Amerika Klaim Ekonomi Rusia Terguncang
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato kenegaraan di depan Kongres di gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat, 1 Maret 2022. ANTARA/Saul Loeb/Pool via REUTERS/as
MerahPutih.com - Ekonomi Rusia dinilai telah terguncang akibat kesalahan Vladimir Putin, yang melakukan serangan ke negara tetangga Ukraina.
"Ekonomi Rusia (kini) terguncang dan Putin sendirian yang disalahkan," Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan dalam pidato kenegaraan di Kongres AS, Selasa (1/3).
Baca Juga:
Uni Eropa Percepat Keanggotaan Ukraina, Invasi Rusia Bakal Makin Ganas
Biden menegaskan, Putin merasa bisa begitu saja masuk ke Ukraina. Ternyata, malah bertemu dengan dinding kekuatan yang tidak pernah dibayangkan.
"Dari Presiden Zelenskiy hingga setiap orang Ukraina, keberanian mereka, keteguhan mereka, tekad mereka, menginspirasi dunia."
Menunjukkan dukungan kepada Ukraina, ibu negara Jill Biden mengundang Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat Oksana Markarova, yang datang bersamanya ke Kongres dalam iring-iringan mobil Biden dari Gedung Putih.
Saat ini, Amerika dan sekutunya telah menjatuhkan sanksi ekonomi dan keuangan yang keras pada Rusia, juga pada Putin secara pribadi dan orang-orang di lingkaran oligarkinya.
AS juga bergabung dengan negara-negara lain yang telah melarang penerbangan Rusia masuk ke wilayah udara mereka.
Selain itu, Exxon Mobil akan keluar dari operasi-operasi di Rusia, termasuk ladang produksi minyak. Ini menjadi perusahaan energi besar Barat terbaru yang keluar dari negara kaya minyak itu menyusul invasi Moskow ke Ukraina.
Keputusan itu termasuk operasi di proyek produksi minyak dan gas besar di Pulau Sakhalin di Timur Jauh Rusia. British BP PLC, Shell dan Equinor ASA dari Norwegia sebelumnya telah mengungkapkan rencana untuk meninggalkan operasi-operasi di Rusia.
"Mengingat situasi saat ini, Exxon Mobil tidak akan berinvestasi dalam pengembangan baru di Rusia," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Exxon tidak memberikan jadwal untuk keluar, atau mengomentari potensi penurunan aset. Perusahaan mengutuk serangan Rusia dan mengatakan mendukung rakyat Ukraina.
"Kami menyesalkan tindakan militer Rusia yang melanggar integritas wilayah Ukraina dan membahayakan rakyatnya," kata Exxon dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Kemlu Sebut 13 WNI di Ukraina Belum Dievakuasi
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Niat Caplok Greenland, AS Bahas Opsi Gunakan Kekuatan Militer