Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)
MerahPutih.com - Kesepakatan dagang antara Kanada dan China, yang diselesaikan pada 16 Januari, seperti masuknya 49.000 kendaraan listrik buatan China ke Kanada setiap tahun dengan tarif sebesar 6,1 persen dan penurunkan tarif atas ekspor produk pertanian Kanada menjadi 15 persen dipastikan batal.
Namun, Pemerintahan AS memandang kesepakatan awal antara Kanada dengan Beijing sebagai risiko terhadap keamanan perdagangan AS dan menekan Kanada dengan menerapkan tarif dagang 100 persen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya 'tidak memiliki niat' untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China, menyusul peringatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait rencana penerapan tarif 100 persen terhadap ekspor Kanada.
Carney menegaskan, Kanada tetap berkomitmen pada kewajibannya dalam Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (CUSMA), serta tidak akan melanjutkan kesepakatan perdagangan apa pun tanpa melalui proses konsultasi.
Baca juga:
Sebelumnya, Dalam unggahan di Truth Social, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh PM Kanada Carney berupaya menjadikan Kanada sebagai pelabuhan transit bagi produk China.
“Ia sangat keliru,” tulis Trump.
Bahkan, ketegangan meningkat setelah Trump mencabut undangan Ottawa untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace, dengan merujuk pada pidato Carney di World Economic Forum (WEF) yang memperingatkan bahaya pemaksaan ekonomi oleh negara-negara besar.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal
Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Masuk Dewan Perdamaian Ala Trump, Indonesia Klaim Tak Perlu Bayar Rp 17 Triliun
RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Taktik Wujudkan Solusi 2 Negara
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Alarm Kebakaran Berbunyi Saat Trump Berada di World Economic Forum 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Jerman Ragu Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Belum Cocok Sama Formatnya
PBB Tegaskan Status Greenland Milik Kerajaan Denmark