Aksi 300 Siswa Tolak Jadi Target Iklan Rokok ke Istana Merdeka
Pengumpulan koin untuk menurunkan reklame rokok. (FOT Antara/Yulius Satria Wijaya)
Sebanyak 300 siswa dari 30 sekolah di Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor melakukan aksi "Tolak Jadi Target" dengan membawa spanduk reklame rokok yang mereka turunkan dari warung-warung sekitar sekolah di depan Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (25/2).
"Aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi-aksi sebelumnya, termasuk menurunkan spanduk reklame rokok yang ada di warung-warung sekitar sekolah," kata Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari.
Lisda mengatakan Lentera Anak bekerjasama dengan dinas pendidikan dan organisasi perlindungan anak di lima kota, yaitu Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor, memberikan pendampingan terhadap 90 sekolah.
Tujuan pendampingan tersebut adalah memberikan penguatan kepada sekolah untuk dapat menggandeng masyarakat sekitar dalam upaya melindungi anak-anak usia sekolah dari pengaruh iklan rokok.
"Hasil studi Komnas Perlindungan Anak dan UHAMKA pada 2007 menyatakan 46,3 persen anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan rokok dan 86,7 persen mengaku melihat rokok di media luar ruang," tuturnya.
Pada aksi di depan Istana Merdeka, 300 anak melakukan aksi teatrikal "Upacara Inisiasi Pengikut Serigala Berbulu Domba" yang menggambarkan tipu daya industri rokok untuk mengajak anak-anak menjadi perokok pemula.
Guru SMK Negeri 1 Cibinong Kabupaten Bogor Iyan Tardiana berharap aksi tersebut menjadi perhatian pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo, untuk lebih melindungi anak-anak dari pengaruh iklan rokok.
"Melalui iklan, informasi tentang rokok mendatangi langsung anak-anak sekolah. Mereka tidak perlu lagi mencari. Iklan rokok dipasang di berbagai tempat di sekitar sekolah," katanya.
Hal senada disampaikan guru SMP Negeri 17 Bekasi Susi Yana. Susi mengatakan industri rokok menyasar anak-anak untuk menjadi perokok baru menggantikan konsumen dewasa mereka yang sudah mulai sakit dan meninggal.
"Temuan kami di sekolah, anak-anak yang merokok sudah mulai sejak mereka masih usia SD," tuturnya.
Sekolah dari Bekasi yang mengikuti aksi tersebut adalah SMP Negeri 1, SMP Negeri 4, SMP Negeri 6, SMP Negeri 7, SMP Negeri 17, SMP Negeri 23, SMP Marsudirini, SMA Negeri 16, SMA Negeri 4 dan SMA Marsudirini.
Sekolah dari Tangerang Selatan yang mengikuti aksi adalah SMP Negeri 2, SMP Negeri 10, SMP PGRI 1 Ciputat, SMP Informatika Ciputat, SMA Negeri 1, SMA Negeri 4, SMA Negeri 8, SMA Triguna Utama, SMK Triguna Utama dan SMK Negeri 1.
Sekolah dari Kabupaten Bogor yang mengikuti aksi adalah SMP Negeri 1 Cibinong, SMP Negeri 1 Bojonggede, SMP Negeri 2 Dramaga, SMP Negeri 2 Cibinong, SMP Al Basyariah, SMA Negeri 1 Cibinong, SMA Negeri 2 Cibinong, SMA Negeri 1 Dramaga, SMK Negeri 1 Cibinong dan SMK Al Basyariah.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Widi Hatmoko
Berita Terkait
Bea Cukai Sita 160 Juta Batang Rokok Impor Ilegal Senilai Rp 399,2 Miliar
Bea dan Cukai Solo Musnahkan 12 Juta Rokok dan Alkohol Ilegal, Rugikan Negara Rp 12 Miliar
Pemusnahan 1,8 Juta Rokok Ilegal dan13.282 Botol Miras Ilegal di Bogor
Menkeu Terima 15.933 Pesan WA, Yang Muji 2.459 dan Mengadu 13.285 Pesan
Cukai Rokok Tak Naik 2026: Antara Kepentingan Ekonomi dan Ancaman Kesehatan Publik
Peredaran Rokok Ilegal Dinilai Mengganggu, Rugikan Negara hingga Merusak Kesehatan
Rokok Ilegal Kuasai Pasar, Siap Siap Warung dan E-Commerce Kena Razia
Pekerja Gudang Garam Terancam PHK Massal, Pemerintah Diminta Bereskan Masalah Rokok Ilegal dan Cukai Tinggi
Stop! Bahaya Asap Rokok di Baju Mengancam Nyawa Bayi, Begini Cara Menyelamatkannya
Jumlah Perokok Naik 5 Juta Orang, Termasuk Perokok Usia 15 Tahun