Amerika Serikat Tuduh Rusia Bantai Warga Ghouta Timur

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 05 Maret 2018
Amerika Serikat Tuduh Rusia Bantai Warga Ghouta Timur

Protes warga terkait kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia di Ghouta, Suriah. Foto: Kylx

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amerika Serikat menuding Rusia menjadi pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil di Suriah. Gedung Putih menilai Moskow melanggarar gencatan senjata dengan membombardir wilayah Ghouta Timur

AS mengatakan bahwa jet-jet Rusia terbang dari pangkalan udara Humaymim di Suriah dan menggelar sedikit-dikitnya 20 pengeboman setiap hari di Damaskus dan Ghouta timur antara 24-28 Februari 2018.

Gedung Putih tidak mengatakan apakah jet tempur tersebut menjatuhkan bom, yang sulit dibuktikan daripada melacak jalur penerbangan melalui radar. Namun, Amerika Serikat langsung menuding Rusia membantai warga.

"Rusia tidak mengindahkan aturan gencatan senjata PBB dan membunuh warga dengan alasan operasi antiterror," kata Gedung Putin dalam pernyataan tertulis seperti dikutip Antara.

Pada Minggu yang sama, Presiden Suriah Bashar al Assad berjanji akan terus menyerang Ghouta timur dalam operasi militer paling mematikan selama perang saudara di negaranya.

Saat perang saudara di Suriah memasuki tahun kedelapan, penguasaan atas Ghouta timur akan menjadi kemenangan besar bagi Bashar yang pelan-pelan berhasil merebut kembali wilayah kekuasaan gerilyawan dengan dukungan udara dari Rusia dan Iran.

Serangan udara dan tembakan oleh pasukan pro-pemerintah Suriah telah menewaskan 659 orang di Ghouta timur sejak 18 Februari lalu, sementara aksi gerilyawan di Damaskus menewaskan 27 orang, kata lembaga Syrian Observatory for Human Rights.

Di sisi lain, Komisioner Tinggi PBB untuk HAM pada Jumat mengatakan bahwa serangan udara pemerintah di Ghouta timur dan penembakan dari zona milik gerilyawan di Damaskus berpotensi menjadi kejahatan perang.

Gedung Putih mendesak pasukan pro-bashar untuk "segera berhenti menembaki infrastruktur medis dan warga sipil".

Dalam pernyataan terpisah pada hari yang sama, Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Donald Trump dan Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi "telah membicarakan dukungan tidak bertanggung jawab dari Rusia dan Iran terhadap rezim Bashar yang melakukan serangan keji dengan sasaran warga".

"Presiden Trump dan Presiden as-Sisi sepakat untuk bekerja sama mengakhiri krisis kemanusiaan di Suriah dan mencapai kesatuandan keamanan di kawasan Arab," kata Gedung Putih.

Rusia dan Damaskus menuding gerilyawan telah menghalangi warga sipil yang hendak mengungsi dari Ghouta timur selama periode gencatan senjata.

Gerilyawan membantah tudingan itu dan mengatakan bahwa para warga tidak mau pindah karena takut pada pemerintah.

Perang di Suriah telah menewaskan ratusan ribu orang sejak dimulai pada 2011.

#Suriah #Konflik Suriah #Amerika Serikat #Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Dunia
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Dunia
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Sekitar 42.000 orang diperintahkan segera mengungsi, sedangkan 45.000 warga lainnya diminta bersiap meninggalkan rumah mereka.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Indonesia
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Dunia
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Kekeringan yang sedang berlangsung menyebabkan permukaan air di sejumlah wilayah barat AS terus menyusut.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Indonesia
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Pasukan Iran secara terpisah juga telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut laporan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Indonesia
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Moskow dan Naypyidaw juga tengah membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar yang mampu menampung kapal-kapal berukuran besar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Dunia
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Kasus kebakaran Jeep Gladiator dan Wrangler memicu gugatan hukum di AS. FCA recall 1,07 juta unit akibat masalah konektor listrik pompa power steering. NHTSA catat 51 kebakaran dan 1 cedera.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Indonesia
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Bagikan