Akun Medsosnya Diblokir, Trump Ancam Balas Dendam
Sejumlah media sosial melarang akun Trump. (Foto: pixabay/pexels)
MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding perusahaan raksasa teknologi adalah pemecah belah bangsa, setelah akun media sosialnya diblokir.
"Saya rasa perusahaan raksasa ini melakukan hal yang menakutkan untuk negara kita dan saya yakin ini akan jadi bencana bagi mereka. Mereka membagi dan memecah belah," kata Trump, dikutip dari Reuters, Rabu (13/1).
Baca Juga:
Ini Satu-Satunya akun Media Sosial Trump yang Tidak Diblokir
Trump menilai perusahaan teknologi sudah membuat kesalahan yang mengerikan. Presiden AS yang gagal memenangkan pemilihan periode kedua itu juga mengancam akan melakukan pembalasan terhadap perusahaan platform medsos yang memblokir akunnya.
"Dan akan ada pembalasan," ujar pengusaha yang akan mengakhir jabatannya sebagai Presiden AS pada 20 Januari mendatang itu. Namun dilansir Antara, Trump tidak mau menjelaskan lebih detail apa aksi pembalasan yang dia rencanakan.
Baca Juga:
Sebelumnya, berbagai platform media sosial, termasuk Facebook, Twitter, Apple, Amazon dan Google, menangguhkan akun milik Presiden Trump karena unggahannya dinilai berbahaya.
Unggahan sang presiden dinilai berpengaruh terhadap aksi kerusuhan di Capitol, Washington D.c, yang menewaskan lima orang.
Atas pemblokiran terhadap akun media sosialnya, Presiden Trump mengatakan tidak akan bungkam dan menjanjikan pengumuman besar sebentar lagi.
Apple, Google dan Amazon juga menangguhkan platfrom Parler, yang digunakan simpatisan Trump untuk aksi di Capitol, dari toko aplikasi dan web-hosting. (*)
Baca Juga:
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Donald Trump Peringatkan Iran Jangan Coba-Coba Bangun Nuklir Baru
Ribuan Video dan Foto Kasus Epstein, Publik Lapar dan Haus Informasi Kejahatan
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
Tanpa Inggris-Prancis, Donald Trump Umumkan 26 Anggota Dewan Perdamaian Gaza Termasuk Indonesia
Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal