Pilpres 2019

Amien Rais Maju Capres, Gerindra: Pak Amien Rais itu Anak Bangsa

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 03 Juli 2018
Amien Rais Maju Capres, Gerindra: Pak Amien Rais itu Anak Bangsa

Politikus Gerindra Mohamad Nizar Zahro saat diskusi publik di Cikini, Jakarta Pusat (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Partai Gerindra buka suara menanggapi Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais yang dideklarasikan Koalisi Umat Madani Center (KUM) sebagai calon presiden 2019.

Politikus Partai Gerindra, Mohamad Nizar Zahro mempersilahkan siapapun untuk maju sebagai capres pada Pemilu 2019, termasuk Amirn Rais. Menurut Nizar, hal itu sejalan dengan pada pasal 27 dan 28 UUD 1945.

"Sikap Gerindra itu patuh pada UU. UUD 1945 pasal 27 dan 28, bahwa siapapun orangnya berhak memilih dan dipilih," kata Nizar dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).

"Pak Amien Rais itu anak bangsa. Berhak mencalonkan diri sebagai capres. Apakah memenuhi Presidential Threshold? Itu lain persoalan," kata dia menambahkan.

Amien Rais bersama Habib Rizieq
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (kedua kiri) dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (paling kanan). (Ist)

Gerindra, kata Nizar menghormati siapapun anak bangsa yang ingin mencalonkan diri sebagai capres. Dia pun menegaskan, pihaknya tak khawatir jika PAN nantinya mendukung pencalonan Amien Rais tersebut.

"Gerindra tidak akan terganggu. Apakah PAN gabung tidak? Apakah PAN gabung ke koalisi pemerintah? Kita santai aja. Politik kan bagian dari demokrasi," tutur dia.

Sebelumnya, sekelompok masyarakat yang menamakan diri dari Koalisi Ummat Madani (KUM) meminta Amien Rais untuk segera 'turun gunung' menjadi capres di Pilpres 2019.

Amien Rais bersama Sudirman Said
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (kiri) dan Sudirman Said di Komplek Senayan, Jakarta, Kamis (2/11)

Kelompok masyarakat pimpinan Letnan Jenderal (Purn) Syarwan Hamid ini menilai langkah 'turun gunung' Amien agar dapat memainkan peran penting dan strategis menyelamatkan nasib bangsa yang sedang di ujung tanduk.

"Kami meminta Bapak Amien Rais untuk segera 'turun gunung' guna memenuhi panggilan umat," demikian bunyi pernyataan pers Deklarasi Meminta dan Mengusung Amien Rais sebagai Capres RI 2019, Sabtu (30/6).(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Palestina Jadi Tantangan Terbesar Diplomasi Indonesia

#Amien Rais #Partai Gerindra #Pilpres 2019 #PAN
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Indonesia
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Partai Gerindra memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
PAN Tolak Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai, Dinilai Langgar Konstitusi
PAN menolak usulan KPK soal pembentukan lembaga pengawas kaderisasi partai. Hal itu dinilai bisa melanggar konstitusi.
Soffi Amira - Kamis, 30 April 2026
PAN Tolak Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai, Dinilai Langgar Konstitusi
Indonesia
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
PAN angkat bicara soal pembatasan uang tunai di Pemilu. Hal itu dinilai membutuhkan revisi UU dan sistem pengawasan.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
Indonesia
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Negara memberikan ruang kemandirian bagi partai politik untuk mengatur kehidupan organisasinya sendiri.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Bagikan