Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan

Dwi AstariniDwi Astarini - 2 jam, 46 menit lalu
Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan

Jepang kembalikan panda ke China.(foto: tokyo zoo.net)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KEBUN binatang Jepang penuh sesak, Minggu (25/1). Ribuan orang datang untuk mengucapkan salam perpisahan kepada dua panda raksasa terakhir di ‘Negeri Matahari Terbit’ itu. Banyak pengunjung rela mengantre untuk waktu yang cukup lama, bahkan hingga tiga setengah jam, demi dua panda itu. Saat Kebun Binatang Ueno, Tokyo, akhirnya mempermelihatkan sepasang anak panda kembar, Xiao Xiao dan Lei Lei, untuk terakhir kalinya kepada pengunjung, suasana haru tak bisa disembunyikan.

Menurut pemerintah metropolitan Tokyo, sekitar 108.000 orang bersaing untuk mendapatkan salah satu dari 4.400 kuota yang tersedia untuk melihat terakhir kali panda-panda kesayangan kebun binatang tersebut.

“Saya sudah membawa anak saya ke sini sejak ia masih bayi, jadi saya berharap ini menjadi kenangan indah baginya. Saya senang kami bisa datang hari ini untuk mengenang mereka,” kata Ai Shirakawa, dikutip BBC.

Seorang perempuan lain mengenang perjalanan tumbuh kembang panda-panda tersebut. “Menyaksikan pertumbuhan mereka, terutama sejak mereka masih sangat kecil, merupakan kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.

Beberapa pengunjung terlihat menangis tersedu-sedu saat berpamitan dengan beruang-beruang itu.

Baca juga:

Rio si Bayi Panda Raksasa Lahir di TSI, Bukti Kesuksesan Upaya Konservasi


Perpisahan ini terjadi di tengah momen yang sangat tegang dalam hubungan Tokyo dan Beijing. Hubungan kedua negara memburuk tajam setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan Tokyo akan terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan.

Dua panda itu dijadwalkan kembali ke China pada Selasa (27/1). Kepergian si kembar akan membuat Jepang tanpa panda untuk pertama kalinya sejak 1972, saat kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik.

Republik Rakyat China telah menggunakan panda raksasa sebagai isyarat niat baik kepada sekutu maupun pesaing internasional mereka sejak didirikan pada 1949. Namun, China tetap mempertahankan kepemilikan atas semua panda yang dipinjamkan ke negara lain, termasuk anak panda yang lahir di luar negeri. Sebagai gantinya, negara tuan rumah membayar biaya tahunan sekitar USD 1 juta (sekira Rp 17 miliar) per pasangan panda.

Dalam beberapa waktu terakhir, peminjaman panda oleh China kerap bertepatan dengan kesepakatan dagang besar. Pada 2011, peminjaman dua panda ke Kebun Binatang Edinburgh di Skotlandia disepakati dalam negosiasi kontrak pasokan daging salmon, kendaraan Land Rover, dan teknologi energi ke China.

Xiao Xiao dan Lei Lei lahir pada 2021 di Kebun Binatang Ueno dari induknya, Shin Shin, dan ayahnya, Ri Ri, yang keduanya dipinjamkan ke Jepang untuk penelitian pembiakan.

Banyak panda telah dipulangkan ke China dalam beberapa tahun terakhir dengan perjanjian peminjaman biasanya berlangsung selama 10 tahun, meski perpanjangan sering terjadi. Sayangnya, prospek peminjaman panda baru ke Jepang tetap tidak pasti di tengah meningkatnya perselisihan.

Pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan memicu kemarahan Beijing, yang memandang pulau yang mengatur diri sendiri itu sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk ‘menyatukannya kembali’.

Kedua pihak sejak itu terlibat dalam tindakan dan retorika yang semakin bermusuhan satu sama lain. Awal bulan ini, China memperketat pembatasan ekspor produk terkait dengan logam tanah jarang ke Jepang.(dwi)

Baca juga:

Gemoy Banget, Bayi Kembar Panda Raksasa Mencuri Hati Pengunjung Ocean Park Hong Kong

#Panda #Jepang #China
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan
Kepergian si kembar akan membuat Jepang tanpa panda untuk pertama kalinya sejak 1972, saat kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik.
Dwi Astarini - 2 jam, 46 menit lalu
Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan
Indonesia
China Tolak Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Gantikan PBB
Pada Selasa (20/1) Donald Trump mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa Dewan Perdamaian Gaza yang ia usulkan dapat menjadi pengganti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
China Tolak Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Gantikan PBB
ShowBiz
Bukan Sekadar Nama, XG Umumkan Evolusi Jadi 'Xtraordinary Genes'
Grup global XG mengumumkan perubahan makna nama dari Xtraordinary Girls menjadi Xtraordinary Genes, menandai fase baru identitas dan kreativitas mereka.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
Bukan Sekadar Nama, XG Umumkan Evolusi Jadi 'Xtraordinary Genes'
Indonesia
Indonesia Gandeng China Buru Bajak Laut Penculik ABK WNI di Gabon
Menlu Sugiono menjelaskan upaya menggandeng China ini karena ada 5 warga negeri tirai bambu itu yang juga menjadi korban penculikan bajak laut.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Indonesia Gandeng China Buru Bajak Laut Penculik ABK WNI di Gabon
ShowBiz
Noriyuki Makihara Kembali Viral, Lagu Lawas 1992 Ramai Dilirik Netizen Indonesia
Noriyuki Makihara kembali ramai dibicarakan warganet Indonesia setelah video lawas era 90-an viral. Lagu hit 'Mou Koi Nante Shinai' kembali jadi sorotan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Januari 2026
Noriyuki Makihara Kembali Viral, Lagu Lawas 1992 Ramai Dilirik Netizen Indonesia
Indonesia
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
Implementasi protokol karantina ekspor durian beku yang disepakati secara resmi antara otoritas Indonesia dan China melalui konsultasi teknis dan kerja sama bilateral.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
Indonesia
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Sambil menunggu proses pembuatan kapal, Bakamla telah mempersiapkan personelnya untuk jadi calon awak kapal buatan Jepang tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Dunia
Gempa M6,4 Guncang Jepang Barat, Paksa Kereta Cepat Shinkansen Berhenti
Perdana Menteri Sanae Takaichi telah mengeluarkan perintah untuk mendirikan kantor penghubung untuk menangani dampak gempa
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Gempa M6,4 Guncang Jepang Barat, Paksa Kereta Cepat Shinkansen Berhenti
Lifestyle
TYESO Resmi Hadir di Indonesia lewat Kerja Sama Eksklusif dengan PT USS
Merek peralatan minum inovatif dan premium asal China tersebut resmi menunjuk (USS) sebagai distributor tunggal TYESO di Indonesia.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Desember 2025
TYESO Resmi Hadir di Indonesia lewat Kerja Sama Eksklusif dengan PT USS
Dunia
Jepang Cabut Imbauan Megaquake, Minta Warga Tetap Waspada Sepekan setelah Gempa Magnitudo 7,5
Berarti warga di bawah peringatan tidak lagi diminta tidur dengan pakaian lengkap, mengenakan helm, serta menyiapkan sepatu dan tas darurat di sisi tempat tidur jika gempa bermagnitudo 8 atau lebih besar terjadi.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Jepang Cabut Imbauan Megaquake, Minta Warga Tetap Waspada Sepekan setelah Gempa Magnitudo 7,5
Bagikan