Kesehatan

Marah Bikin Sakit Kepala, ini Penyebabnya

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 18 Desember 2020
Marah Bikin Sakit Kepala, ini Penyebabnya

Marah memberikan dampak negatif pada tubuh. (Foto: Unsplash/Usman Yousaf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA yang kalau marah bawaannya selalu pusing? Mulai dari gawai yang rusak, mobil penyok, pacar tidak menepati janji, hingga pekerjaan yang numpuk, malah bikin kamu tambah pusing. Faktanya, kemarahan memang dapat memberikan efek buruk bagi tubuh, salah satunya sakit kepala. Kemarahan yang berlangsung selama beberapa detik dapat menyebabkan tekanan secara fisik dan psikis.

Sakit kepala akibat marah tidak kalah sakit jika dibandingkan dengan jenis sakit kepala lainnya. Mengutip lamana Hellosehat, ada dua jenis sakit kepala akibat marah, yakni sakit kepala dengn saraf otot yang tegang dan migrain.

Sakit kepala yang paling umum terjadi saat marah adalah sakit kepala yang terasa menegang. Hal ini ditandai dengan rasa sakit yang menusuk disertai tegangan otot di daerah leher. Kepekaan terhadap cahaya dan suara juga terkadang memicu bertambahnya sakit yang dirasakan.

Baca juga:

Marah-Marah Bikin Cepat Tua, Benar enggak Sih?

Alasan Mengapa Marah Bikin Sakit Kepala
Jangan putuskan sesuatu ketika kamu sedang marah. (Foto: Unsplash/Icons8 Team)


Sedangkan mugrain atau sakit kepala sebelah juga dapat menjadi efek samping yang dihasilkan. Umumnya migrain lebih menyakitkan dibandingkan dengan sakit kepala karena adanya penegangan sarat dan otot leher. Tidak seperti sakit kepala akibat tegang, migrain bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. gejala lainnya yang mungkin kamu rasakan adalah mual, muntah, dan penglihatan yang kabur.

Sebenarnya, kemarahan bukanlah penyebab langsung dari sakit kepala itu sendiri, melainkan penyebab sekunder karena kondisi tubuh saat sedang marah. Sebagai contoh, orang yang mengepalkan tangan dan merekatkany giginya cenderung mengalami sakit kepala. Tekanan pada otot-otot wajah bisa memicu mekanisme fight or flight yang menyebabkan adanya pelepasan hormon adrenalin.

Efek domino dari kemarahan ini berlanut pada kelenjar adrenal yang akan memroduksi hormon adrenalin dan hormon stres, kortisol. Kondisi ini memberi kamu pasikan energi tambahan dan kekuatan. Saat kamu marah, tekanan darah serta suhu tbuh akan meningkat, napas dan jantung berpacu lebih cepat, dan pupil mata membesar.

Baca juga:

Dikenal akan Karakternya yang Tenang, Zodiak ini Terlihat Horor Saat Marah

Alasan Mengapa Marah Bikin Sakit Kepala
Berpikir dulu sebelum berbicara. (Foto: Unsplash/Raychan)


Ada beberapa cara agar kamu bisa mengontrol emosi, yang pertama berpikir sebelum berbicara. Dalam kondisi marah, seseorang bisa berbuat apa saja termasuk mengelularkan kata-kata yang kasar dan menyakitkan. Jangan sampai kemarahan membutakanmu, berdiam diri dan pikirkan kata-kata yang ingin kamu ucapkan sebelum keluar dari mulut.

Selain itu kamu bisa melakukan aktivitas fisik. Jika satu waktu kemarahanmu memuncak, coba bangun dari tempat duduk dan berjalan-jalan sejenak. Kamu juga bisa meluangkan waktu sejenak untuk melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan. (and)

Baca juga:

Terkuak! Inilah Member BTS Yang Terlihat Menyeramkan Saat Marah

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Bagikan