Ahli Gizi: Kafein Bisa Tambah Stamina Berolahraga
NOC Indonesia gelar talk show caffein & sport, Jumat (22/7). (Foto: YouTube/NOC Indonesia)
BEROLAHRAGA tentu membutuhkan stamina yang cukup, agar pembakaran lemak dapat terjadi secara optimal, dan pada gilirannya tubuh tetap fit setelah berolahraga ketimbang malah drop dan jatuh sakit.
Menambah stamina untuk berolahraga bisa didapat dengan berbagai cara, mulai dari mengonsumsi vitamin kompleks dari buah dan sayuran, menerapkan pola hidup sehat, hingga mengonsumsi berbagai suplemen penambah stamina.
Baca juga:
Sarapan Sereal Berkafein, Bikin Produktif di Pagi Hari
Namun bagi kamu pencinta kopi, ada cara nikmat dalam menambah stamina, agar tubuh tetap dapat berolahraga dengan ketahanan tinggi, yakni dengan mengonsumsi produk berkafein, seperti yang disarankan ahli gizi dr. Louise Kartika, MGizi, SpGK.
"Sudah terbukti secara medis, jadi menurut saya kafein seperti dalam kopi sangat aman dikonsumsi sebelum berolahraga asal dalam takaran yang cukup," ungkap dr. Louise Kartika, MGizi, SpGK dalam Talk Show 'Caffein & Sport' bersama NOC Indonesia, Jumat (22/7).
Kartika menambahkan bahwa konsumsinya juga harus bijak, karena kalau terlalu banyak juga bisa justru mengeluarkan kandungan kalsium dari dalam ginjal. Ia menyarankan sebagai batas aman, yaitu maksimal 3-4 gelas kopi per hari.
Baca juga:
Hal tersebut pun dikonfirmasi oleh pegiat kopi dan sport enthusiast Mikael Jasin, yang sudah pernah melahap Jakarta-Yogyakarta dengan bersepeda. Ia mengatakan selama perjalanannya itu beberapa kali membekali diri dengan gel kafein, untuk mendorong adrenalin dan stamina dalam tubuhnya agar mampu bersepeda jarak jauh.
"Menurut saya sih kalau dari jumlah kafein dalam segelas kopi, mungkin robusta yang paling banyak kadar kafeinnya, tapi kalau mau yang lebih rendah itu ada arabica, mungkin kafeinnya hanya sekitar 50-60% saja," jelas Mikael.
Kartika juga telah mengonfirmasi bahwa penggunaan kafein untuk berolahraga sudah legal karena kini kafein tidak lagi dianggap sebagai doping. Kafein punya porsi peran yang sama seperti minuman berenergi yang kerap dikonsumsi atlet dunia.
"Jadi kafein sekarang masuk ke dalam kategori ergogenic aids, jadi dianggap sebagai zat aktif atau suplemen yang digunakan untuk meningkatkan performance, dan kopi punya pengaruh yang cukup signifikan," tutur Kartika.
"Namun kembali lagi tergantung respon tubuh tiap orang terhadap kafein, ada yang bisa menerimanya dengan baik, ada juga yang baru minum sedikit langsung tremor, respon tubuh setiap orang berbeda," pungkasnya. (waf)
Baca juga:
Minum 2 Cangkir Kopi Sehari dapat Mengurangi Risiko Kerusakan Ginjal
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Mengenal HYROX, Olahraga Kebugaran Hybrid yang Uji Kekuatan dan Daya Tahan
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur