Amnesty Sebut Kekerasan Terhadap Rohingya Pembersihan Etnis

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 15 September 2017
Amnesty Sebut Kekerasan Terhadap Rohingya Pembersihan Etnis

Pengungsi Rohingya membawa seorang nenek di Tekraf, Bangladesh dalam gambar yang diambil 1 September 2017. ( REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amnesty International mengklaim memiliki bukti-bukti valid bahwa militer Myanmar terlibat dalam kekerasan terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya.

Direktur Krisis dan Respon Amnesty International Tirana Hassan mengatakan apa yang sedang terjadi terhadap Rohingya di Myanmar merupakan kejahatan kemanusiaan.

"Ada pola sistematik dan jelas dalam penyimpangan di sini. Pasukan keamanan mengepung desa, menembaki orang-orang yang berlarian karena panik dan membakar rumah-rumah mereka," ucap Hassan.

"Dari sisi hukum, ini merupakan kejahatan kemanusiaan--serangan sistemik dan mengusir warga sipil secara paksa," katanya seraya menambahkan, upaya pemerintah Myanmar menggiring isu ini soal populasi merupakan kebohongan besar.

"Investigasi kami sangat jelas bahwa pasukan Myanmar, bersama massa terorganisir bertanggung jawab atas pembakaran rumah warga etnis Rohingya," tegas Tirana.

Amnesty International menyatakan memiliki bukti-bukti pendeteksi api, citra satelit, foto, dan video serta wawancara dengan saksi mata di Myanmar dan yang telah menyeberangi perbatasan di Bangladesh. Mereka mengatakan telah terjadi persekusi yang terorganisir dengan target desa-desa warga etnis minoritas Muslim Rohingya di perbatasan negara bagian Rakhine dalam tiga minggu terakhir.

"Bukti-bukti itu tak bisa disangkal--Pasukan Myanmar memaksa warga Rohingya di negara bagian Rakhine keluar dari Myanmar. Tidak dimungkiri lagi, ini adalah pembersihan etnis," kata Tirana.

Dikatakan Tirana, lebih dari 80 kebakaran terjadi sejak penyerangan pos polisi pada 25 Agustus lalu oleh pemberontak Arkan Rohingya Salvation Army (Arsa).

Menurut Amnesty, dalam empat tahun terakhir belum pernah ada kebakaran sebesar ini di Rakhine.

Pemerintah Myanmar menyatakan 176 desa Rohingya, lebih dari 30 persen dari total desa di negara bagian Rakhine, sekarang kosong. (*)

Sumber: BBC/Sydney Morning Herald

#Krisis Rohingya #Amnesty Internasional
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Amnesty International: Rentetan Teror terhadap Aktivis Ancam Kebebasan Berpendapat
Amnesty International menilai rentetan teror terhadap aktivis dan figur publik di akhir 2025 sebagai ancaman serius bagi kebebasan berekspresi dan demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Januari 2026
Amnesty International: Rentetan Teror terhadap Aktivis Ancam Kebebasan Berpendapat
Indonesia
Amnesty International Ungkap Deretan Pasal Bermasalah di KUHAP Baru, Ada Potensi Penyalahgunaan Wewenang
Amnesty International mengungkap deretan pasal bermasalah di KUHAP baru. Sebab, ada potensi penyalahgunaan wewenang.
Soffi Amira - Rabu, 19 November 2025
Amnesty International Ungkap Deretan Pasal Bermasalah di KUHAP Baru, Ada Potensi Penyalahgunaan Wewenang
Indonesia
Amnesty International Indonesia Desak Pemerintah Cabut Nama Soeharto dari Daftar Calon Pahlawan Nasional
Amnesty International Indonesia menilai upaya menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Reformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Oktober 2025
Amnesty International Indonesia Desak Pemerintah Cabut Nama Soeharto dari Daftar Calon Pahlawan Nasional
Indonesia
Kecam Penangkapan Delpedro Marhaen, Amnesty International: Negara Seharusnya Dengarkan Tuntutan Rakyat
Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen. Usman Hamid mengatakan, negara seharusnya mendengarkan tuntutan rakyat.
Soffi Amira - Rabu, 03 September 2025
Kecam Penangkapan Delpedro Marhaen, Amnesty International: Negara Seharusnya Dengarkan Tuntutan Rakyat
Indonesia
Pembubaran Rumah Doa di Padang Potret Buram Kehidupan beragama di Indonesia
Kasus di Padang ini terjadi hanya sebulan setelah insiden serupa di Sukabumi
Wisnu Cipto - Selasa, 29 Juli 2025
Pembubaran Rumah Doa di Padang Potret Buram Kehidupan beragama di Indonesia
Indonesia
Amnesty International: HAM Bukan Jadi Landasan Utama Pelaksanaan PSN
Usman menjabarkan proyek-proyek PSN, dalam banyak kasus, tidak melalui proses persetujuan atas dasar informasi awal tanpa paksaan dari masyarakat adat setempat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 April 2025
Amnesty International: HAM Bukan Jadi Landasan Utama Pelaksanaan PSN
Indonesia
Amnesty International Sebut Serangan Kebebasan Berekspresi Tembus Level Mengkhawatirkan
Praktik-praktik otoriter kian menyerang jaminan perlindungan hak asasi manusia dalam hukum nasional maupun hukum internasional.
Dwi Astarini - Selasa, 29 April 2025
Amnesty International Sebut Serangan Kebebasan Berekspresi Tembus Level Mengkhawatirkan
Indonesia
Amnesty International Desak Otoritas Negara Lakukan Investigasi Resmi Terkait Teror terhadap Tempo
Jika investigasi resmi tidak dilakukan, maka jurnalis atau aktivis di Indonesia akan terus mendapatkan teror tanpa diketahui siapa dalang di balik aksi tersebut.
Frengky Aruan - Minggu, 23 Maret 2025
Amnesty International Desak Otoritas Negara Lakukan Investigasi Resmi Terkait Teror terhadap Tempo
Indonesia
Reformasi Polri Urgent, Amnesty International: Kapolri Harus Diganti
DPR dalam hal ini kurang optimal di dalam menjalankan fungsi-fungsi kontrol dan pengawasan yang berakibat tidak ada koreksi secara signifikan
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 08 Maret 2025
Reformasi Polri Urgent, Amnesty International: Kapolri Harus Diganti
Indonesia
Prioritas Kemenko Polkam di Bawah Budi Gunawan, Termasuk Masalah Rohingya
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan (BG) mengungkap sejumlah prioritas kerjanya dalam 100 hari kedepan.
Frengky Aruan - Selasa, 22 Oktober 2024
Prioritas Kemenko Polkam di Bawah Budi Gunawan, Termasuk Masalah Rohingya
Bagikan