selain itu, perkembangan otak anak perempuan memiliki kecepatan yang jauh lebih maju dibandingkan anak laki-laki. "Sekeras apapun anak laki-laki mengejar perkembangan anak perempuan di 6 minggu pertama setelah lahir tetap saja perkembangan otak mereka berada pada tingkatan yang lebih lambat dibandingkan anak perempuan," urainya. Itu terus terjadi hingga menuju fase dewasa.

Secara psikologis, otak anak perempuan yang baru lahir setara dengan anak laki-laki berusia enam minggu.

Baca juga:

Gadis 7 Tahun Juara Pokemon Oceania International Championship 2020

Anak Bayi
Perkembangan otak anak perempuan lebih cepat dari laki-laki (Sumber: Instagram/@diabirthphoto)

Studi yang dilakukan oleh Kraemer juga menunjukkan bahwa embrio laki-laki lebih rentan terhadap stres yang dihadapi ibu saat hamil. Janin laki-laki juga rentan terhadap cerIebral palsy. Mereka juga memiliki peluang lebih tinggi untuk dilahirkan secara prematur.

"Semua itu membuat anak laki-laki lebih rentan terhadap trauma kelahiran dan pengasuhan yang tidak responsif," ujarnya. (Avia)

Baca juga:

Viral! Kerja 2 Jam Per Hari, Remaja ini Hasilkan Rp 181 Juta Tiap Minggu

#Anak Rewel #Anak Kecil #Anak-anak #Anak Pintar #Parenting
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia dan Ranch Market memotivasi anak-anak TPA Bantar Gebang untuk bermimpi dan beraksi menuju masa depan yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Berita Foto
Wajah Bahagia Anak-anak Player Escort Piala AFF 2025 Dampingi Timnas Indonesia U-23
Anak-anak player escort menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama punggawa Timnas Indonesia U-23 dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jum'at (18/7/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 18 Juli 2025
Wajah Bahagia Anak-anak Player Escort Piala AFF 2025 Dampingi Timnas Indonesia U-23
Lifestyle
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Ini merupakan pilihan yang bijak dan menyehatkan bagi anak-anak yang tidak bisa menoleransi susu sapi.
Dwi Astarini - Jumat, 04 Juli 2025
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Lifestyle
Dokter Bocorkan Cara Ajaib Bikin Anak Berprestasi Hanya dengan Musik
Paparan musik, terutama musik klasik, terbukti memiliki dampak positif pada perkembangan kognitif anak
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Juni 2025
Dokter Bocorkan Cara Ajaib Bikin Anak Berprestasi Hanya dengan Musik
Fun
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Studi dari American Psychological Association temukan bahwa screen time berlebihan berkaitan dengan kecemasan, depresi, dan agresi pada anak-anak. Konten dan dukungan emosional juga berperan penting.
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 11 Juni 2025
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Bagikan