Aksi Heroik SAR Selamatkan Perempuan Terjun ke Sungai Bengawan Solo

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 08 Mei 2024
Aksi Heroik SAR Selamatkan Perempuan Terjun ke Sungai Bengawan Solo

Petugas SAR menyelamatkan warga berinisial FH (18), warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon yang mencoba bunuh diri, Rabu (8/5). (Dok SAR Solo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Warga Solo dihebohkan dengan ulah nekat perempuan yang mencoba bunuh diri melompat ke Sungai Bengawan Solo pagi tadi. Bahkan, unggahan video percobaan bunuh diri perempuan itu sempat viral menggegerkan media sosial.

Beruntung upaya bunuh diri perempuan itu berhasil digagalkan sejumlah relawan SAR yang sedang berada di kawasan Jembatan Jurug Bengawan Solo. Dalam video berdurasi 24 detik itu, pelaku sempat bersandar pada besi jembatan sebelum akhirnya terjun bebas ke aliran sungai dari atas Jembatan Jurug Solo, Rabu (8/5) pukul 05.08 WIB.

Relawan SAR yang berada di lokasi langsung sigap bergerak mengevakuasi perempuan dari dalam sungai. Setelah dilakukan evaluasi, korban dibawa masuk ke dalam mobil ambulan.

Berdasarkan informasi sementara, perempuan itu nekat hendak bunuh diri karena memiliki masalah dengan tunangannya hingga depresi. Korban diketahui beralamat di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Baca juga:

Perempuan 22 Tahun Lompat Bunuh Diri dari Apartamen Laguna Tower Pluit

“Wanita yang mencoba bunuh diri dibawa pulang oleh keluarga setelah mendapat pertolongan dari Tim SAR,” ujar seorang anggota SAR, Alfandy Suko Adranto, Rabu (8/5).

Alfandy menjelaskan awalnya berada di Pos Sar Perum Jasa Tirta di bawah Jembatan Jurug sisi Selatan. Kemudian mendapatkan laporan masyarakat ada wanita mau terjun ke Sungai Bengawan Solo dari atas Jembatan Jurug. “Kami langsung menuju lokasi kejadian menolang wanita tersebut,” kata dia.

“Selanjutnya wanita tersebut dibawa masuk ke dalam ambulan untuk diberikan pertolongan. Saat kami evakuasi kondisi wanita ini lemas tidak sadarkan diri. Poses evakuasi sendiri memakan waktu kurang lebih 15 menit,” imbuh dia. (Ismail/Jawa Tengah)

*Depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

#Bunuh Diri
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Indonesia
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Siswa SD di NTT bunuh diri karena tidak mampu membeli buku. Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mendesak Kemendikdasmen mengusut tuntas.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Indonesia
Analisa Psikologi Forensik: Diplomat Arya Bunuh Diri karena Burn Out
Tim Psikologi Forensik menemukan Arya mengalami burn out merujuk pada kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang disebabkan stres berkepanjangan.
Wisnu Cipto - Selasa, 29 Juli 2025
Analisa Psikologi Forensik: Diplomat Arya Bunuh Diri karena Burn Out
Bagikan