Air Galon Isi Ulang atau Sekali Pakai, Mana yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan?

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 27 Juli 2020
Air Galon Isi Ulang atau Sekali Pakai, Mana yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan?

Tetap minum air minimal delapan gelas per hari. (Foto: Healthline)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDONESIA telah lama mengenal air kemasan galon isi ulang, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air minum di rumah atau tempat kerja. Kini mulai muncul produk air minum dengan inovasi baru, air galon sekali pakai. Penggunaannya dianggap lebih praktis dan higienis dibandingkan air galon isi ulang. Namun, benarkah demikian?

Baca juga:

Bukan yang Dingin, Ternyata Air Hangat Ampuh Atasi Gerah

Produk air minum di Indonesia tersedia dalam berbagai kemasan dan ukuran. Mulai dari kemasan gelas, botol, hingga galon. Bahkan air minum kemasan galon (AMKG) kini tersedia dalam ukuran besar dan kecil. AMKG besar berisi air sekitar 19 liter, umumnya kemasan besar ini terbuat dari bahan plastik yang bisa digunakan berulang kali.

Belakangan muncul di pasaran air galon sekali pakai (AGSP) yang diklaim lebih bersih dan praktis karena dapat langsung dibuang. AGSP ini juga membuat konsumen tidak perlu mengembalikan galon kosong ke depot pengisian air untuk diisi kembali.

Air Galon Isi Ulang atau Sekali Pakai, Mana yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan?
Air galon sekali pakai ternyata menambah jumlah angka sampah plastik. (Foto: World Atlas)

Melansir laman Alodokter, plastik yang digunakan kemasan AGSP tergolong aman, tetapi hanya boleh digunakan untuk air kemasan sekali pakai. Penggunaan AGSP ternyata bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi limbah plastik.

Kehadiran AGSP ternyata dapat meningkatkan jumlah sampah plastik di Indonesia. Hal ini tentunya memberikan dampak tidak baik bagi kesehatan lingkungan.

Baca juga:

Pilih Air Minum dalam Kemasan yang Baik, ini Caranya

Di sisi lain, ternyata penggunaan AMKG isi ulang dinilai lebih ramah lingkungan. Pasalnya, setelah air di dalamnya habis dikonsumsi, galon akan diambil kembali oleh produsen, dibawa ke parbik untuk dibersihkan dan disterilkan, kemudian diisi ulang dengan air minum baru.

Air Galon Isi Ulang atau Sekali Pakai, Mana yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan?
Disarankan untuk mengonsumsi air minum kemasan galon yang dapat diisi ulang. (Foto: Vox)

Hal yang perlu diingat adalah tidak semua produk air kemasan galon memiliki kualitas yang baik dan layak diminum. Salah satu upaya yang bisa dilakkukan untuk mengurangi polusi akibat plastik adalah dengan membatasi penggunaan plastik, termasuk tidak menggunakan AGSP. Jaga kesehatan dengan minum air putih yang cukup, setidaknya delapan gelas atau sekitar dua liter air per harinya. (and)

Baca juga:

Manfaat Minum Air Putih Ternyata Lebih Besar dari Apa yang Pernah Kamu Ketahui

#Air Minum #Limbah Plastik #Sampah Plastik #Air Minum Botol
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Sampah seberat 26,43 ton dari berbagai jenis berhasil dikumpulkan oleh tim kebersihan setelah acara tersebut rampung
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Desember 2025
26 Ton Sampah Mayoritas Plastik Hasil Reuni 212 Diangkut 600 Pasukan Oranye, Bikin Petugas Lembur
Indonesia
Penyedotan Air Tanah Rugikan Warga, Komisi VII DPR Desak Penataan Industri Air Kemasan
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, terdapat 707 pabrik AMDK yang beroperasi di Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 12 November 2025
Penyedotan Air Tanah Rugikan Warga, Komisi VII DPR Desak Penataan Industri Air Kemasan
Indonesia
DPR Sebut 'Gimmick' AMDK Berlabel 'Air Pegunungan' Bentuk Pelecehan Kedaulatan Negara, Menteri Jangan Hanya Mengimbau Masyarakat
Hanif mengingatkan publik agar tidak mudah tertipu dengan label "air pegunungan"
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Oktober 2025
DPR Sebut 'Gimmick' AMDK Berlabel 'Air Pegunungan' Bentuk Pelecehan Kedaulatan Negara, Menteri Jangan Hanya Mengimbau Masyarakat
Indonesia
IHW Desak BPOM dan BPJPH Audit Aqua Terait Dugaan Penggunaan Air Sumur
IHW mendorong BPOM dan BPJPH melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas produksi dan sumber air yang digunakan oleh Aqua.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Oktober 2025
IHW Desak BPOM dan BPJPH Audit Aqua Terait Dugaan Penggunaan Air Sumur
Indonesia
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Aqua kini dianggap membohongi konsumen soal sumber air. YLKI pun meminta pemerintah untuk melakukan audit terhadap produsen air minum tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 24 Oktober 2025
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Indonesia
Dewan Gerindra Desak BPKN Selidiki Temuan Sumber Air Aqua dari Sumur Bor di Subang
Temuan bahwa sumber air Aqua di Subang berasal dari sumur bor, bukan mata air pegunungan sebagaimana diklaim, merupakan persoalan serius.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Oktober 2025
Dewan Gerindra Desak BPKN Selidiki Temuan Sumber Air Aqua dari Sumur Bor di Subang
Indonesia
DPRD DKI Desak Solusi Mikroplastik Air Hujan, ITF Sunter-Bantargebang Jadi Kunci
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menunjukkan perhatian besar terhadap isu pengelolaan sampah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
DPRD DKI Desak Solusi Mikroplastik Air Hujan, ITF Sunter-Bantargebang Jadi Kunci
Indonesia
3 Depot Air Isi Ulang di Jaksel Ditutup Satpol PP, Ada Kandungan E Coli
Tempat usaha itu ditindak karena tidak memiliki izin usaha sesuai ketentuan, dan tidak memenuhi standar kualitas air.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Oktober 2025
3 Depot Air Isi Ulang di Jaksel Ditutup Satpol PP, Ada Kandungan E Coli
Lifestyle
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Jakarta Premium Outlets menyerukan kampanye masa depan berkelanjutan lewat aksi nyata Eco Paws.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Indonesia
RDF Plant Rorotan Terus Mengalami Kendala Hingga Berujung Batal Diresimkan, Kapan Bisa Beroperasi Penuh?
Jika situasi sudah kondusif, pihaknya akan mengupayakan uji komisioning secara lebih masif dan transparan dengan mengundang warga
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 September 2025
RDF Plant Rorotan Terus Mengalami Kendala Hingga Berujung Batal Diresimkan, Kapan Bisa Beroperasi Penuh?
Bagikan