Amerika Serikat Serang Fasilitas Nuklir Iran, Sekjen PBB Sangat Khawatir Picu Eskalasi Berbahaya
Arsip foto - Sekjen PBB Antonio Guterres mendengarkan paparan saat KTT ASEAN-PBB di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (7/9/2023). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/aa.)
MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres sangat mengkhawatirkan serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran. Serangan tersebut bisa memicu eskalasi berbahaya di Timur Tengah.
"Hal tersebut merupakan eskalasi berbahaya di kawasan yang sudah semakin terancam - dan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional," kata Sekjen PBB di media sosial X.
Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini berisiko membuat situasi semakin tidak terkendali. Selain itu menghadirkan konsekuensi terburuk bagi rakyat sipil, kawasan, dan dunia.
Ia juga menyerukan supaya anggota-anggota PBB mengutamakan de-eskalasi dan memenuhi kewajiban mereka menurut Piagam PBB dan hukum internasional.
Baca juga:
Serangan terhadap Fasilitas Nuklir Fordow Sudah Diperkirakan, Antisipasi Dilakukan Iran
"Di masa-masa yang genting seperti ini, penting bagi kita menghindar dari pusaran kekacauan," ucap Guterres.
"Tidak ada namanya solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian," tambah Sekjen PBB.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS telah menyelesaikan "serangan yang sangat sukses" terhadap tiga titik fasilitas nuklir di Iran, Sabtu (21/6), yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan. (*)
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak