Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan

Jepang kembalikan panda ke China.(foto: tokyo zoo.net)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KEBUN binatang Jepang penuh sesak, Minggu (25/1). Ribuan orang datang untuk mengucapkan salam perpisahan kepada dua panda raksasa terakhir di ‘Negeri Matahari Terbit’ itu. Banyak pengunjung rela mengantre untuk waktu yang cukup lama, bahkan hingga tiga setengah jam, demi dua panda itu. Saat Kebun Binatang Ueno, Tokyo, akhirnya mempermelihatkan sepasang anak panda kembar, Xiao Xiao dan Lei Lei, untuk terakhir kalinya kepada pengunjung, suasana haru tak bisa disembunyikan.

Menurut pemerintah metropolitan Tokyo, sekitar 108.000 orang bersaing untuk mendapatkan salah satu dari 4.400 kuota yang tersedia untuk melihat terakhir kali panda-panda kesayangan kebun binatang tersebut.

“Saya sudah membawa anak saya ke sini sejak ia masih bayi, jadi saya berharap ini menjadi kenangan indah baginya. Saya senang kami bisa datang hari ini untuk mengenang mereka,” kata Ai Shirakawa, dikutip BBC.

Seorang perempuan lain mengenang perjalanan tumbuh kembang panda-panda tersebut. “Menyaksikan pertumbuhan mereka, terutama sejak mereka masih sangat kecil, merupakan kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.

Beberapa pengunjung terlihat menangis tersedu-sedu saat berpamitan dengan beruang-beruang itu.

Baca juga:

Rio si Bayi Panda Raksasa Lahir di TSI, Bukti Kesuksesan Upaya Konservasi


Perpisahan ini terjadi di tengah momen yang sangat tegang dalam hubungan Tokyo dan Beijing. Hubungan kedua negara memburuk tajam setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan Tokyo akan terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan.

Dua panda itu dijadwalkan kembali ke China pada Selasa (27/1). Kepergian si kembar akan membuat Jepang tanpa panda untuk pertama kalinya sejak 1972, saat kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik.

Republik Rakyat China telah menggunakan panda raksasa sebagai isyarat niat baik kepada sekutu maupun pesaing internasional mereka sejak didirikan pada 1949. Namun, China tetap mempertahankan kepemilikan atas semua panda yang dipinjamkan ke negara lain, termasuk anak panda yang lahir di luar negeri. Sebagai gantinya, negara tuan rumah membayar biaya tahunan sekitar USD 1 juta (sekira Rp 17 miliar) per pasangan panda.

Dalam beberapa waktu terakhir, peminjaman panda oleh China kerap bertepatan dengan kesepakatan dagang besar. Pada 2011, peminjaman dua panda ke Kebun Binatang Edinburgh di Skotlandia disepakati dalam negosiasi kontrak pasokan daging salmon, kendaraan Land Rover, dan teknologi energi ke China.

Xiao Xiao dan Lei Lei lahir pada 2021 di Kebun Binatang Ueno dari induknya, Shin Shin, dan ayahnya, Ri Ri, yang keduanya dipinjamkan ke Jepang untuk penelitian pembiakan.

Banyak panda telah dipulangkan ke China dalam beberapa tahun terakhir dengan perjanjian peminjaman biasanya berlangsung selama 10 tahun, meski perpanjangan sering terjadi. Sayangnya, prospek peminjaman panda baru ke Jepang tetap tidak pasti di tengah meningkatnya perselisihan.

Pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan memicu kemarahan Beijing, yang memandang pulau yang mengatur diri sendiri itu sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk ‘menyatukannya kembali’.

Kedua pihak sejak itu terlibat dalam tindakan dan retorika yang semakin bermusuhan satu sama lain. Awal bulan ini, China memperketat pembatasan ekspor produk terkait dengan logam tanah jarang ke Jepang.(dwi)

Baca juga:

Gemoy Banget, Bayi Kembar Panda Raksasa Mencuri Hati Pengunjung Ocean Park Hong Kong

#Panda #Jepang #China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Indonesia
Janda Presiden Pertama Indonesia Sukarno Didenda Rp 22,5 Juta Oleh Pengadilan Jepang
Dewi melemparkan gelas sampanye ke arah asistennya saat itu di sebuah restoran di kawasan Shibuya, Tokyo, pada 13 Februari tahun lalu
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 Janda Presiden Pertama Indonesia Sukarno Didenda Rp 22,5 Juta Oleh Pengadilan Jepang
Berita Foto
Asian Games 2026: Bintang/Sofyan Raih Medali Perak Voli Pantai
Pasangan voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih medali perak di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Hekinan, Sabtu (3/10/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 03 Oktober 2026
Asian Games 2026: Bintang/Sofyan Raih Medali Perak Voli Pantai
Berita Foto
Asian Games 2026: Tim Sepak Takraw Indonesia Raih Perak Nomor Kuadran
Tim sepak takraw putra Indonesia raih medali perak nomor kuadran putra di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu (3/10/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 03 Oktober 2026
Asian Games 2026: Tim Sepak Takraw Indonesia Raih Perak Nomor Kuadran
Berita Foto
Asian Games 2026: Aksi Desak Made Raih Medali Emas Panjat Tebing
Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi saat finish pada final di Jepang, Rabu (30/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 30 September 2026
Asian Games 2026: Aksi Desak Made Raih Medali Emas Panjat Tebing
Olahraga
Di Motegi Jepang, Marc Marquez Berambisi Jawara Dunia ke-7 Kali
MotoGP dijadwalkan akan memasuki Grand Prix Jepang yang berlangsung di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Jepang mulai Jumat (2/10) hingga Minggu (4/10).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Di Motegi Jepang, Marc Marquez Berambisi Jawara Dunia ke-7 Kali
Berita Foto
Asian Games 2026: Alwi Farhan Raih Medali Perunggu Tunggal Putra
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan berpose saat upacara penganugerahan medali tunggal putra Asian Games 2026 di Jepang, Selasa (29/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 29 September 2026
Asian Games 2026: Alwi Farhan Raih Medali Perunggu Tunggal Putra
Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Berita Foto
Aksi Fajar/Fikri dalam Final Bulu Tangkis Beregu Putra Asian Games 2026
Selebrasi pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Kamis (24/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 24 September 2026
Aksi Fajar/Fikri dalam Final Bulu Tangkis Beregu Putra Asian Games 2026
Bagikan