Alasan Anggota DPR Tetap Pergi ke Brasil dan Ekuador di Tengah Pandemi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 04 Oktober 2021
Alasan Anggota DPR Tetap Pergi ke Brasil dan Ekuador di Tengah Pandemi

Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Lodewijk Paulus usai dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI. (ANTARA/HO-DPR RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Brasil dan Ekuador menjadi tujuan utama rencana kunjungan kerja (kunker) Baleg untuk implementasi RUU PKS di Indonesia.

Rencana kunjungan ini menuai sorotan karena negara tengah berjuang menangani pandemi COVID-19.

Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus mengatakan, kedua negara memiliki korelasi dengan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang dibahas DPR.

Baca Juga:

PPN Naik di RUU HPP, Upaya Menurunkan Defisit

Lodewijk mengatakan, Brasil adalah negara yang dianggap masalah kekerasan seksualnya memprihatinkan.

Namun, negara "sepak bola" itu mempunyai kebijakan menekan masalah kekerasan tersebut.

"Sehingga dibentuklah suatu kementerian (di Brasil) di bawah seorang perempuan dan di situ ada bagian yang mengatur tentang kekerasan seksual," kata Lodewijk, kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/10).

Lodewijk mengatakan, meski kekerasan di Indonesia tidak menjadi kultur, pihaknya bisa memetik sistem penerapan di sana.

"Kita perlu petik dari bagaimana mengimplementasikan dari aspek struktur atau kelembagaan dan perundang-undangan, itu yang pertama untuk Brasil," ujar mantan Danjen Kopasuss ini.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Paulus. ANTARA/Boyke L Watra
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Paulus. ANTARA/Boyke L Watra

Sama halnya dengan Ekuador. Negara tersebut dianggap DPR mampu mengimplementasikan tentang UU tentang anti-kekerasan kepada perempuan.

"Di sana (Ekuador) memang tidak diatur secara spesifik tentang kekerasan seksual, tetapi diatur dalam konteks domestik. Itu kita juga melihat ada suatu perbedaan antara Brasil dengan Ekuador," lanjut Lodewijk.

Menurut Lodewijk, Brasil dan Ekuador menerapkan sistem yang baik dan terintegrasi dengan aparat kepolisian. Hal itu, kata Lodewijk, yang harus diterapkan di Indonesia.

"Jadi law enforcement itu akan sangat terlihat dengan adanya kepolisian, nah itu yang ingin kita melihat," ucapnya.

Di Brasil dan Ekuador, kata Lodewijk, penerapan aturan terkait kekerasan seksual telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Penegakan hukum terkait undang-undang anti kekerasan seksual itu terlihat dengan kerja sama polisi.

"Sehingga nantinya saat uji publik atau tahapan selanjutnya dari RUU ini, kita bisa betul-betul mendapatkan masukan dan mengimplementasikan secara baik di Indonesia," ujar Lodewijk.

Baca Juga:

Fraksi PAN Apresiasi Perubahan RUU KUP Jadi HPP

Rencana kunjungan ini mendapat sorotan peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus.

Ia menilai, para anggota dewan tidak punya sensitivitas. Tak punya arah.

Ia menilai, penyusunan RUU PKS yang menjadi bantalan anggota dewan kunker bisa disusun di Senayan.

"RUU PKS itu bisa disusun di Senayan kok, banyak masukan dari masyarakat. Ngapain lari keluar negeri," sesal dia. (Knu)

Baca Juga:

Baleg Siap Ambil Alih Pembahasan RUU Yang Tidak Selesai di Komisi DPR

#Brasil #Peru #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui proses pidana, tetapi juga harus menyasar izin usaha dan kewajiban pemulihan lingkungan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Indonesia
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Mendesak penegakan hukum dilakukan hingga tuntas dengan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Dunia
Kabur ke AS, Flavio Bolsonaro Ngotot Klaim Diri sebagai Pemimpin Sejati Brasil
Sikap membangkang Bolsonaro yang ditunjukkan setibanya di Florida mengisyaratkan pergolakan yang terus berlanjut bagi Brasil.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Kabur ke AS, Flavio Bolsonaro Ngotot Klaim Diri sebagai Pemimpin Sejati Brasil
Indonesia
Gatot Subroto Macet Parah, Imbas Tabrakan Tronton Depan Gedung DPR
Tabrakan truk tronton vs truk ringan patah as di depan DPR/MPR picu kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto arah Slipi. Cekkronologi resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Gatot Subroto Macet Parah, Imbas Tabrakan Tronton Depan Gedung DPR
Tekno
Kisah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva Gunakan Samsung Galaxy S26 Ultra Bentuk 'Tentara' Pemenangan Pemilu
Sejak menerima Galaxy S26 Ultra setelah kemunduran pada putaran pertama pemilihan presiden Brasil, ia beralih menggunakan WhatsApp untuk kampanye daring.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
 Kisah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva Gunakan Samsung Galaxy S26 Ultra Bentuk 'Tentara' Pemenangan Pemilu
Indonesia
Lula da Silva Menang Pilpres Brasil, Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat
Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Lula da Silva atas kemenangan di pilpres Brasil dan mendorong penguatan kemitraan strategis Indonesia-Brasil.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Lula da Silva Menang Pilpres Brasil, Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat
Indonesia
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Pengelolaannya juga perlu diperhatikan agar nilai ekonominya tidak menyusut dan potensi penerimaan negara dapat dimaksimalkan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Indonesia
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Pembahasan regulasi tersebut harus tetap berorientasi pada kepentingan nasional, terutama dalam memperbaiki penegakan hukum di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Indonesia
Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Disahkan sebelum 15 Desember
Salah satu langkah yang ditempuh yakni memajukan jadwal rapat dengar pendapat umum (RDPU) untuk menyerap masukan dari masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Disahkan sebelum 15 Desember
Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Bagikan